Rumah yang Dibangun Mendiang Suami Hancur Berkeping, Janda Lansia Ini Butuh Uluran | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rumah yang Dibangun Mendiang Suami Hancur Berkeping, Janda Lansia Ini Butuh Uluran


TINGGAL PUING. Yana Dethan, janda lansia yang merupakan warga RT 07/RW 03, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, berdiri di depan rumahnya yang hancur, Kamis (8/4). Rumah nenek Yana tertimpa pohon tumbang akibat dihantam badai Seroja, Senin (5/4) dinihari. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Rumah yang Dibangun Mendiang Suami Hancur Berkeping, Janda Lansia Ini Butuh Uluran


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Rumah warga di Kota Kupang dan sekitarnya rusak sedang hingga berat akibat terjangan hujan disertai angin kencang Siklon Tropis Seroja yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (2/4) hingga Senin (5/4). Ribuan warga terimbas badai mengerikan itu. Kini masyarakat tengah berusaha memulihkan kondisi pasca bencana yang tak disangka-sangka itu.

Salah satu yang paling menderita akibat badai ini adalah Yana Dethan, janda lanjut usia (Lansia) yang tinggal di bantaran kali Liliba, tepatnya di RT 07, RW 03, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Yana kini harus meratapi nasibnya karena rumah yang dibangun dengan susah payah bersama mendiang suaminya, hancur berkeping-keping dalam waktu sesaat pada puncak badai Seroja, Senin (5/4) dinihari.

Wanita paruh baya yang kesehariaannya sebagai pekerja serabutan itu, boleh dibilang tak punya rumah lagi. Rumah berukuran sekira 6×6 meter itu hancur tertimpa pohon tumbang, dan hanya menyisakan salah satu sisi tembok saja.

Yana yang ditemui Kamis (8/4) mengisahkan, Minggu (4/4) malam itu, dirinya bersama seorang cucu berada dalam rumah. Jelang subuh, sekira pukul 02.30 Wita, Senin (5/4), Yana merasakan suasana yang begitu mencekam. Angin kencang disertai hujan deras membuat nenek Yana ketakutan.

Nenek Yana kemudian mengajak cucunya untuk berlindung ke rumah salah satu tetangganya, lantaran takut pohon yang ada di samping rumah tumbang dan menimpa mereka. Ternyata benar dugaan nenek Yana. Baru beberapa menit tiba rumah tetangga terdekat, tiba-tiba terdengar bunyi yang cukup besar. “Ternyata pohon kapuk di samping rumah roboh dan tendes rumah. Saya lihat rumah saya hancur,” ujar nenek Yana berurai air mata, mengenang kejadian malam itu.

Nenek Yana mengaku, rumah itu dibangun bersama mendiang suaminya dengan bercucuran keringat dan air mata. Kini, rumah itu sudah hancur, dan tak bisa ditempati.

Nenek Yana hanya bisa pasrah dan meratapi nasibnya. Ia mengaku kesulitan untuk membangun kembali rumah itu. Jangankan membangun kembali rumah yang hancur, untuk makan sehari-hari saja, nenek Yana mengaku sulit.

Nenek Yana hanya bisa berharap pada Tuhan, kiranya ia bisa mendapat perhatian pemerintah berupa bantuan atau uluran tangan para dermawan untuk meringankan deritanya. “Kalau pemerintah mau bantu ya, saya berterima kasih. Tapi kalau tidak pun saya mau bilang apa,” ucapnya lirih.

Saat ini, warga sekitar bergotong royong membantu nenek Yana membersihkan puing-puing rumah dan mengumpulkan beberapa perabot yang masih bisa dipakai untuk bertahan hidup.

Ketua RT 07, Jackson Mone kepada awak media mengatakan, kejadian yang menimpa Yana Dethan dan sejumlah warganya yang lain telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang. “Sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Camat dan Lurah sudah lihat kondisi di sini juga,” kata Jackson.

Jackson menyebutkan, di wilayah RT 07, rumah yang mengalami rusak berat sebanyak lima unit. Lima rumah tersebut rata-rata rusak parah akibat longsor dan atap jebol. Yang terparah memang milik nenek Yana Dethan.

“Untuk sementara, saat ini saya kerahkan warga untuk gotong-royong bersihkan jalan, maupun membantu warga yang rumahnya rusak parah,” tandas Jackson. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top