Temukan Lagi 6 Korban Hilang, Jumlah Korban Badai Seroja di NTT Jadi 144 Orang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Temukan Lagi 6 Korban Hilang, Jumlah Korban Badai Seroja di NTT Jadi 144 Orang


DATA KORBAN SEROJA. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Marius Jelamu (kiri) selaku Juru Bicara Pemerintah menyampaikan update data terakhir penanganan bencana Seroja di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT, Aula El Tari Kupang, Kamis (8/4). Tampak mendampingi Kasrem 161/Wirasakti, Kolonel Inf Jems Ratu Edo. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Temukan Lagi 6 Korban Hilang, Jumlah Korban Badai Seroja di NTT Jadi 144 Orang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Jumlah korban jiwa akibat bencana alam Siklon Tropis Seroja di NTT hingga Kamis (8/4), pukul 18.00 wita tercatat sebanyak 144 orang. Data tersebut bertambah setelah tim gabungan pencari korban menemukan 6 orang korban lagi. Jumlah korban tersebut tersebar di 15 kabupaten/kota terdampak bencana yang terjadi pada Jumat (2/4) hingga Senin (5/4).

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu selaku Juru Bicara Pemerintah menyebutkan, dari semua kabupaten/kota terdampak bencana, selain korban meninggal sebanyak 144 orang, terdapat 129 orang luka-luka, dan hingga saat ini 60 orang belum ditemukan.

Marius menyebutkan, sebanyak 2.019 kepala keluarga (13.226 jiwa) terpaksa mengungsi ke tempat aman, dan 1.700 KK (4.829 orang) terdampak. Sementara itu, lanjut Marius, kerugian materil yang dialami para korban diantaranya 688 rumah rusak berat, 272 rumah rusak sedang, dan 154 unit rumah rusak ringan. Terdata 2.357 unit rumah terdampak, 24 fasilitas umum rusak berat, dan 87 fasilitas umum terdampak.

“Data tersebut masih dinamis dan akan terus berubah sesuai dengan perkembangan data dari setiap kabupaten/kota,” ujar Marius.

Marius mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sangat berterima kasih pada TNI dan Polri serta pihak-pihak yang sudah memberikan bantuan dan membantu proses evakuasi. “Saat ini solidaritas kita yang paling penting untuk penanganan bencana serta membantu para korban dalam menghadapi dampak sosial ekonomi akibat bencana alam,” katanya.

Sementara itu Kasrem 161/Wirasakti, Kolonel Inf Jems Ratu Edo yang hadir dalam sesi jumpa pers itu mengatakan, upaya evakuasi korban bencana terus dilakukan mulai dari korban banjir, longsor, angin kencang, dan juga pelayanan kesehatan.

“Saat ini evakuasi terus dilakukan, TNI dan Polri juga telah menggerakan sarana angkut seperti pesawat hercules, kapal laut, angkutan darat, dan juga helikopter termasuk perlengkapan jembatan darurat sedang dikirim dengan kapal,” ujarnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat (VBL) sebelumnya mengatakan, daerah-daerah yang masih terisolir sudah mulai diakses kembali dan warga mulai kembali serta bersihkan rumah mereka.

“Di Kabupaten Alor hingga saat ini masih ada wilayah yang terisolir namun dengan bantuan alat berat serta tambahan helikopter bisa membuka dan mengevakuasi warga,” katanya.

Gubernur VBL menambahkan hal yang sama juga diberlakukan untuk Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua. Cadangan beras dan penanganan masalah air bersih juga terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga di posko dan tempat pengungsian.

“Khusus untuk ketersedaan pangan, kita telah koordinasi dengan pemerintah pusat untuk membantu 50 ton beras dan kita akan bantu melalui anggaran BTT Rp 42 miliar. Nmun ini harus diperhatiakn kondisi Covid-19 juga,” tuturnya.

BACA JUGA: Badai Seroja Hantam NTT, 138 Warga Meninggal, 61 Belum Ditemukan

BACA JUGA: Dalam 24 Jam, 4 Provinsi Ini Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem Seroja

Berikut rincian data korban/kerusakan akibat badai Seroja per kabupaten/kota di NTT:

Kota Kupang, 1 orang meninggal dunia, 7 orang luka-luka, 1.264 KK (6.300 orang) terdampak, 10 unit rumah rusak berat, 657 unit rumah terdampak.

Kabupaten Kupang, 5 orang meninggal dunia

Kabupaten Flores Timur, 71 orang meninggal dunia, 54 orang luka-luka, 5 orang hilang, 1.100 orang mengungsi, 218 KK terdampak, 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, 97 unit rumah terdampak, dan 8 unit fasilitas umum rusak berat.

Kabupaten Malaka, 6 orang meninggal dunia, kurang lebih 3.000 warga mengungsi, 1.154 unit rumah terdampak, dan 65 fasilitas umum terdampak.

Kabupaten Lembata, 32 orang meninggal dunia, 35 orang hilang, 49 orang luka-luka, 958 orang mengungsi, 224 unit rumah rusak berat, 15 unit rumah rusak, dan 15 jembatan akses antardesa terputus.

Kabupaten Ngada, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, 6 KK terdampak, 19 unit rumah rusak berat, 48 unit rumah rusak sedang, 1 unit fasilitas umum rusak berat, dan 5 fasilitas umum terdampak.

Kabupaten Sumba Barat, 63 KK (284 orang) mengungsi, 54 unit rumah terdampak.

Kabupaten Sumba Timur, 1.803 KK (7.212 orang) mengungsi, 100 KK (475 orang) terdampak, dan 7 fasilitas umum terdampak.

Kabupaten Ende, 1 orang meninggal dunia, 346 KK terdampak, 17 unit rumah rusak berat, 18 unit rumah rusak sedang, 45 unit rumah rusak ringan, 5 unit fasilitas umum terdampak.
Kabupaten Rote Ndao, 153 KK (672 orang mengungsi), 12 unit rumah rusak berat.

Kabupaten Sabu Raijua, 2 orang meninggal dunia.

Kabupaten Alor, 25 orang meninggal dunia, 25 orang luka-luka, 20 orang hilang, 7 KK (18 orang) terdampak, 179 unit rumah rusak berat, 181 unit rumah rusak sedang, dan 5 fasilitas umum terdampak.

Kabupaten Belu, 167 KK terdampak dan 5 unit rumah rusak berat.

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), 450 KK (1.800 orang) terdampak, 142 orang mengungsi, 150 unit rumah rusak berat.

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), 1.235 KK (4.848) jiwa terdampak dan 395 unit rumah terdampak. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top