YPTB Minta Pemerintah Pusat Tetapkan Status Bencana Nasional di NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

YPTB Minta Pemerintah Pusat Tetapkan Status Bencana Nasional di NTT


Ketua YPTB, Ferdi Tanoni. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

YPTB Minta Pemerintah Pusat Tetapkan Status Bencana Nasional di NTT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni meminta pemerintah pusat agar menetapkan status bencana nasional akibat Siklon Tropis Seroja yang melanda Provinsi NTT pada Jumat (2/4) hingga Senin (5/4).

Pasalnya mengikuti laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Doni Munardo bahwa jumlah korban bencana alam badai Seroja yang menghantam sejumlah wilayah di NTT telah menelan sebanyak 138 korban meninggal dunia. Bahkan hingga tadi malam, masih ada 61 orang korban yang belum ditemukan.

Sebagaimana dirincikan Doni Munardo, untuk bencana alam di Kabupaten Alor terdapat 25 orang meninggal dunia, belum ditemukan 20 orang. Di Flores Timur terdapat 67 orang meninggal, 6 orang belum ditemukan. Sedangkan bencana banjir di Malaka sebanyak 4 orang meninggal.

Selanjutnya, di Lembata terdapat 32 orang meninggal dan yang belum ditemukan sebanyak 35 orang. Di Kupang Kabupaten, terdapat lima orang meninggal, dan Kota Kupang, Ende, dan Kabupaten Ngada masing-masing terpantau hingga malam tadi sebanyak satu orang meninggal. Di Kabupaten Sabu Raijua dilaporkan korban meninggal sebanyak 2 orang. Jadi total korban meninggal di NTT mencapai 138 orang, hilang 61 orang. “Secara keseluruhan total korban mencapai 199 orang,” beber Doni.

BACA JUGA: DPRD NTT: Tindak Tegas Pengusaha Nakal, Minta Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Merujuk pada data-data ini, kata Ferdi Tanoni, sangat pantas dan layak bencana ini ditetapkan sebagai bencana nasional. Pasalnya berdasarkan informasi yang ia terima juga melihat video rekaman bencana dari berbagai daerah di NTT, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan pemerintah daerah.

“Menurut pandangan kami yang awam ini, mestinya bencana yang terjadi di Hari Paskah 2021, pada Jumat (2/4) hingga Senin (5/4) ini dijadikan bencana nasional. Tanpa persoalkan pada pelayanan pemerintah daerah. Banyak kasus yang dijadikan bencana nasional. Contohnya waktu gempa bumi dan tsunami di Alor beberapa tahun silam, kami yang terus teriak untuk dijadikan bencana nasional, dan hal itu terjadi,” tegas Ferdi Tanoni kepada TIMEX di Kupang, Kamis (8/4).

Menurut Ferdi, wilayah NTT yang berpulau-pulau tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan daerah, namun harus ditangani secara nasional dengan status bencana nasional. Walau Kepala BNPB, lanjut Ferdi, mengatakan bahwa sejumlah kementerian dan lembaga ikut menangani bencana di NTT, tidak bisa hanya sebatas itu.

Jika Presiden menetapkan status bencana nasional di NTT, demikian Ferdi, penanganannya tentu akan berbeda dari saat ini.

“Masih banyak daerah terdampak bencana yang terisolir akibat badai ini. Belum lagi sarana dan infrastruktur komunikasi yang terputus, jaringan listrik dan lain sebagainya. Karena itu, dengan tegas kami meminta pemerintah pusat untuk segera menetapkan musibah yang dialami masyarakat NTT sebagai bencana nasional,” pungkas Ferdi. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top