Tinjau Korban Bencana di Rote, Gubernur VBL Minta Siagakan Dokter di Pengungsian | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tinjau Korban Bencana di Rote, Gubernur VBL Minta Siagakan Dokter di Pengungsian


KUNJUNGI PENGUNGSI. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Bupati Paulina, saat meninjau lokasi pengsungsian di Desa Bebalain, Kecamatan Lobalain, Kamis (8/4) (FOTO: Yudha for TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Tinjau Korban Bencana di Rote, Gubernur VBL Minta Siagakan Dokter di Pengungsian


VBL Minta Relokasi Permukiman Warga Tanjung

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menegaskan untuk menyiagakan seorang dokter di tempat pengungsian. Penegasan tersebut disampaikan VBL saat meninjau lokasi pengungsian korban terdampak badai Siklon Tropis Seroja di Desa Bebalain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (8/4).

Menyiagakan dokter di lokasi pengungsian, demikian Gubernur VBL, dimaksudkan untuk memastikan kondisi kesehatan setiap warga yang menjadi pengungsi tetap dalam keadaan sehat. Jadi ini sebagai upaya penanganan lebih dini guna mengantisipasi pengungsi terserang penyakit.

“Satu dokter harus disiagakan di sini (tempat pengungsian) untuk pemeriksaan setiap hari,” tegas Gubernur VBL saat mendatangi lokasi pengungsian di SD Inpres Bebalain, Kecamatan Lobalain.

Permintaan Gubernur VBL itu ditujukan kepada Camat Lobalain, Nusry Zacharias, agar melakukan koordinasi dengan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu agar memastikan masyarakat yang mengungsi tetap sehat dan tidak terserang penyakit selama di lokasi pengungsian.

“Pak camat harus berkoordinasi dengan bupati untuk siagakan seorang dokter di sini. Ini agar setiap orang (pengungsi) harus dicek. Jangan sampai ada lagi laporan orang sakit, yang dilaporkan ke Ba’a karena tidak ada dokter di sini,” pinta VBL.

Selain menyiagakan tenaga kesehatan (Nakes), Gubernur VBL juga mengingatkan untuk memperhatikan ketersediaan obat-obatan, seperti vitamin untuk membantu menjaga imun tubuh pungungsi selama menjalani mengungsi di masa pandemi Covid-19.

Gubernur VBL juga meminta untuk menambah sarana MCK/toilet umum di lokasi tersebut. Mengingat, jumlah pengungsi cukup banyak, sementara sarana MCK yang tersedia hanya dua unit.

BACA JUGA: Kunjungi Korban Bencana Banjir di Belu, Gubernur VBL: Pastikan Kesehatan Pengungsi Baik

“Toilet umum/MCK ditambah lagi dua unit, agar tidak saling berebutan/antre,” tandas VBL sebelum melanjutkan peninjauan ke lokasi berikutnya.

Di gedung SD Negeri Papela, Gubernur VBL juga bertemu dengan pengungsi yang dievakuasi dari Dusun Tanjung, Desa Papela, Kecamatan Rote Timur. Gubernur menyarankan agar lokasi permukiman yang sebelumnya ditempati, dikembangkan menjadi objek wisata kuliner. Sebab, lokasi tersebut sudah tidak aman lagi sebagai daerah permukiman.

Sehingga semua penduduk yang menempati wilayah Dusun Tanjung, Desa Papela diminta untuk direlokasi ke tempat yang baru. Tempat yang lebih aman untuk menghindari ancaman dari gelombang pasang.

“Sebaiknya warga yang tinggal di sini direlokasi ke tempat yang lebih aman. Ke depan, tempat ini (Tanjung) bisa dijadikan sebagai objek wisata kuliner,” kata VBL. “Terhadap relokasi warga Dusun Tanjung, pemerintah provinsi akan membantu berupa pembangunan rumah layak huni,” tambahnya.

“Pemerintah akan membantu masyarakat Dusun Tanjung berupa pembangunan rumah layak huni melalui Bupati Rote Ndao,” janji VBL.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Gubernur VBL menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat Dusun Tanjung, korban gelombang pasang Siklon Tropis Seroja.

Untuk diketahui, Gubernur VBL beserta rombongan tiba di Rote Ndao menggunakan pesawat carter Garuda Indonesia Explorer ATR 72-600 PK GAK. Mereka disambut langsung Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, dan sejumlah pejabat penting daerah itu. Yakni Wakil Bupati, Stefanus M. Saek, Kapolres Rote Ndao, AKBP Felli Hermanto, Dandim 1927/Rote Ndao, Letkol Inf Educ Permadi Eko PB, dan Pasi Intel Lanal P. Rote, Kapten Mar Abdul Rohman. Mereka kemudian bersama melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi pengungsian di Rote Ndao. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top