Pemkot Kupang akan Relokasi 437 KK Terdampak Bencana Seroja ke Fatukoa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkot Kupang akan Relokasi 437 KK Terdampak Bencana Seroja ke Fatukoa


Asisten II Setda Kota Kupang, Elvianus Wairata (kanan) saat mendampingi Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dsn Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) meninjau rumah warga yang terseret tanah longsor di wilayah RT 03/RW 01, Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin (12/4). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Kupang akan Relokasi 437 KK Terdampak Bencana Seroja ke Fatukoa


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Asisten II Setda Kota Kupang, Elvianus Wairata, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akan merelokasi sebanyak 437 kepala keluarga (KK) terdampak Siklon Tropis Seroja yang rumahnya sudah tidak bisa ditempati lagi.

Elvianus menjelaskan, lokasi yang rencananya akan dijadikan sebagai tempat relokasi bagi warga terdampak, khususnya mereka yang rumahnya berada di daerah aliran sungai akan direlokasi ke Kelurahan Fatukoa.

“Tadi Bagian Tata Pemerintahan bersama dengan Asisten III (Setda Kota) sudah turun ke lokasi, dan sudah lihat lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat relokasi,” ungkap Elvianus saat diwawancarai di Rumah Jabatan Sekda Kota Kupang, Senin (12/4).

Menurutnya, lokasi ini juga sudah disetujui Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore. Terkait anggaran relokasi, Elvianus menyebutkan menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Memang ada skema pembangunan rumah di BNPB, nanti kita lihat, untuk ukuran dan modelnya semua rumah sama, karena satu paket,” kata pejabat yang akrab disapa Ely Wairata ini.

Ely mengatakan, pada lokasi relokasi nanti selain dibangun rumah bagi warga terdampak bencana, juga akan dilengkapi dengan sarana kesehatan, sosial dan fasilitas olahraga, jalan, drainase, dan fasilitas publik lainnya.

“Warga atau mereka yang terdampak sehingga rumahnya harus direlokasi akan menandatangani surat pernyataan bahwa mereka tidak akan kembali atau membangun rumah di tempat semula yang merupakan daerah aliran sungai,” tegasnya.

Apabila warga kembali membangun di daerah yang lama, demikian Ely, tentu akan sangat berisiko karena bisa saja menjadi korban jika ada bencana lagi, sebab merupakan daerah aliran sungai.

Ely menyebutkan, Pemkot Kupang mendata beberapa kelurahan terdampak bencana yang warganya bakal menjadi sasaran relokasi, diantaranya Kelurahan Liliba, Oebufu, Bakunase II, dan Maulafa. “Karena daerah tersebut merupakan daerah aliran sungai yang tidak bisa dijadikan sebagai tempat permukiman,” kata Ely.

Sementara itu, Asisten III, Yanuar Dally mengatakan, lahan untuk relokasi warga yang tersedia di Kelurahan Fatukoa merupakan lahan milik Pemkot Kupang. Dan lahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah bagi warga seluas 4 sampai 5 hektare.

“Prinsipnya Pemerintah Kota Kupang sudah mempersiapkan lahan untuk merelokasi warga yang terdampak khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah bantaran kali,” katanya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top