Gubernur VBL Perintah Kasat Pol PP Jemput Paksa Bupati Kupang, Ini yang Terjadi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gubernur VBL Perintah Kasat Pol PP Jemput Paksa Bupati Kupang, Ini yang Terjadi


PEMIMPIN TEGAS. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat saat berbicara dengan Bupati Kupang, Korinus Masneno di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja, Lantai II Aula El Tari Kupang, Rabu (7/4). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Gubernur VBL Perintah Kasat Pol PP Jemput Paksa Bupati Kupang, Ini yang Terjadi


Dinilai Tak Serius Urus Korban Bencana Alam

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengambil langkah tegas terhadap kepala daerah di NTT yang terkesan tidak sensitif bencana. Salah satunya Bupati Kupang, Korinus Masneno yang terpaksa harus dijemput Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Provinsi NTT di ruma jabatan bupati di Oelamasi, Rabu (7/4) malam.

Bupati Kupang, Korinus Masneno berhasil dibawa Kasat Pol PP NTT, Cornelis Wadu dan sejumlah anggota ke Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja, Lantai II aula El Tari Kupang, Rabu (7/4) malam sekira pukul 21.19 Wita.

Saat tiba, Gubernur VBL langsung menyambut Bupati Korinus dengan sejumlah perkataan yang didahului dengan kata maaf. Gubernur VBL dengan tegas mengatakan Korinus dinilai tidak layak menjabat sebagai bupati karena menelatarkan warganya yang terdampak bencana alam.

“Mohon maaf Pak Bupati (Korinus Masneno, Red) jika ini tidak berkenan dihati, namun saya (VBL) harus sampaikan. Sekali lagi mohon maaf bapak ini tidak cocok jadi bupati,” kata Gubernur VBL tadi malam.

Menurut VBL, terdapat banyak warga yang terkesan diterlantarkan di wilayah Kabupaten Kupang karena tidak adanya perhatian dan penangan serius dari pemda.

“Tidak ada sentuhan pemerintah di sana (Kabupaten Kupang). Saya sudah sampai di Malaka (Melewati wilayah Kabupaten Kupang), dan menemukan banyak warga di jalan. Ibu-ibu sedang mengendong bayi tidak makan minum dan sudah pucat. Tapi anehnya tidak ada sentuhan dari pemerintah,” ujarnya.

Gubernur VBL memberi bukti peristiwa bencana yang mengakibatkan korban jiwa di Kecamatan Takari saja tidak ada satu pun pemerintah, baik dari tingkat desa hingga kabupaten yang hadir.

Menurut VBL, sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang itu merupakan kejahatan karena membiarkan warga meninggal dan dikubur tanpa kehadiran pemerintah. “Warga meninggal, keluarga kubur sendiri tanpa keterlibatan pemerintah. Apakah itu tidak kejahatan?” tanya VBL kepada Korinus.

BACA JUGA: Angin Terbangkan Atap 9 Rumah Warga di Baumata Barat, Puluhan Rusak Ringan

Gubernur VBL mengatakan, iman seorang pemimpin diuji pada saat-saat sulit seperti saat ini. Yang membuat Gubernur VBL merasa sangat kecewa dengan sikap Pemkab Kupang karena tidak mengirimkan satu pun data penanganan dan korban bencana Seroja kepada Pemprov NTT melalui Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja.

“Kabupaten Kupang merupakan satu-satunya kabuapten yang tidak melaporkan data, sedangkan kita harus melaporkan ke pusat. Kita tidak menyalahkan siapa-siapa dalam peristiwa ini, tapi bentuk pertanggungjawaban kita sebagai pemimpin kepada masyarakat dimana?” tanya VBL lagi.

Di hadapan Gubernur VBL, Korinus Masneno mengakui kesalahannya, namun dirinya menyampaikan giat-giatnya dalam penanganan bencana alam di wilayah kekuasaannya itu.

“Kami sedang bekerja menghimpun data dan mengevakuasi para korban namun kita sulit dalam berkomunikasi karena jaringan listrik dan internet sedang putus. Namun kita terus optimalkan kekurangan ini,” ungkap Korinus di hadapan Gubernur VBL.

Korinus juga mengaku anggaran yang disediakan dalam penanganan bencana sebanyak Rp 11 miliar. “Anggaran kami untuk penangan bencana atau tak terduga Rp 11 miliar, jadi kita akan data semuanya untuk ditangani,” sebutnya.

Menyikapi hal itu, Gubernur VBL lantas menantang Korinus untuk memecat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang karena dinilai tidak bekerja maksimal. “Saya sudah pecat Kepala BPBD NTT, Bapak berani tidak pecat Kepala BPBD Kabupaten Kupang,” tantang Viktor.

Terpisah, Kasat Pol PP Provinsi NTT, Cornelis Wadu mengaku menjemput Bupati Kupang di kompleks rumah jabatan di Oelamasi. Ia bersama delapan anggota menjemput paksa Bupati Kupang atas perintah Gubernur VBL.

“Iya saya diperintahkan Gubernur NTT untuk menjemput paksa sekitar jam 8 malam tadi (Rabu, 7/4, Red). Saya dengan anggota bawa beliau dari Oelamasi sampai Kupang,” ungkapnya. (Mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top