Peduli Korban Banjir Malaka, Bank NTT Betun Sumbang Air Mineral dan Telur | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Peduli Korban Banjir Malaka, Bank NTT Betun Sumbang Air Mineral dan Telur


SERAHKAN BANTUAN. Pimpinan Bank NTT Cabang Betun, Arnoldus Siku didampingi Wakil Pimpinan Cabang, Yori Blegur menyerahkan bantuan air mineral dan telur bagi korban bencana banjir kepada Penjabat Bupati Malaka, Viktor Manek (kanan) bertempat di Posko Utama Pemkab Malaka di aula Susteran SSpS, Betun, kemarin (8/4). (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

BISNIS

Peduli Korban Banjir Malaka, Bank NTT Betun Sumbang Air Mineral dan Telur


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Bantuan sebagai wujud kepedulian atas korban bencana banjir akibat Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Malaka mulai berdatangan. Selain pemerintah, lembaga perbankan dan donatur lainnya juga memberi perhatian dengan menyerahkan sejumlah bantuan. Salah satunya dari Bank NTT Cabang Betun.

Pimpinan Bank NTT Cabang Betun, Arnoldus Siku, Kamis (8/4) menyerahkan bantuan berupa 2.000 karton air mineral dan 250 rak telur ayam kepada masyarakat korban bencana yang diterima langsung Penjabat Bupati Malaka, Viktor Manek.

Arnoldus yang saat penyerahan didampingi Wakil Pimpinan Cabang, Yori Blegur berharap bantuan yang ada ini dapat dimanfaatkan untuk membantu meringankan beban para korban yang sementara dievakuasi ke tempat aman di lokasi pengungsian.

“Ini merupakan sumbangan kepedulian Bank NTT terhadap masyarakat Malaka yang terkena bencana banjir,” ungkap Arnoldus Siku kepada Timor Express usai menyerahkan bantuan di Posko Utama Pemkab Malaka di aula Susteran SSpS, Betun, kemarin (8/4).

Arnoldus mengaku, bantuan yang diadakan ini merupakan hasil komunikasi Bank NTT Betun dengan Penjabat Bupati Malaka pada Rabu (7/4). “Beliau (Viktor Manek, Red) minta kalau bisa disediakan air mineral dan telur karena stoknya sudah berkurang. Jadi tadi kami serahkan bantuan berupa 2.000 dos air mineral dan 250 rak telur ayam. Kita bantu untuk bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena bencana yang jumlahnya cukup banyak,” beber Arnoldus.

Arnoldus menjelaskan, apa yang dilakukan Bank NTT merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat korban bencana, apalagi Bank NTT ini merupakan bank milik pemerintah daerah yang tentunya dituntut peran dan perhatiannya terhadap apa yang dialami warga.

“Jadi mau bagaimana pun juga kami harus mengambil bagian dalam situasi atau bencana yang dihadapi sekarang ini,” ungkap Arnoldus seraya menambahkan, penyaluran bantuan ini sudah melalui koordinasi dengan kantor pusat Bank NTT di Kupang. Karena itu di cabang yang terkena bencana, penyerahan dilakukan pimpinan cabangnya.

“Saya selama beberapa hari ini selalu siaga, setiap saat harus kirim laporan. Karena kita akan ikuti terus setiap perkembangan yang terjadi di lapangan. Mudah-mudahan air sudah surut masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembenahan lagi rumah-rumah yang hancur dengan TNI-Polri terutama Pemda Malaka,” katanya.

Terkait dengan bantuan lain dari Bank NTT, Arnoldus mengaku akan menyesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah. “Itu tergantung dari pemerintah daerah, kami menyesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah. Karena kami tidak dapat berjalan sendiri, kami selalu berkoodinasi dengan kantor pusat kalau Pemda membutuhkan kami akan berkoordinasi lagi untuk membantu,” ucapnya.

Arnoldus menambahkan bahwa pihak terus membangun komunikasi, baik dengan Penjabat Bupati juga Sekda Malaka sehingga ada koordinasi untuk penanganan masalah-masalah seperti ini di daerah.

Arnoldus menyatakan, dirinya merasa sangat prihatin terhadap bencana alam yang sudah melanda sanak saudara di Malaka. Ia selalu berharap agar badai ini secepatnya berlalu.

“Kita bisa hibur mereka supaya mereka jangan terlalu terbawa pikiran karena ternak banyak yang mati, lahan pertanian banyak yang rusak. Tapi yang penting kita selamat. Itu yang paling utama. Kalau soal ternak harta benda itu kita bisa cari lagi. Kita bisa memberikan penguatan kepada mereka lewat doa, baik di rumah maupun di gereja agar bencana ini secepatnya berlalu, dan terulang lagi,” pungkas Arnoldus. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top