Hotel di Kupang Mendadak Penuh Pasca Badai Seroja, Tapi Sulit Dapat Sayur dan Ikan Laut | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hotel di Kupang Mendadak Penuh Pasca Badai Seroja, Tapi Sulit Dapat Sayur dan Ikan Laut


TERDAMPAK BENCANA. Salah satu keluarga terdampak bencana Siklon Tropis Seroja terpaksa mengungsi ke hotel Sahid T-More Hotel Kupang. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

Hotel di Kupang Mendadak Penuh Pasca Badai Seroja, Tapi Sulit Dapat Sayur dan Ikan Laut


Tamu Terpaksa Diberi Makan Apa Adanya

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Tingkat hunian hotel di Kota Kupang yang lesu darah sejak pandemi Covid-19 merebak, tiba-tiba meningkat ketika badai Siklon Tropis Seroja melanda sebagian besar wilayah NTT.

Badai yang menerjang wilayah ini sejak Jumat (2/4) hingga Senin (5/4) membuat seluruh hotel, home stay dan sejenisnya di Kota Kupang mendadak penuh. Jurnalis media ini yang coba mencari kamar untuk menginap pada Senin (5/4) malam tak bisa mendapatkan satu kamar pun. Hotel-hotel besar yang didatangi dan home stay, sejak dari parkiran sudah tampak banyaknya kendaraan yang parkir. Bahkan sebagian hotel ada yang kendaraan tamunya terpaksa parkir di jalan raya.

Sejumlah warga yang ditemui mengaku ingin mencari penginapan karena rumahnya terdampak bencana, yang lainnya mengaku ingin mencari colokan listrik karena di hotel-hotel tersedia genzet pasca listrik PLN sistem Timor black out, dan jaringan internet terputus.

Pengelola hotel berbintang di Kota Kupang, seperti Aston Hotel Kupang, Swisss-bellin Crystal, Sotis Hotel, dan Sahid T-More Hotel yang dikonfirmasi wartawan akhir pakan lalu mengakui meningkatnya hunian pasca bencana ini. Hanya sayang, pengelola hotel mengaku kesulitan mendapatkan pasokan sayur-mayur dan ikan laut untuk memenuhi kebutuhan tamu hotelnya.
“Satu dua hari ini kami sulit mendapatkan sayur mayur di pasar juga ikan. Sayuran di pasar tidak ada sehingga menu makanan yang bisa kami siapkan untuk tamu terpaksa kami sesuaikan dengan keadaan. Jadi menu makanannya paling nasi goreng, mie goreng tambah ikan kuah sedikit. Soalnya ikan juga sulit didapat di pasar,” ungkap General Manager (GM) Hotel Sahid T-More Kupang, Tri Arachis saat ditemui di hotelnya, beberapa hari lalu.

Walau kesulitan mendapat sayuran dan ikan di pasar, namun Tri mengakui penghuni hotelnya padat setelah kejadian badai Siklon Tropis Seroja. Tri mengaku, Sahid T-More Hotel juga terdampak langsung badai ini, dimana ada sejumlah kamar di hotel itu yang rusak diterjang angin kencang. “Sahid T-More punya 99 kamar tapi saat ini hanya bisa terjual 78 kamar karena sebagiannya rusak akibat badai La Nina beberapa hari lalu. Saat ini semua kamar sudah terjual, tidak ada lagi yang kosong,” ungkap Tri.

Diakui pula sebagian besar tamu yang memadati hotel Sahid T-More saat ini sebagian besar adalah pengungsi lokal yang rumahnya dirusak badai Siklon Tropis Seroja tiga hari lalu. “Ada juga tamu rutin hotel seperti dari Lion Air dan Batik Air, tapi lebih banyak tamu lokal yang mengungsi karena rumah tinggalnya rusak akibat badai beberapa hari lalu itu,” jelas Tri.

Hal senada disampaikan Humas Aston Kupang Hotel & Convention Center, Leonora Agatha dan Humas Swiss-Belinn Kristal Kupang, Bernadeth Helena Ayuningrum melalui Assistant Secretary and Public Relations, Melinda.

Ditemui secara terpisah, baik Leonora dan Melinda mengaku bahwa seluruh kamar hotel yang layak terjual sudah dipadati tamu pasca badai. Humas kedua hotel berbintang di Kota Kupang ini juga mengakui sejumlah kamar hotelnya saat ini belum layak terjual karena rusak akibat terpaan bencana hidrometeorologi beberapa hari lalu. “Semua kamar yang layak jual sudah terisi kecuali yang lain kami closed karena masih dalam perbaikan. Soal menu makan tamu kami sesuaikan dengan keadaan saat ini” ungkap Leonora.

Sementara itu, Panji salah seorang tamu Sahid T-More Kupang Hotel yang ditemui di halaman depan hotel itu, kemarin (11/4) mengakui terpaksa mengungsi dari Alor ke Kota Kupang karena terdampak badai Siklon Tropis Seroja beberapa hari lalu. “Kami dari Jakarta sebenarnya bertugas di Alor sejak awal April lalu, tapi karena terjebak bencana ini sehingga terpaksa mengungsi tahan di Kota Kupang sambil melihat situasi. Kalau sudah aman baru kami balik Jakarta,” ungkap Panji. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top