Warga di Pengungsian Mulai Terserang Ispa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga di Pengungsian Mulai Terserang Ispa


PELAYANAN KESEHATAN. Pertugas medis sedang melayani warga yang mengalami gangguan saluran pernapasan di Posko Gereja Eden Kisbaki, Senin (12/4). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Warga di Pengungsian Mulai Terserang Ispa


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Warga terdampak bencana Siklon Tropis Seroja di NTT mulai terserang penyakit, terutama mereka yang saat ini mengungsi di sejumlah titik pengungsian. Para pengungsi diketahui banyak yang mengidap penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan obat-obatan ke posko-posko pengungsian di seluruh NTT agar bisa menekan penyakit-penyakit yang timbul.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Administrasi Pimpinan (APIP) Setda NTT, Marius Ardu Jelamu ketika ditemui Timor Express di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT, Aula El Tari Kupang, Senin (12/4).

Dikatakan selain ISPA, sejumlah pengungsi juga terindentifikasi mengidap penyakit asma dan sejumlah penyakit bawaan lainnya.

Mantan Kadis Pariwisata NTT itu menyatakan, bagi warga yang sudah semakin parah harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Selain itu, upaya lain juga terus dilakukan seperti memastikan persediaan obat-obatan selalu ada. “Kita sudah kirim obat ke sejumlah daerah di NTT yang terdampak bencana. Dalam giat-giat kita selanjutnya seperti pendistribusian logistik juga akan diperlengkap dengan obat-obatan,” katanya.

Penyakit yang sering dialami akibat gangguan cuaca yang tidak stabil ini juga harus mendapat perhatian serius dari timedis yang siaga di posko pengungsuan. “Kita juga terus memeriksa warga terdampak bencana agar tetap terhindar dari serangan virus covid-19. BNPB memberikan antigen untuk warga secara gratis,” sebutnya.

Disinggung mengenai data jumlah pengungsian terpapar ISPA, Marius tidak memastikan jumlahnya tetap ditegaskan bahwa akibat cuaca yang tidak bersahabat serta kurang beristirahat menjadi pemicu munculnya gangguan pada saluran pernapasan. “Batuk, pilek dan asma mulai dialami warga. Tetapi kita tetap memastikan mereka terus sehat,” tandasnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top