Longsor di Desa Noepesu-TTU, Perpustakaan SMP Satap Noebesi yang Baru Dibangun 2 Bulan Ambruk | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Longsor di Desa Noepesu-TTU, Perpustakaan SMP Satap Noebesi yang Baru Dibangun 2 Bulan Ambruk


AMBRUK. Bangunan Perpustakaan milik SMP Negeri Satu Atap Noebesi yang ambruk akibat bencana tanah longsor, pada Minggu (4/4). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Longsor di Desa Noepesu-TTU, Perpustakaan SMP Satap Noebesi yang Baru Dibangun 2 Bulan Ambruk


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Bangunan Perpustakaan milik SMP Negeri Satu Atap (Satap) Noebesi, yang terletak di Desa Noepesu, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ambruk akibat bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah setempat, Minggu (4/4).

Peristiwa tersebut terjadi menyusul tingginya curah hujan di wilayah itu dalam sepekan terakhir. Sejumlah fasilitas di sekolah tersebut rusak karena tertimpa material bangunan dan terendam air. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksasi mencapai Rp 100.000.000.

Danramil Miomaffo Barat, Kapten Cba Dominggus Atameini kepada TIMEX, Minggu (4/4) membenarkan terjadinya bencana tanah longsor yang mengakibatkan robohnya satu unit ruang perpustakaan di SMP Satap Noebesi.

Setelah memperoleh informasi dari masyarakat, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Satgas Pamtas untuk turun ke lokasi kejadian. Pihaknya membantu mengevakuasi barang berharga yang tertimbun longsor dan reruntuhan bangunan ke tempat yang aman.

Meski demikian, kata Kapten Dominggus, masih ada sejumlah barang yang belum bisa dievakuasi lantaran tertimbun material longsor dan bangunan dalam jumlah besar. Barang-barang tersebut di antaranya buku-buku, meja, dan kursi, serta satu unit komputer bersama printer.

Dijelaskan, barang-barang tersebut akan dievakuasi setelah perayaan Paskah sambil menanti dinas teknis turun untuk memastikan.

“Untuk proses evakuasi selanjutnya, kami pihak TNI dan Kepolisian siap memberikan bantuan kapan saja untuk mengevakuasi barang-barang yang masih belum berhasil dievakuasi,” pungkasnya.

Sementara, Pasiter Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad, Kapten Arm Anak Agung Anom Wardana, mengatakan ia bersama prajuritnya telah turun ke lokasi bencana dan terlibat dalam proses evakuasi reruntuhan gedung bangunan itu.

Menurut Agung, ambruknya bangunan perpustakaan diakibatkan oleh kondisi tanah labil menyusul hujan deras yang melanda wilayah tersebut hingga mengakibatkan tanah amblas dan bangunan yang ada diatasnya ikut runtuh.

“Kita bekerja sama dengan pihak Polsek Miomaffo Barat dan Koramil setempat dan masyarakat, bergotong royong mengevakuasi barang-barang yang masih bisa di selamatkan seperti meja, kursi, komputer, buku bacaan, dan rak-rak buku untuk di simpan di tempat yang lebih aman mengingat curah hujan di daerah tersebut masih tinggi sehingga dikhawatirkan akan terjadinya longsor susulan,” katanya.

Terpisah, Kepala SMP Satap Negeri Noebesi, Yustina Natun, menyebut tidak ada yang menyaksikan langsung peristiwa robohnya gedung perpustakaan tersebut karena terjadi malam hari, dan saat itu warga sedang melaksanakan ibadah di gereja.

Menurut Yustina, sekira pukul 22.00 Wita, ia mendapat informasi dari salah seorang guru yang mengatakan bahwa mereka mendengar ada bunyi yang sangat keras di sekitar sekolah. Mendengar informasi tersebut, ia kemudian meminta tolong warga di sekitar sekolah untuk mengecek keadaan sekolah dan mereka melaporkan bahwa satu unit bangunan perpustakaan roboh karena tebing di pinggir sekolah longsor.

“Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 100.000.000. Barang inventaris sekolah yang mengalami kerusakan di antaranya satu unit ruangan perpustakaan, dua unit komputer, dua unit printer, buku- buku perpustakaan, kursi dan meja baca, serta rak buku bacaan,” jelasnya.

Yustina menambahkan, bangunan sekolah tersebut merupakan bangunan yang baru dibangun kurang lebih dua bulan lamanya, dan kemungkinan masih dalam masa pemeliharaan. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top