4 Kecamatan di Wilayah Amfoang Terisolir, Rakyat Butuh Bantuan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

4 Kecamatan di Wilayah Amfoang Terisolir, Rakyat Butuh Bantuan


AKSES PUTUS. Jembatan termanu, satu-satunya penghubung menuju wilayah Kecamatan Amfoang Utara dan Amfoang Barat Laut yang terputus karena tersapu banjir akibat badai Seroja yang melanda wilayah NTT, khususnya Kabupaten Kupang, Sabtu (3/4) hingga Senin (5/4). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

4 Kecamatan di Wilayah Amfoang Terisolir, Rakyat Butuh Bantuan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Siklon Tropis Seroja yang melanda NTT mulai Jumat (2/4) hingga Senin (5/4) membawa dampak luar biasa warga masyarakat di Kabupaten Kupang. Empat kecamatan di wilayah Amfoang hingga siang tadi (10/4) dilaporkan terisolir karena terputusnya akses transportasi ke wilayah itu.

Bhabinkamtibmas Polsek Amfoang Utara, Polres Kupang, Bripka Johanis Gareths Lerrick yang dihubungi TIMEX, Sabtu (10/4) membenarkan informasi tersebut. Menurutnya masyarakat di empat kecamatan, masing-masing Kecamatan Amfoang Utara, Amfoang Selatan, Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, dan Amfoang Timur tak bisa kemana-mana selain menetap dalam kampungnya.

“Beberapa ruas jalan terputus karena banjir dan longsor. Jalan dari Kecamatan Amfoang Utara menuju Amfoang Selatan terputus. Jadi untuk sementara akses keempat kecamatan, yakni Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara, dan Amfoang Timur terisolir. Masyarakat membutuhkan bantuan, dan akses yang mudah hanya bisa lewat laut,” ungkap Bripka Johanis.

Bripka Johanis menyebutkan, putusnya akses transportasi ke empat wilayah kecamatan itu karena terdampak Siklon Tropis Seroja yang mengakibatkan hujan lebat disertai angin kencang lalu banjir bandang dan gelombang tinggi sekira 2-4 meter.

Bripka Johanis menyebutkan, badai ini mulai muncul sejak Sabtu (3/4) hingga puncaknya Senin (5/4). Beberapa desa di wilayah Kecamatan Amfoang Utara dan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang dilanda banjir bandang dan gelombang tinggi sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan di sejumlah ruas jalan, pohon tumbang, tiang listrik tumbang, kabel listrik terputus.

Bripka Johanis mengungkapkan, terdapat satu kelurahan dan 11 desa di dua kecamatan yang mengalami kerusakan terparah. Bripka Johanis merincikan, di Kecamatan Amfoang Utara, kerusakan terparah terjadi di Kelurahan Naikliu, Desa Afoan, Desa Fatunaus, Desa Kolabe, Desa Lilmus, dan Desa Bakuin. Lalu di Kecamatan Amfoang Barat Laut pada Desa Soliu, Oelfatu, Saukibe, Timau, Honuk, dan Desa Faumes.

“Untuk dua kecamatan ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa, namun di Kecamatan Amfoang Utara ada dua warga yang dinyatakan hilang. Itu di hutan kampung Haufeton, tepatnya di RT 012/RW 005, Dusun IV, Desa Fatunaus,” ungkap Bripka Johanis.

Masih menurut Johanis, kerugian materil berupa harta benda yang dialami warga di Kecamatan Amfoang Utara sementara terdata 10 unit rumah warga rusak akibat diterpa angin kencang dan tertimpa pohon tumbang. Areal persawahan, padi ladang dan perkebunan jagung, pisang, kelapa dan pinang tergenang. Sebagian terkikis erosi banjir hingga tumbang dan tertimbun tanah yang mengakibatkan gagal panen.

Satu unit sampan bermesin milik nelayan setempat juga terbawa arus gelombang laut. Hewan berupa sapi, kambing, babi dan ayam hanya terbawa arus banjir.

Sementara di Kecamatan Amfoang Barat Laut, demikian Bripka Johanis, selain rusaknya fasilitas umum seperti jaringan listrik dan jalan umum penghubung antardusun, desa, dan kecamatan juga rusak parah. “Akses jalan umum menuju ke Kecamatan Amfoang Barat Laut dan Kecamatan Amfoang Barat Daya tak bisa dilewati karena terkikis erosi banjir. Hal yang sama juga terjadi pada ruas jalan umum antardesa, yakni Desa Saukibe, Timau, Honuk, dan Faumes. Jalan ini hancur akibat terkikis erosi banjir,” beber Bripka Johanis yang menambahkan, sebanyak 35 unit rumah warga di kecamatan ini juga rusak diterpa angin kencang, tertimpa pohon tumbang, bahkan ada yang terbawa arus banjir.

“Tolong om wartawan tulis bahwa warga di dua kecamatan ini, yakni Amfoang Utara dan Amfoang Barat Laut saat ini sangat membutuhkan transportasi laut karena itu satu-satunya yang bisa menjangkau warga disana. Saat ini ketersediaan stok sembako sudah berkurang , BBM juga tidak ada lagi, listrik juga masih padam, sehingga warga sangat membutuhkan BBM untuk penerangan di rumah. Semoga ada yang bisa mengirim bantuan untuk membantu masyarakat di dua wilayah itu,” harap Bripka Johanis. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top