Bantu Korban Badai Seroja di NTT, Kemenkeu Peduli Donasi Rp 250 Juta | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bantu Korban Badai Seroja di NTT, Kemenkeu Peduli Donasi Rp 250 Juta


POSE BERSAMA. Kepala Sekretariat Perwakilan Kemenkeu NTT, Nur Arif Wiryanto dan para pejabat unit terkait pose bersama Asisten I Setda NTT, Benyamin Lola dan Asisten III, Yohana Lisapaly usai penyerahan bantuan, di Posko Tanggap Darurat, aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Jumat (9/4) petang. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bantu Korban Badai Seroja di NTT, Kemenkeu Peduli Donasi Rp 250 Juta


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Korban bencana badai Siklon Tropis Seroja di wilayah Provinsi NTT pasca kejadian 4 April sampai 5 April dini hari lalu mendapat perhatian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Melalui Kemenkeu Peduli, diserahkan bantuan sosial berupa uang tunai sebesar Rp 250 juta kepada para korban terdampak badai Seroja.

Pantauan TIMEX, bantuan itu diserahkan Kepala Sekretariat Perwakilan Kemenkeu NTT, Nur Arif Wiriayanto dan diterima Sekretaris Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis NTT, yang juga Asisten I Setda NTT, Benyamin Lola didampingi Asisten III, Yohana E. Lisapalily, bertempat di Posko Komando Tanggap Darurat, aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Jumat (9/4).

“Bantuan Kementerian Keuangan Peduli sebesar Rp 250 juta sudah kami transfer melalui rekening Bank NTT Peduli sejak kemarin (Kamis, 8/4, Red) jam sebelas siang. Total dana bantuan ini merupakan hasil instruksi Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati kepada seluruh jajarannya untuk bahu membahu secara maksimal guna membantu masyarakat terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur,” jelas Nur Arif yang saat itu didampingi sejumlah pegawai Perwakilan Kementerian Keuangan NTT.

Menurut Nur Arif, Siklon Tropis Seroja yang melanda NTT berdampak terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi, yaitu banjir, angin kencang, dan tanah longsor. Bencana tersebut menyebabkan terjadinya korban jiwa dan materi bagi sebagian masyarakat di NTT.

“Atas musibah tersebut, Menteri Keuangan beserta seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam. Secara khusus Menteri Keuangan mengajak kepada kita semua untuk mendoakan seluruh korban agar mendapatkan kekuatan dan mampu menghadapi cobaan ini dan segera dipersatukan kembali dalam kondisi baik,” ujarnya.

Kemenkeu, kata Nur Arif, sebagai organisasi pemerintah selain menjalankan tugas dan fungsi pemerintah, juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap musibah yang dialami masyarakat, sebagaimana yang dialami warga NTT saat ini.

Karena itu, lanjutnya, melalui program Kemenkeu Peduli yang menghimpun dana khususnya dari para pegawai Kemenkeu di seluruh unit kerja, akan berusaha hadir untuk membantu meringankan beban atas musibah yang terjadi pada masyarakat.

“Program Kementerian Keuangan Peduli merupakan sebuah ikhtiar kebaikan untuk menembus kesulitan tanpa sekat yang selalu diupayakan oleh Kementerian Keuangan. Kementerian Keuangan Peduli saat ini hadir di tengah upaya meringankan beban korban dampak musibah yang ditimbulkan Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur,” jelas Nur Arif.

Kehadiran Kemenkeu Peduli, demikian Nur Arif, merupakan salah satu upaya nyata dalam mempererat tali hubungan sesama anak bangsa tanpa melihat perbedaan. “Semoga kehadiran Kementerian Keuangan Peduli di tengah penanganan pasca bencana ini dapat membantu meringankan beban para korban, dan dapat mengajak seluruh pihak untuk terlibat membantu penanganan pasca bencana,” harapnya.

Nur Airf menambahkan, bencana yang melanda NTT beberapa hari lalu sempat mengganggu pelaksanaan tugas dan fungsi seluruh unit vertikal Kemenkeu di Provinsi NTT. Walau demikian, sambung Nur Arif, gangguan tersebut hanya berlangsung beberapa waktu saja.

“Pelaksanaan tugas dan fungsi pada seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan di Provinsi NTT terhitung mulai tanggal 6 April 2021 telah dapat memberikan pelayanan kepada para pemangku kepentingan meski dalam kondisi keterbatasan. Layanan yang diberikan terhadap penyaluran dana APBN, penerimaan pajak, penerimaan bea dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak harus tetap berjalan guna menjaga stabilitas perekonomian di NTT. Kami berharap dana bantuan Kemenkeu Peduli yang sudah kami salurkan bisa dipergunakan secara baik, tepat sasaran, dan transparan guna meringankan beban penderitaan para korban bencana di NTT,” tandas Nur Arif

Sekretaris Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis NTT, Benyamin Lola menyampaikan terima kasih kepada Menkeu RI, yang telah berinisiatif membentuk dompet peduli untuk membantu masyarakat dan Pemprov NTT atas bencana badai Seroja ini.

“Satu hal penting yang perlu dipetik dari momentum ini bahwa bantuan ini tidak sekadar bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat dan pemerintah NTT, tapi merupakan ungkapan perasaan ibu Menteri Keuangan dan jajarannya bahwa mereka adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dari pemerintah dan masyarakat NTT,” kata Benyamin Lola. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top