Badai Seroja Rusakkan Sejumlah Fasilitas di SMAN 1 Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Badai Seroja Rusakkan Sejumlah Fasilitas di SMAN 1 Kupang


KERJA BAKTI. Kepala SMAN 1 Kupang, Marselina Tua (Kaos pink, ketiga kanan) turun langsung memimpin guru-guru dan para pegawai di sekolah itu melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dari sampah dan puing-puing pasca bencana Siklon Tropis Seroja, Kamis (8/4). (FOTO: HUMAS SMAN 1 Kupang for TIMEX)

PENDIDIKAN

Badai Seroja Rusakkan Sejumlah Fasilitas di SMAN 1 Kupang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Siklon Tropis Seroja yang meluluhlantakkan sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah membawa korban nyawa dan harta benda. Rumah penduduk, fasilitas publik, baik pendidikan, kesehatan, pusat bisnis, dan lain sebagainya tak luput dari terjangan badai mengerikan ini.

Di sektor pendidikan, dampak bencana ini dirasakan keluarga besar SMA Negeri 1 Kupang. Bagaimana tidak, sejumlah sarana prasarana dan fasilitas penting penunjang pendidikan di sekolah itu rusak akibat bencana ini.

Kepala SMAN 1 Kupang, Dra. Marselina Tua saat ditemui TIMEX ketika sedang memimpin para guru dan pegawai membersihkan area sekolah itu dari puing-puing bencana, Kamis (8/4) mengatakan, sekolah itu memiliki delapan unit gedung. Dari jumlah itu, hanya unit 8 yang tidak mengalami kerusakan.

Selain daripada itu, kata Marselina, mengalami kerusakan. Baik itu atap seng yang diterbangkan angin, plafon gedung yang rusak, pohon tumbang menimpa gedung perpustakaan dan mushola, serta yang paling penting adalah sarana komputer di laboratorium rusak karena terkena air hujan yang masuk ke ruangan karena atap seng diterbangkan angin.

“Tujuh unit gedung, sengnya terangkat dan plafon rusak. Perpustakaan dan mushola tertimpa pohon tumbang. Ruang data untuk operator tergenang air. Sebanyak 18 unit komputer dari total 42 unit di laboratorium komputer terendam air. Gedung kantor sekolah juga bocor karena seng terangkat, plafon-plafon rusak. Bahkan beberapa komputer di ruang kerja kepala sekolah, printer, fasilitas untuk internet sekolah juga rusak karena tergenang air. Ruang guru yang baru direnovasi juga tergenang air karena pintu gerbang barat sekolah jebol. Bahkan di halaman sekolah, material tanah dan lumpur yang terbawa dari ruas jalan Cak Doko masuk semua ke halaman sekolah,” beber Marselina.

BACA JUGA: SMAN 1 Kupang Gelar IHT, Kadis Pendidikan NTT Harap Guru Lebih Kreatif

Kondisi ini, demikian Marselina, sangat mengganggu persiapan untuk ujian sekolah maupun asesmen nasional yang sudah di depan mata. “Kita belum tahu peralatan elektronik yang terendam air itu bisa di bisa dipakai atau tidak. Hari ini (Kamis, 8/4, Red) saya meminta guru-guru dan pegawai untuk kita gotong royong membersihkan lingkungan sekolah sambil mendata seluruh kerusakan untuk dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kemendikbud,” ujar Marselina.

Marselina juga menyebutkan bahwa pada Rabu (7/4), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi dan beberapa pejabat sudah datang dan memantau langsung kondisi sekolah ini pasca bencana badai Seroja.

“Pak Kadis sudah datang pantau, beliau keliling semua unit yang ada dan melihat kondisi sekolah pasca bencana lalu beliau minta agar kita mendata seluruh kerusakan agar bisa dilaporkan ke pusat,” ungkap Marselina.

Marselina yang saat itu bersama para gurunya menambahkan, ia berencana untuk mencari konsultan agar bisa membantu menghitung nilai kerugian dari kerusakan fasilitas yang ada sebagai langkah untuk upaya ke depan.

“Saat ini kami belum bisa menyebutkan berapa nilai kerugian akibat bencana ini, saya berencana mencari bantuan konsultan untuk dapat menghitung nilai kerugian dari kerusakan sejumlah fasilitas, misalnya komputer supaya kita punya dasar untuk menggalang bantuan ke alumni, komite atau donatur yang lain atau melalui upaya mencicil. Intinya kita hitung dulu nilai kerugiannya dulu, baru kita bahas bersama upaya ke depan bersama komite,” pungkas Marselina. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top