Gelombang Pasang di Kupang Tenggelamkan Perahu, 5 Nelayan Meninggal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gelombang Pasang di Kupang Tenggelamkan Perahu, 5 Nelayan Meninggal


Gelombang pasang saat menerjang Pantai Warna, Kelurahan Oesapa, Sabtu (3/4). Di pantai ini seorang warga tenggelam karena perahunya terempas gelombang tinggi. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Gelombang Pasang di Kupang Tenggelamkan Perahu, 5 Nelayan Meninggal


Total Korban Badai Seroja di Kota Kupang 6 Orang, 1 Warga Tertimpa Pohon

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang merilis data korban jiwa dan harta benda yang menimpa warga Kota Kupang saat terjangan Siklon Tropis Seroja yang memicu hujan deras disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor. Hingga kemarin (10/4), total korban meninggal di Kota Kupang sebanyak enam orang. Lima orang merupakan nelayan yang tenggelam bersama perahunya di sepanjang pesisir utara Kupang, dan satu warga tertimpa pohon tumbang.

Mereka yang meninggal karena perahu tenggelam adalah Salma Tefbana, 23. Salma meninggal karena perahunya tenggelam di Pantai Warna Oesapa, Kelurahan Oesapa. Kedua, Marten Sabu, 40, meninggal setelah perahu terempas gelombang di Oeba, Kelurahan Fatubesi. Ketiga Maka Mahmud alias Aco, 43, juga meninggal di Pantai Oeba akibat perahu tenggelam.

Dua nelayan lainnya yang juga meninggal di Pantai Oeba karena perahu tenggelam adalah Fatuhi Djuru Mbaru, 33, dan Max Lasarus Learn, 44.

Asisten II Setda Kota Kupang, Elvianus Wairata menjelaskan, untuk kronologis kejadian, tidak diketahui secara pasti, pihaknya hanya mendapatkan laporan saja.

“Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk memulihkan keadaan pasca bencana. Termasuk membersihkan sisa-sisa ranting dan daun serta batang pohon yang tertumpuk, dan pohon tumbang yang masih menutupi jalan,” kata Elvianus Wairata yang ditunjuk Wali Kota selaku penanggung jawab pemulihan pasca bencana.

Pejabat yang akrab disapa Ely Wairata itu mengatakan, Pemkot juga memberi perhatian terhadap para pengungsi yang saat ini diamankan di posko-posko pengungsian. Intinya Pemkot berusaha agar para pengungsi ditangani secara manusiawi.

Ely menyebutkan, sejumlah posko telah dibangun di sejumlah titik dalam wilayah Kota Kupang. Rinciannya posko pengungsian di SD Oesapa, SD AL- Fitrah Oesapa sebanyak 36 KK/200 jiwa, Masjid Al- Baitun Qadrin (45 KK/280 jiwa), Gereja Bet`el Oesapa (37 KK/165 jiwa), Gereja Maranatha Oebufu (35 KK/180 jiwa), Gereja Kaiserea BTN (25 KK/200 jiwa), SDI Oesapa Kecil (32 KK/160 jiwa). Kemudian SD Inpres Labat sebanyak 18 KK/84 jiwa dan SD Kristen Kuasaet sebanyak 54 KK/300 jiwa.

BACA JUGA: Gelombang Pasang Tenggelamkan Puluhan Perahu Nelayan Oesapa, juga Terobos Rumah dan Pasar

“Pelayanan kesehatan terus berjalan di titik pengungsian dan telah dilakukan rapid antigen di satu titik pengungsian guna memastikan kondisi kesehatan para pengungsi,” kata Ely.

Saat ini, demikian Ely, upaya yang dilakukan Pemkot Kupang adalah pendataan korban, pembersihan, dan evakuasi pohon tumbang di jalan-jalan protokol, mendirikan posko terpadu penanganan bencana alam Siklon Tropis Badai Seroja, melakukan pelaporan dan penyebaran/ update informasi dampak bencana di Kota Kupang secara periodik dan insidentil .

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kejadian bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba, tetap update cuaca terkini dari BMKG, bergotong-royong membersihkan pohon yang tumbang serta puing-puing rumah yang terbongkar,” katanya.

Ely memastikan, hingga saat ini, secara umum wilayah Kota Kupang aman terkendali dan kondusif. Dukungan berupa bantuan untuk para korban terdampak bencana juga sudah berdatangan dari berbagai pihak. Antara lain, dukungan logistik dari Bank BTN Kota Kupang , Alfamart Kota Kupang , pihak Pembangunan Bendungan Manikin Kabupaten Kupang Paket 1, Oppo SmartPhone Kota Kupang, Liions Club Makasar-Kota Kupang, dan BIN Kota Kupang. Untuk bantuan peralatan berat ada dari PT Trakindo Kota Kupang yang menyiapkan alat berat untuk evakuasi sampah dimana-mana.

Menurut Ely, Pemkot Kupang sejak 8 April 2021 sampai dengan Jumat (9/4), telah mendistribusikan berbagai bantuan sembako kepada masyarakat terdampak. Bantuan itu berupa selimut, susu balita 5+, ikan kaleng, biskuit, telur, beras, vitamin, perlengkapan mandi, minyak goreng, gula pasir, dan mie instan.

“Dukungan logistik dapur lapangan di satu titik pengungsian pelayanan kesehatan terus berjalan ke titik-titik pengungsian dan telah dilakukan rapid test antigen,” terangnya. (*)

Penulis: Fenti Anin

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top