Lantik 12 Penjabat Kades di Matim, Bupati Agas: Jangan Bekerja Separuh Hati | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lantik 12 Penjabat Kades di Matim, Bupati Agas: Jangan Bekerja Separuh Hati


PELANTIKAN. Bupati Matim, Agas Andreas saat melantik dan mengambil sumpah 12 Penjabat Kades bertempat di Kantor Camat Lamba Leda Selatan, Selasa (13/4). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Lantik 12 Penjabat Kades di Matim, Bupati Agas: Jangan Bekerja Separuh Hati


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas melantik dan mengambil sumpah 12 penjabat Kepala Desa (Kades) untuk empat wilayah kecamatan, bertempat di aula Kantor Camat Lamba Leda Selatan, Kelurahan Mando Sawu, Selasa (13/4) pagi.

Para penjabat ini dilantik karena masa jabatan kades sebelumnya telah berakhir, dan ada tiga kades yang meninggal dunia. Ke-12 penjabat kades yang dilantik hari ini, yakni Penjabat Kades di Desa Compang Kantar dan Desa Sita, Kecamatan Rana Mese, dan penjabat untuk Desa Benteng Rampas di Kecamatan Lamba Leda Timur.

Selain itu penjabat untuk sembilan wilayah desa di Kecamatan Lamba Leda Selatan, masing-masing Desa Bangka Pau, Leong, Golo Ndari, Compang Laho, Gurung Turi, Bangka Kuleng, Pocong, Golo Nderu, dan Desa Bea Wae.

“Penjabat Kades yang dilantik ini bukanlah sekadar melengkapi struktur organisasi pemerintah desa semata, tapi ada hal penting yang perlu dilihat, yakni memiliki eksistensi dan peran strategis. Intinya tugas kalian sama seperti tugas kades definitif,” tandas Bupati Agas dalam sambutannya saat acara pelantikan itu.

Oleh karen itu, lanjut Bupati Agas, sebagai seorang pemimpin di desa, harus mampu me-manage seluruh penyelanggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan. Walaupun berstatus penjabat, namun tugas, kewenangan, hak, kewajiban dan larangan yang berlaku bagi kades, sesuai peraturan peundang-undangan, tetap berlaku dan melekat dalam diri seorang penjabat kades.

“Pesan saya, bekerjalah dengan sepenuh hati. Jangan bekerja separuh hati. Bekerjalah secara maksimal dan layani masyarakat dengan setulus hati,” pesan Bupati Agas.

BACA JUGA: Lantik 17 Penjabat Kades di Dua Kecamatan, Wabup Matim Tekankan Hal Ini

Menurutnya, penjabat kades sebagai ujung tombak dari penyelenggara pemerintah daerah, dituntut memiliki pengetahuan lebih dan mampu melakukan pelayanan yang baik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membawa perubahan dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Bupati Agas juga meminta para penjabat untuk pahami dan lakukan tugas dengan sungguh-sungguh sesuai kewenangan yang dimiliki dalam menyukseskan setiap program di desa. Dengan demikian diharapkan tercipta keadilan bagi para pelaku pembangunan di desa.

“Saya minta penjabat kades harus merangkul semua komponen yang ada. Termasuk merangkul perangkat desa bersama masyarakat, agar dapat saling membantu, bahu membahu dalam menyukseskan program pembangunan di desa. Serta yang paling penting itu, mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kades definitif. Kegiatan pemilihan kades di tangan Anda semua harus sukses,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Agas juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para kades yang telah berakhir masa jabatannya dan telah meninggal dunia. Selama menjabat sebagai kades, mereka telah menjadi ujung tombak pembangunan di Matim.

“Sebagai unsur pemerintahan desa, penjabat kades dan BPD merupakan mitra. Untuk itu saudara-saudara harus dapat membangun komunikasi yang harmonis, berkoordinasi dan konsultasi dan konsultasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan,” pungkas Bupati Agas.

Terpantau, acara pengambilan sumpah dan pelantikan jataban bagi 12 pejabat kades ini dihadiri Wakil Bupati Matim, Stef Jaghur, Wakil Ketua DPRD, Dami Damu, pimpinan OPD, para camat, saksi rohaniwan katolik, Romo Hilarius Tika, para istri penjabat kades, tokoh masyarakat, dan undangan lain. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top