Kabar Gembira, Dinkes Catat Kasus Covid-19 di Kota Kupang Turun 50 Persen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kabar Gembira, Dinkes Catat Kasus Covid-19 di Kota Kupang Turun 50 Persen


RAPID ANTIGEN. Dinkes Kota Kupang melakukan rapid test antigen massal di Gereja Kaisarea BTN Kolhua, Kamis (8/4). Rapid test ini dilakukan bagi masyarakat yang mengungsi ke gereja tersebut karena rumah mereka terkena bencana. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kabar Gembira, Dinkes Catat Kasus Covid-19 di Kota Kupang Turun 50 Persen


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Di tengah penderitaan warga Kota Kupang akan dampak Siklon Tropis Seroja yang melanda sebagian besar wilayah NTT, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang menyampaikan kabar gembira terkait perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di ibukota Provinsi NTT ini.

Sejak virus ini menyebar di Kota Kupang pertama pada 9 April 2020 lalu, untuk pertama kali Dinkes Kota Kupang mencatat adanya penurunan angka kasus Covid-19. Penurunan itu terjadi dalam bulan Maret 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsi mengatakan, penurunan angka ini salah satu faktor karena dampak dari program vaksinasi. “Ini juga karena kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan terus meningkat,” ungkap Sri Wahyuningsi saat diwawancarai Sabtu (10/4).

Sri katakan, beberapa faktor lain yang turut mendukung penurunan angka kasus Covid-19 di Kota Kupang, juga karena kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan, dan melakukan isolasi secara mandiri.

Sri menjelaskan, pada Januari 2021, Dinkes Kota Kupang mencatat penambahan sebanyak 1.541 kasus. Lalu meningkat lagi Februari 2021 dengan jumlah tambahan 2.237 kasus. Kemudian pada Maret, terjadi penurunan jumlah sebanyak 1.420 kasus.

BACA JUGA: Dinkes Kota Rapid Antigen Warga yang Mengungsi di Gereja Kaiserea

Dikatakan, saat ini, yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 505 orang, tersebar di semua puskesmas di Kota Kupang. Rinciannya, Puskesmas Alak (29 orang), Bakunase (87 orang), Kupang Kota (13 orang), Manutapen (13 orang), dan Naioni (7 orang). Lalu Puskesmas Oebobo (55 orang), Oepoi (43 orang), Oesapa (93 orang), Pasir Panjang (31 orang), Penfui (33 orang), dan Puskesmas Sikumana (101 orang). Sementara yang dirawat di rumah sakit sebanyak 108 orang.

“Jadi penerapan 5M menjadi kunci utama, juga peran dari Puskesmas dalam melaksanakan 3T, yakni test, tracing, dan treatment. Menurut WHO, standar yang ditetapkan yaitu melakukan test pada 400 orang per minggu, sementara yang selama ini sudah dilakukan Dinas Kesehatan bersama puskesmas dalam seminggu berhasil melakukan test lebih dari 1.000 orang,” ungkapnya.

Sri menyebutkan, kalau bandingkan jumlah kasus bulan Maret dan Februari, pada Februari Dinkes kirim 100 sampel, yang terkonfirmasi positif sebanyak 80 orang atau angka kasus sebanyak 80 persen. Sementara pada Maret, dari 100 sampel yang dikirim, yang terkonfrimasi positif sebanyak 50 orang atau 50 persen.

“Kita berharap agar dibulan April ini terus terjadi penurunan, ketika pelayanan vaksinasi dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan terus meningkat,” harapnya.

Sri mengaku, semua puskesmas di Kota Kupag telah diminta agar minimal dalam seminggu melakukan satu kali test PCR maupun rapid antigen. Kegiatan itu dilakukan dengan melihat angka kasus dan hasil penelusuran kasus di wilayah pelayanan puskesmas setempat.

“Jadi bisa dikatakan penurun kasus Covid-19 di Kota Kupang sejak Februari sampai April hampir 50 persen, dan diharapkan akan terus menurun,” ucap Sri. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top