Megawati Perintah Kader Bantu Korban Seroja, HH: Wujud Tanggung Jawab PDIP | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Megawati Perintah Kader Bantu Korban Seroja, HH: Wujud Tanggung Jawab PDIP


SERAHKAN BANTUAN. Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry (kanan) menyerahkan bantuan kepada Ketua Majelis Jemaat Elim Naibonat, Jumat (9/4). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

POLITIK

Megawati Perintah Kader Bantu Korban Seroja, HH: Wujud Tanggung Jawab PDIP


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Bencana alam Siklon Tropis Seroja yang melanda wilayah NTT terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Bantuan terus berdatangan, baik pemerintah, lembaga wakil rakyat, politisi, partai politik, BUMN/BUMD, dan para donator lainnya.

Salah satunya PDI Perjuangan. Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri memerintahkan kadernya untuk turun berbagi bersama masyarakat terdampak badai Seroja. Dan politikus Senayan, Herman Herry yang juga Ketua Komisi III DPR RI ditunjuk menjadi koordinator dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Tiba di Kota Kupang, Herman Herry yang didampinggi Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema dijemput Ketua DPRD NTT, Emelia Nomleni dan seluruh anggota DPRD NTT dan pengurus DPD PDIP NTT di Bandara El Tari Kupang, Jumat (9/4).

Herman Herry bersama rombongan langsung menuju wilayah Kabupaten Kupang, tepatnya di posko yang dibangun di Halaman Gedung Gereja Elim Naibonat.

Ratusan warga terdampak bencana pun ditemui dan diberikan bantuan beras, mi instan, dan bantuan uang tunai. Politikus yang akrab disapa HH itu juga sekaligus menyerap aspirasi masyarakat agar dapat diperjuangkan di pusat.

HH kepada awak media dalam kunjungan itu mengatakan, apa yang dilakukan itu merupakan wujud tanggung jawab dan perhatian partai, anggota DPR dan juga pribadi kepada korban bencana.

“Bencana alam yang menimpa masyarakat NTT ini menjadi luka bagi kita semua. Untuk itu kami hadir dan turut melihat secara langsung serta meringankan beban masyarakat terdampak bencana,” katanya.

HH mengatakan, setelah mendapat aspirasi masyarakat, pihaknya memperjuangkan ditingkat pusat sehingga ada interfensi pemerintah lebih banyak lagi. “Memang sejak kejadian, kita ingin kunjungi NTT namun karena kondisi yang baru stabil makanya kita langsung turun dan memantau masyarakat,” tandasnya.

Pemerintah pusat, kata HH, saat ini sangat serius dalam menangani bencana ini namun terdapat hal-hal yang mesti ada masukan sehingga setiap kebijakan dan masalah anggaran bisa intervensi. “Kami terus mendorong pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah menyelesaikan persoalan bencana ini,” katanya.

Yohanis Fransiskus Lema menambahkan, sebelum kunjungi warga terdampak Seroja, pihaknya telah melakukan rapat kerja bersama tiga meteri, yakni Menteri Pertanian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Menteri Perikanan dan Kelautan.

Politikus PDIP yang akrab disapa Ansy itu mengaku mendorong mitra kerjanya untuk serius memperhatikan dampak bencana ini, dimana saat ini dalam fase tanggap darurat. Karena itu, pendekatan yang dilakukan adalah bagaimana konsep penanganan masyarakat korban dan memberikan bantuan-bantuan yang sifatnya karitatif.

“Bereskan perut mereka, membuat mereka aman tetapi ini hanyalah fase yang sifatnya sementara. Setelah itu kita akan masuk dalam fase namanya rehabilitasi, renovasi, dan rekonstruksi sesuai amanat undang-undang penanggulangan bencana itu negara, dalam hal ini Pemerintah NTT,” katanya.

Menurut Ansy, dampak dari bemcana umumnya para nelayan di wilayah pesisir, petani, dan peternak serta pertanian karena itu kemudian rehabilitasi renovasi dan rekonstruksi di bidang pertanian, peternakan dan juga perikanan itu akan dilakukan oleh tiga kementerian itu, dan sudah disiapkan alokasi atau distribusi anggarannya.

Ansy mencontohkan di Kota Kupang yang terkena dampak paling banyak itu yakni para nelayan karena alat tangkap mereka rusak, maka dampak lanjutannya sangat besar sehingga pemerintah harus perhatian hal tersebut.

Ansy menyebutkan, dalam rapat bersama mitranya di DPR, sudah dibicarakan untuk segera melakukan pembenahan oleh Kementerian Pertanian karena akan terjadi gagal panen.

“Komisi IV bicara apa langkah konkrit yang harus dilakukan. Ketiga kementerian itu lagi melakukan pendekatan melalui metode survei identifikasi untuk mendata semua kebutuhan di NTT,” tuturnya.

Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni pada kesempatan tersebut mengaku telah mendorong untuk penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT). Pihaknya juga siap menambah jika kurang. “Bencana ini bukan hanya di satu wilayah tetapi di seluruh wilayah NTT. Tingkat keparahannya juga berbeda namun ini menjadi tanggung jawab besar untuk kita semua,” katanya.

Terkait bantuan yang diberikan, Ketua DPD PDIP itu menyebut bantuan tersebut sudah menjadi tanggung jawab sebagai partai politik. “Kami anggota DPR itu kewajiban kami bukan membantu, karena tugasnya melayani masyarakat,” tandasnya.

Usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada jemaat dan masyarakat melalui Ketua Majelis Jemaat Elim Naibonat, rombongan kembali memantau dapur umum di Kelurahan Babau dan lanjut ke membagi bantuan kepada Gereja St Petrus Paulus Tarus, Masjid Agung Al-Baitul Qadim Airmata, meninjau Posko di Kampung Amanuban dan terakhir Gereja Betel Oesapa. (Mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top