Badai Seroja Rusakkan 3.000 Rumah di Rote Ndao, 200 Perahu Nelayan Hilang, Kerugian Puluhan Miliar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Badai Seroja Rusakkan 3.000 Rumah di Rote Ndao, 200 Perahu Nelayan Hilang, Kerugian Puluhan Miliar


TINJAU RUMAH WARGA. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (kiri) saat meninjau kerusakan di salah satu rumah milik warga Desa Sonimanu, Kecamatan Pantai Baru, Rabu (7/4). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Badai Seroja Rusakkan 3.000 Rumah di Rote Ndao, 200 Perahu Nelayan Hilang, Kerugian Puluhan Miliar


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao menyebutkan, sebanyak 3.000 rumah warga mengalami kerusakan akibat hantaman Siklon Tropis Seroja di wilayah itu selama tiga hari, sejak Jumat (2/4) hingga Senin (5/4). Rinciannya, rumah dengan kategori rusak berat sebanyak 1.190 unit, dan rusak ringan sebanyak 1.810 unit.

“Jadi total nilai kerusakan khusus rumah mencapai Rp 11.900.000.000,” ungkap Sekretaris Daerah, Jonas M. Selly, dalam keterangan tertulis yang diterima Timor Express, Jumat (9/4).

Menurut Jonas, data ini merupakan hasil rekapan yang dihimpun oleh masing-masing kepala desa dan lurah di wilayah itu. Untuk diketahui, Kabupaten Rote Ndao terdapat 119 desa/kelurahan.

Jonas menyebutkan, kerusakan lainnya yang timbul akibat badai Seroja tersebut adalah lahan pertanian yang tersapu banjir, kerusakan perahu nelayan hingga sarana infrastruktur.

Untuk lahan pertanian, sebut Jonas, terdata 1.800 hektare lahan sawah. Komoditas padi yang siap panen akhirnya ikut rusak, dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 71.834.400.000.

“Terdapat lebih dari 200 unit perahu/lampara milik nelayan yang hilang. Total kerugian yang dihitung dengan nilai minimal lebih dari seratus juta per unit, sehingga totalnya Rp 20 miliar,” kata Sekda Jonas.

Jonas menuturkan, khusus di Pulau Ndao, Kecamatan Ndao Nuse, hingga saat ini terdata 22 unit perahu nelayan jenis lampara hilang. Jumlah tersebut kemudian dihitung perkiraan nilai kerugian mencapai Rp 1.650.000.000.

Untuk kerusakan infrastruktur, demikian Jonas, terdapat kerusakan pada dermaga penumpang utama di Pelabuhan Ba’a, dan Pulau Ndao. Akibat kerusakan fasilitas itu, tidak bisa melayani transportasi ke Pulau Rote dan Timor.

“Dua dermaga juga rusak berat, yakni dermaga di Ndao dan dermaga Ba’a. Total kerugiannya dihitung lebih kurang Rp 25 miliar,” kata Sekda Jonas.

Jonas menyatakan, akibat bencana itu, ribuan warga terdampak harus mengungsi ke tempat aman. Sebanyak 1.072 orang diungsikan ke lima desa dan dua kelurahan. Yakni, Desa Papela dan Faifua, di Kecamatan Rote Timur, Desa Oelasin, Kecamatan Rote Barat Daya, Desa Daudolu, Kecamatan Rote Barat Laut, dan Desa Bebalain, di Kecamatan Lobalain. Sedangkan dua kelurahan juga berada di wilayah Lobalain, yakni, Kelurahan Namodale dan Mokdale.

Jona mengatakan, kerusakan lainnya yang hingga kini belum ditaksir kerusakannya meliputi, sarana jalan, jembatan, rumah ibadah, dan bangunan pemerintah atau sarana publik.

“Belum ditaksir kerusakan pada jalan, jembatan rumah ibadah, termasuk bangunan pemerintah seperti rumah jabatan dan kantor bupati, kerusakan pada gedung DPRD, serta fasilitas jaringan listrik yang terputus,” ujarnya.

Jonas mengungkapkan, tindakan yang dilakukan Pemkab Rote Ndao menyikapi bencana ini adalah menetapkan status tanggap darurat bencana melalui keputusan bupati, dan membentuk satuan tugas tanggap darurat.

Sedangkan untuk bantuan darurat, Sekja Jonas, juga mengaku, sebelumnya pemerintah telah menangani kebutuhan sebanyak 672 pengungsi di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, serta 400 pengungsi lainnya, yang tersebar di 6 titik pengungsian.

“Pemerintah telah membagi beras, dan makanan instan lainnya. Begitu juga perlengkapan bayi dan juga terpal kepada masyarakat yang menempati tempat-tempat pengungsian. Total kebutuhan logistik untuk para pengungsi adalah senilai Rp 2 miliar,” pungkas Jonas. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top