Angin Terbangkan Atap Kantor Bupati Manggarai, BPBD Catat 32 Laporan Bencana | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Angin Terbangkan Atap Kantor Bupati Manggarai, BPBD Catat 32 Laporan Bencana


EFEK SIKLON SEROJA. Kondisi pada salah satu titik atap kantor Bupati Manggarai yang rusak akibat diterpa angin kencang Siklon Tropis Seroja. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Angin Terbangkan Atap Kantor Bupati Manggarai, BPBD Catat 32 Laporan Bencana


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Angin kencang disertai hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai, sejak Sabtu (3/4) malam hingga Senin (5/4), mengakibatkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Salah satunya atap kantor Bupati Manggarai di Kota Ruteng diterbangkan angin.

Terpantau, Selasa (6/4) siang, pada bagian atap gedung berlantai tiga ini mengalami kerusakan serius. Akibatnya air hujan masuk dan merusak plafon pada lantai tiga. Ruangan kerja dari sejumlah bagian di Setda Manggarai basah. Kondisi ini memaksa pegawai untuk memindahkan peralatan kerja mereka.

Beruntung peristiwa itu tidak mengalami kerusakan terhadap dokumen pemerintah dari sejumlah ruangan bagian Setda tersebut. Ruangan kerja bupati, wakil bupati, dan sekda, aman karena berada di lantai dua. Upaya perbaikan darurat akan dilakukan setelah cuaca benar-benar normal.

“Untuk kantor bupati yang rusak ini, kita akan segera lakukan perbaikan dengan menggunakan dana tak terduga. Tapi sifatnya penanganan darurat,” ujar Sekda Manggarai, Fansi Jahang, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/4) siang.

Terkait besarnya biaya untuk penanganan darurat pada atap kantor bupati yang rusak itu, kata Sekda Fansi, belum diketahui. Tentu nanti pihaknya menghitung. Prinsip penangananya, selamatkan atap yang berlubang dengan menggunakan atap seng yang ada terjual dalam wilayah Kota Ruteng. Kantor Bupati Manggarai itu dibangun tahun 2008-2009. Sempat direhap tahun 2016.

“Ada berapa bagian pada lantai tiga, termasuk aula Ranaka. Mereka sudah tempatkan di lantai dua, yakni pakai ruangan staf ahli bupati,” kata Sekda Fansi.

Lanjut dia, sesuai data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Manggarai telah mendapat 32 laporan bencana. Dimana ada 41 fasilitas yang mengalami kerusakan, yakni 25 unit rumah warga, 7 unit fasilitas umum, 6 unit fasilitas pemerintah, dan 3 unit fasilitas pendidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 fasilitas mengalami rusak berat dan 17 fasilitas lainnya rusak sedang.

Menurut Sekda Fansi, sebagian besar bencana disebabkan oleh angin kencang. Ada 25 laporan terkait angin kencang berasal dari empat kecamatan, yakni Satarmese Utara, Cibal, Ruteng, dan Langke Rembong. Angin kencang tersebut mengakibatkan pohon tumbang dan sejumlah rumah warga rusak sedang dan berat.

Sementara itu, laporan mengenai gelombang pasang terjadi di Desa Robek, Kecamatan Reo. Bencana ini menyebabkan sejumlah rumah dan jalan rabat beton rusak. Laporan terkait tanah bergerak terjadi di Desa Lalong, Kecamatan Wae Ri’i, menyebabkan sejumlah rumah warga terancam roboh. Sementara laporan terkait bencana longsor terjadi di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese. Dimana menyebabkan ruas jalan tertimbun material longsoran.

Selain itu, longsor juga terjadi dalam Kota Ruteng, tepatnya di Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembon. Bencana ini menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) rusak berat. Sedangkan laporan banjir terjadi di Desa Hilihintir,  Kecamatan Satarmese Barat. Juga di Desa Iteng dan Desa Paka di Kecamatan Satarmese. Banjir di Desa Hilihintir menyebabkan saluran irigasi Wae Mau II rusak berat.

Demikian pula banjir di Desa Paka menyebabkan saluran irigasi sekunder Wae Mantar II, rusak berat. Sedangkan banjir di Desa Iteng menyebabkan kerusakan pada ruas jalan Pong Kukung-Melo. Terhadap laporan bencana tersebut, pihak BPBD Kabupaten Manggarai telah melakukan monitoring dan penanganan terhadap sejumlah laporan bencana.

“Untuk wilayah di luar Kecamatan Langke Rembong, BPBD berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak kecamatan untuk penanganan sejumlah bencana,” pungkasnya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top