Badai Seroja Hantam NTT, 138 Warga Meninggal, 61 Belum Ditemukan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Badai Seroja Hantam NTT, 138 Warga Meninggal, 61 Belum Ditemukan


VICON. Kepala BNPB RI, Letjen TNI Doni Monardo saat memimpin rapat melalui video conference yang dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat (kanan) dan jajaran di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja, Lantai II aula El Tari Kupang, Rabu (7/4) malam. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Badai Seroja Hantam NTT, 138 Warga Meninggal, 61 Belum Ditemukan


BNPB Siagakan 6 Helikopter di NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Hingga Rabu (7/4) malam pukul 21:30 Wita, jumlah korban bencana alam Siklon Tropis Seroja yang menghantam sejumlah wilayah di NTT telah menelan sebanyak 138 korban meninggal dunia. Bahkan hingga tadi malam, masih ada 61 orang korban yang belum ditemukan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Doni Monardo melalui video conference (Vicon) yang digelar bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan seluruh instansi pemerintahan dan Fokopimda terkait penanganan bencana alam di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja, Lantai II Aula El Tari Kupang, Rabu (7/4).

Doni merincikan, untuk bencana alam di Kabupaten Alor terdapat 25 orang meninggal dunia, masih hilang 20 orang. Di Kabupaten Flores Timur terdapat 67 orang meninggal, 6 orang masih hilang. Sedangkan bencana banjir di Kabupaten Malaka sebanyak 4 orang meninggal.

Selanjutnya, kata Doni, di Kabupaten Lembata terdapat 32 orang meninggal dan yang belum ditemukan sebanyak 35 orang. Di Kupang Kabupaten, terdapat lima orang meninggal, dan Kota Kupang, Ende, dan Kabupaten Ngada masing-masing terpantau hingga malam tadi sebanyak satu orang meninggal. Di Kabupaten Sabu Raijua dilaporkan korban meninggal sebanyak 2 orang. “Jadi total korban meninggal di NTT mencapai 138 orang, hilang 61 orang. Secara keseluruhan total korban mencapai 199 orang,” beber Doni.

Doni mengungkapkan, cuaca yang kurang bersahabat menjadi kendala dalam proses evakuasi korban bencana di Alor dan Lembata. “Kita berharap situasi semakin membaik sehingga mempermudah proses evakuasi,” harapnya.

Siagakan Helikopter BNPB

Guna membantu proses distribusi bantuan dan evakuasi korban, lanjut Doni, BNPB telah menyiagakan empat unit helikopter di NTT, masing-masing dua heli di Maumere, Kabupaten Sikka, satu unit di Kota Kupang, dan satu unit lagi di Sumba.

“Kita akan kerahkan lagi dua unit ke NTT besok (Hari ini, 8/4). Kita akan optimalkan pemanfaatan helikopter saat proses evakuasi,” tandasnya.

Dikatakan, Kabupaten Lembata dan Alor menjadi wilayah dengan korban terbanyak karena proses evakuasi terhambat akibat kurangnya alat berat. Alat berat tengah dalam proses mobilisasi mengunakan kapal namun hingga tadi malam belum tiba.

Doni berharap cuaca terus membaik dan semua wilayah terdampak bisa dilakukan pemulihan untuk menangani semua wilayah di NTT.

Personil TNI AD juga sudah memperkuat posko-posko di semua daerah. TNI AL ikut mengerahkan kekuatan dengan kapal laut dengan membantu masyarakat selain itu tim kesehatan juga dikerahkan.

Doni menyebutkan, pihak TNI AU menyiapkan sejumlah pesawat hercules untuk mobilisasi personil yang ditugaskan Panglima TNI.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, kata Doni, juga mengerahkan tim kesesahatan. Instansi pemerintahan lainnya serta pihak swasta juga memobilisasi bantuan ke semua daerah gunakan pesawat TNI. “Warga yang masih hilang membutuhkan tim yang cukup dan alat berat yang cukup,” sebutnya.

Pola penanganan warga di tempat pengungsian, demikian Doni, juga membutuhkan perhatian serius. Karena itu, Doni meminta untuk memberian bantuan dana 500 per keluarga agar bisa membantu warga. Selain itu juga dibantu proses swab antigen di tempat pengungsian karena rawan penyebaran Covid-19. “Proses swab antigen ini kita akan serahkan kepada pemprov untuk pendistribusiannya,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Kurniawati menjelaskan, intensitas curah hujan di NTT sudah berada dalam posisi ringan dari yang sebelumnya berat, sedang hingga ringan.

“Bibit Siklon Seroja sudah semakin menjauh dari NTT dan NTB. Meskipun Siklon Seroja ada kecenderungan bisa saja menguap tetapi posisinya sudah semakin menjauh dari wilayah Indonesia. Pengaruh secara tidak langsung masih ada tetapi pengaruh untuk NTT sudah melemah seperti curah hujan yang diprediksi menjadi sedang sampai ringan,” jelasnya. (Mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top