Kader PKB Bagi 200 Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Seroja di Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kader PKB Bagi 200 Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Seroja di Kupang


PEDULI. Roy Riwu Kaho, didamping anggota dan juga Ketua Fraksi PBK DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek menyerahkan bantuan ke posko pengungsian di GMIT Betel Maulafa, Senin (12/4). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

POLITIK

Kader PKB Bagi 200 Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Seroja di Kupang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kader PKB Kota Kupang, Roy Ratu Riwu Kaho memberikan bantuan 200 paket sembako bagi masyarakat Kota Kupang yang terdampak badai tropis Seroja.

Aksi ini sudah dimulai sejak Senin (5/4), dimana Roy Riwu Kaho turun ke rumah-rumah warga terdampak, dan langsung memberikan bantuan sembako. Setiap paket bantuan yang diberikan Roy berisi beras 5kg, minyak goreng, telur ayam, dan gula pasir.

Roy menyasar warga di lokasi terdampak parah badai Seroja, seperti di kelurahan Naikolan, Maulafa, Oepura, dan sekitarnya.

Kader PKB ini juga mengantarkan bantuan sembako ke titik-titik pengungsian warga yang rumahnya rusak berat, salah satunya di GMIT Betel Maulafa yang ditampung 55 KK (278 jiwa).

Kemarin (12/4), Roy Riwu Kaho didampingi anggota yang juga Ketua Fraksi PBK DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek, menyerahkan bantuan ke Posko pengungsian GMIT Betel Maulafa.

Penyerahan bantuan diterima oleh Ketua Posko Bencana Betel Maulafa, Aram Kolifai, didampingi Ketua Pemuda GMIT Betel Maulafa, Kristin Plaituka dan jajaran anggota pemuda lainnya.

Roy Ratu Riwu Kaho mengatakan, disaat bencana seperti ini semua orang mengalami dampak yang sangat merugikan, terutama kerugian secara materil. “Tetapi kalau kita semua duduk diam dan meratapi dampak yang terjadi, lalu siapa yang akan membantu saudara-saudara kita yang kesusahan. Kalau dilihat dari dampak, maka semua orang tentu terdampak, tetapi bagaimana kita bergerak dalam situasi ini, membantu saudara kita yang kondisinya lebih membutuhkan,” katanya.

Roy katakan, dirinya merasa tergerak, sebagai bagian dari masyarakat, dan juga kader PKB, harus berbuat sesuatu untuk meringankan beban sesama yang mengalami kesusahan.

“Situasi ini tentu berdampak secara ekonomi, karena itu, saya turun dan membantu saudara-saudara saya yang lebih susah dari saya, bergerak dengan keterbatasan dan apa yang saya miliki, paling tidak bisa membantu mereka memenuhi kebutuhan perut mereka, itu yang paling utama,” ujarnya.

Masih menurut dia, ada warga yang dia datangi sendiri untuk memberikan bantuan, ada warga yang diimbau untuk langsung mengambil bantuan di rumahnya, bantuan juga disalurkan di posko-posko bencana.

“Kurang lebih sudah 200 paket saya salurkan, bantuan ini akan terus saya berikan, karena saat ini tidak bisa hanya duduk dan melihat saja, kira harus mulai bergerak dan membantu sesama,” kata Roy.

Dia katakan, pasca bencana ini juga, tidak bisa semua menyalahkan pemerintah dan hanya melihat apa yang dilakukan pemerintah. Tetapi bagaimana setiap orang memberikan sumbangsihnya, untuk pemulihan pasca bencana, karena kota Kupang merupakan milik kita semua sehingga kita semua berkewajiban untuk merawat pemulihan.

“Misalnya masalah sampah, tidak bisa semua masyarakat hanya berteriak meminta pemerintah untuk membersihkan dan memotong pohon yang tumbang, harus ada kesadaran gotong-royong. Bencana ini menjadi momentum untuk mempererat kerjasama dan gotong-royong,” katanya.

Roy juga meminta pemerintah untuk memperkuat dan melengkapi armada atau truk sampah, jika memang armada yang ada di Pemkot Kupang terbatas, maka pemerintah dapat meminta bantuan para pihak ketiga, pengusaha, dan kontraktor untuk meminjam sarana yang mereka miliki.

Ketua Posko Bencana GMIT Betel Maulafa, Aram Kolifai mengatakan, tentunya pihak gereja sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak yang datang, termasuk saudara Roy Riwu Kaho.

“Bantuan ini akan segera didistribusikan oleh gereja kepada masyarakat atau jemaat yang terdampak yang ada di GMIT Betel Maulafa,” katanya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top