Benahi Listrik, Kru PLN Rela Tinggalkan Keluarga | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Benahi Listrik, Kru PLN Rela Tinggalkan Keluarga


DISKUSI. (kiri ke kanan) Manajer Komunikasi PLN UIW NTT, Ita Yupukoni, Direktur PT Timor Express Intermedia Kupang, Haeruddin, GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dan Manajer UP3 Kupang, Arif Rohmatin sedang berdiskusi terkait perbaikkan jaringan kelistrikan diwilayah NTT setelah bencana alam pekan kemarin bertempat di Aula Lantai II Gedung Graha Pena Timor Express, Sabtu (10/4). (BORGIAS KOLO/TIMEX)

Advetorial

Benahi Listrik, Kru PLN Rela Tinggalkan Keluarga


Cuaca Buruk, Distribusi Peralatan Sulit Masuk Sarai dan Flotim//

KUPANG, TIMEXKUPANG.com- Upaya membenahi jaringan kelistrikan di wilayah NTT punya kesan sendiri bagi pimpinan dan staf PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT. Betapa tidak, agar listrik bisa kembali pulih, maka mereka rela meninggalkan keluarganya dan turun langsung ke lapangan untuk membereskan jaringan kelistrikan.

“Demi masyarakat NTT dan untuk tetap memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya pelanggan PLN, kami semua mulai pimpinan sampai staf rela tinggalkan keluarga. Kami turun langsung ke lapangan siang malam tanpa kenal lelah untuk memperbaiki jaringan kelistrikan kita rusak parah dimana-mana. Ini semua karena rasa cinta kepada masyarakat khusus pelanggan PLN yang ada di NTT,” ungkap Manajer Komunikasi PLN UIW NTT, Ita Yupukoni saat mendampingi kunjungan General Manajer (GM) PLN NTT, Agustinus Jatmiko ke Graha Pena Timor Express, Sabtu( 10/4).

GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dalam kunjungannya ke Graha Pena Timor Express, diterima Direktur PT Timor Express Intermedia, Haeruddin. Pertemuan dilangsungkan di Aula Lantai II Graha Pena Timor Express.

Pada kesempatan itu, Agustinus Jatmiko mengatakan bahwa betapa sulit dan beratnya penanganan jaringan kelistrikan di wilayah NTT. Walau demikian, kondisi itu tak menyurutkan niat mereka untuk bekerja.

“Setelah bencana, memang banyak jaringan liatrik yang rusak cukup parah. Kerusakan ini karena tertindih pohon yang tumbang. Kami terpaksa kerja keras untuk potong kayu-kayu besar itu dan pindahkan biar bisa perbaiki jaringan yang putus dan lain sebagainya sehingga masyarakat secepatnya mendapat pelayanan penerangan dari PLN seperti semula. Saat ini, progres perbaikan jaringan rusak makin maju, mudah-mudahan cepat selesai,” kata GM PLN UIW NTT.

Diakuinya, pembenahan kerusakan jaringan listrik di wilayah NTT hingga saat ini berlangsung lancar. Semua ini berkat dukungan dari pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten/kota se -Provinsi NTT.

“Hari pertama setelah bencana, kami langsung koordinasi dengan Gubernur, Danrem dan Kapolda. Syukur, berkat dukungan yang baik maka khusus Kota Kupang hari pertama langsung tiga gardu utama yang rusak seperti di jalur Lippo dan El Tari langsung berfungsi kembali,” ungkap Jatmiko.

Diakuinya, untuk memulihkan kembali jaringan listrik PLN yang rusak di wilayah NTT, maka pihaknya membutuhkan waktu dan tambahan tenaga kelistrikan dalam jumlah yang cukup banyak. Karena itu, selain mengandalkan staf PLN yang ada di wilayah NTT, pihaknya mendapat tambahan dukungan tenaga dari luar NTT, seperti Makasar, Bali, Surabaya, Jakarta dan Semarang serta beberapa daerah lainnya.

“Hari ini (Sabtu, Red), kami dapat tambahan tenaga dari Jakarta dan Semarang. Mereka akan membantu mempercepat perbaikkan jaringan kelistrikan yang belum pulih seperti di Rote dan Sabu Raijua (Sarai). Kami minta dukungan masyarakat biar masalah kerusakan jaringan listrik cepat teratasi sehingga masyarakat bisa menikmati pelayanan PLN lebih baik lagi,” katanya.

Agustinus Jatmiko mengaku bahwa hingga akhir pekan lalu, pihaknya mengalami kesulitan distribusi peralatan PLN ke lokasi bencana seperti ke Kabupaten Sabu Raijua dan Flores Timur (Flotim). Sebabnya karena akses transportasi ke kedua wilayah itu mengalami kerusakan berat sehingga bantuan PLN praktis mengalami kesulitan.

Sabu Raijua misalnya, distribusi peralatan ke daerah itu sulit dilakukan karena dermaga yang selama ini digunakan untuk berlabuh mengalami kerusakkan cukup serius. Kesulitan yang sama dialami PLN ketikan mengantar bantuan peralatan ke beberapa lokasi bencana di wilayah Kabupaten Flotim.

“Mudah-mudahan, kesulitan yang ada saat ini cepat teratasi sehingga semua kerusakan jaringan listrik yang ada di daerah NTT cepat pulih sebelum awal Mei sebagaimana target awal kami beberapa waktu lalu,” kata Agustinus Jatmiko.

Sementara Direktur PT Timor Express Intermedia Kupang, Haeruddin mengapresiasi kinerja PLN UIW NTT yang cepat dan tanggap merespon masalah kerusakan jaringan listrik di NTT.

“Kami senang dan bangga dengan kinerja dan pelayanan PLN UIW NTT dalam menangani masalah kerusakkan jaringan kelistrikan yang terjadi setelah bencana. Dalam beberapa hari saja sebagian besar kerusakan jaringan listrik di Kota Kupang sudah teratasi dengan baik. Saya mendapat informasi bahwa sampai pagi ini (Sabtu, Red), progres perbaikan jaringan listrik sudah mencapai 70 persen. Ini sebuah kinerja yang sangat bagus bagi masyarakat NTT,” ungkap Haeruddin saat menerima kunjungan GM PLN UIW NTT.

Menurut Haeruddin, masalah kerusakkan jaringan listrik PLN di NTT bakal cepat selesai jika ada dukungan masyarakat sekitar. Karena itu maka Haeruddin meminta masyarakat sekitar untuk bahu membahu membersihkan pepohonan yang tumbang di sekitar wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

“Ini penting, mengingat kondisi kerusakan jaringan listrik di NTT cukup parah. Jadi butuh dukungan dan kerja sama yang baik sehingga masalahnya cepat teratasi. Kalau kita semua tunggu petugas PLN yang datang bersihkan pohon-pohon yang jatuh, terus kapan masalah bisa selesai. Karena kerusakkan terjadi dimana-mana ,” kata Haeruddin. (ogi/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top