DPRD NTT: Tindak Tegas Pengusaha Nakal, Minta Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

DPRD NTT: Tindak Tegas Pengusaha Nakal, Minta Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional


Ketua DPRD NTT, Emelia J. Nomleni (kiri) didampinggi Wakil Ketua DPRD, Christian Mboeik ketika memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Rabu (7/4). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

POLITIK

DPRD NTT: Tindak Tegas Pengusaha Nakal, Minta Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional


Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat Harus Normal

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT telah melakukan pemantau pasca bencana alam yang meluluhlantakkan wilayah NTT akibat Siklon Tropis Seroja pada Jumat (3/4) hingga Senin (5/4). Salah satu pantauan adalah terhadap harga-harga kebutuhan pokok masyarakat, termasuk harga bahan bangunan.

Menyikapi hal ini, DPRD NTT dengan tegas meminta pemerintah mengawasi dan menindak tegas para pengusaha dan penjual yang hendak meraup keuntungan dari situasi bencana dengan menaikkan harga barang.

Ketua DPRD NTT, Emelia Nomleni yang didampinggi Wakil Ketua, Petrus Christian Mboeik kepada Timor Express di kantor DPRD NTT, Rabu (7/4) mengatakan, sebagai wakil rakyat di provinsi, mereka turut merasakan apa yang dirasakan masyarakat saat ini.

Kejadian ini, kata Emelia, tidak hanya dialami oleh kelompok masyarakat tertentu, namun semua warga NTT terdampak. Karena itu, pemerintah harus mengkaji bencana itu untuk menentukan statusnya sebagai bencana nasional.

“Kita minta untuk dikaji kembali bisa berbagi tugas dengan pemerintah pusat termasuk kucuran anggaran karena dampak dari bencana ini membutuhkan anggaran yang cukup besar,” sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, politikus perempuan yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTT itu menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan direspon postif dengan rencana kunjungan Presiden ke Flores.

“Pak Gubernur berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan sudah direspon presiden dan beberapa menteri yang sudah bekunjung daratan Flores, kami sampaikan apresiasi,” ujarnya.

Emelia menegaskan juga bahwa harus ada tindakan cepat dari pemerintah untuk tanggap daruratnya, karena masyarakat tidak memiliki pakian dan makanan.

Pemerintah harus memastikan harga bahan pokok, bahan bangunan, dan bahan bakar minyak (BBM) karena para penjual memanfaatkan keadaan ini untuk meraup banyak kruntungan. Jika ada yang temukan seperti itu harus di laporkan dan mendapat sanksi tegas dari pemerintah.

“Kita sudah pantau beberapa pengusaha di Kota Kupang, dan ternyata harga sejumlah kebutuhan masyarakat ini sudah mulai melonjak karena jumlah permintaan sangat banyak,” ungkap Emelia.

BACA JUGA: DPRD NTT Warning Pemerintah Terkait Dana BTT, Emi Nomleni: Gunakan Tepat Sasaran

Politikus asal TTS itu menegaskan kepada masyarakat dan pemerintah untuk terus memantau cuaca dan mendapat informasi dari BMKG sehingga tidak terjadi kesalahan atau miskominikasi.

“Sebenarnya ini tugas kami untuk memantau dan menginformasikan kepada masyarakat. Selain itu masyarakat juga harus menghindari hoax yang menimbulkan keresahan. Aparat TNI-Polri sudah terlibat membantu menstabilisasi di tengah bencana,” tuturnya.

Emi juga meminta agar masyarakat saling membantu dan saling menguatkan sehingga bisa melalui kondisi sulit ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTT, Petrus Christian Mboeik pada kesempatan tersebut menegaskan, harga barang yang terus melonjak itu mesti dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti.

Selain itu ia meminta kepada awak media untuk mem-publish nama dan perusahan nakal tersebut agar bisa diberikan punishment karena ingin meraup keuntungan dari kondisi ini.

Menanggapi hal itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan (APIP) Setda NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan, pengusaha/pedagang tidak boleh memanfaatkan situasi saat ini untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kendala kita tidak ada pasokan sembako dari luar karena tingginya gelombang sehingga arus distribusi sembako itu terhambat. Kita harapkan pihak-pihak tidak memanfaatkan ini untuk mengambil keuntungan,” pintanya.

Ia berharap dalam waktu dekat ini gelombang cepat baik sehingga transportasi dari Surabaya, dan Makassar untuk pasok kebutuhan sembako di NTT kembali berjalan normal.

“Kita berharap para pelaku ekonomi juga dapat memahami kondisi ekonomi masyarakat kita yang sedang sulit mendapatkan uang dan makan minum sehingga harga yang yang ditetapkan harus sewajarnya sesuai kemampuan masyarakat kita,” pintanya. (Mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top