BBM Subsidi Mendadak Langka di TTU, Ini Penjelasan Pengelola SPBU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BBM Subsidi Mendadak Langka di TTU, Ini Penjelasan Pengelola SPBU


ANTREAN PANJANG. Sejumlah kendaraan bermotor mengantre di SPBU 03 Kefamenanu untuk mengisi BBM, Senin (12/4) pagi. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

BISNIS

BBM Subsidi Mendadak Langka di TTU, Ini Penjelasan Pengelola SPBU


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium (bensin) dan solar di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur mendadak langka.

Kelangkaan BBM tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan bermotor, baik roda dua, roda empat maupun roda enam atau lebih di tiga SPBU di wilayah itu. Sejumlah masyarakat yang membutuhkan BBM untuk mendukung aktifitas mereka mengeluhkan kelangkaan tersebut.

Terpantau Timor Express, Senin (12/4) di SPBU-5485601 Kefamenanu, terjadi antrean panjang kendaraan bermotor. Begitu juga di SPBU-5485602 Kefamenanu. BBM bersubsidi jenis premium dan solar habis karena pasokan dari Pertamina untuk penjualan pada Senin (12/4) kemarin belum masuk.

Hal serupa juga terjadi di SPBU-5485603 Kefamenanu. Mereka hanya melakukan penjualan BBM jenis pertalite, pertamax, dexlite. Sedangkan untuk BBM bersubsidi jenis premium dan solar pun mengalami kekosongan akibat pendropingan dari pertamina ke SPBU belum masuk.

Erik Pelokila, warga Kota Kefamenanu kepada Timor Express, Senin (12/4) mengeluhkan kelangkaan BBM bersubsidi tersebut.

Menurut Erik, kelangkaan BBM jenis premium dan solar tersebut mendadak terjadi tanpa alasan yang jelas, apakah karena pengurangan kuota dari pihak Pertamina ataukah adanya dugaan penjualan ilegal yang dilakukan pihak SPBU.

“Anehnya, pagi ini (12/4) kok BBM mendadak langka. Sebenarnya ada apa? Selama ini penjualan BBM di tiga SPBU di Kota Kefamenanu normal saja,” ungkap Erik.

Erik meminta pemerintah daerah bersama pihak pengelola SPBU bisa mengatur penjualan BBM bersubsidi kepada masyarakat sehingga adanya pemerataan dalam pemenuhan kebutuhan akan premium maupun Solar.

Sementara itu, Direktur SPBU-5485603 Kefamenanu, Neti Sadukh mengatakan pasca badai Seroja menerjang NTT, kuota BBM bersubsidi jenis premium dan solar yang diterima pihaknya sangat terbatas.

Dikatakan, dalam sehari, pihaknya hanya memperoleh jatah lima sampai dengan delapan ton BBM bersubsidi jenis premium dari Pertamina. Padahal, biasanya, pihaknya bisa memperoleh hingga 16 ton dalam sehari. Sedangkan untuk BBM bersubsidi jenis solar pihaknya hanya menerima lima ton dari Pertamina.

Menurut Neti, keterbatasan stok BBM bersubsidi jenis premium dan solar tersebut akibat dari badai Seroja yang melanda wilayah NTT termasuk Kabupaten TTU. “Memang benar, hari ini BBM mendadak langka karena pertamina melayani tidak sesuai permintaan dari SPBU,” jelasnya.

Sementara, Karyawan SPBU-5485602, Eman Mafun, mengatakan pasca-siklon Seroja yang melanda wilayah TTU dan NTT secara umum, banyak ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan, putus, dan ambruk. Stok BBM yang awalnya dikirim dari Kupang, terpaksa dialihkan pengirimannya melalui Atapupu.

Untuk pengiriman dari Atapupu, masing-masing SPBU di Kota Kefamenanu hanya memperoleh jatah 5 ton. Jumlah tersebut jelas tidak dapat memenuhi rasio kendaraan dan kebutuhan masyarakat di TTU. Stok BBM yang turun akan langsung habis karena sudah banyak kendaraan mengantre untuk mengisi BBM.

“Berbeda jika pengirimannya dari Kupang, masing-masing SPBU memperoleh jatah 8 ton BBM. Sekarang, minyak dari Kupang dialihkan, jadi ambilnya di Atapupu. Masuknya 5 ton saja. Jumlah ini tidak memenuhi rasio kendaraan yang ada di TTU. Sehingga, tiba langsung habis. Kondisi ini terjadi sejak adanya siklon Seroja, hampir satu minggu,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top