Relokasi Rumah Warga Korban Bencana di Kota, Ini Permintaan Gubernur ke Pemkot | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Relokasi Rumah Warga Korban Bencana di Kota, Ini Permintaan Gubernur ke Pemkot


PANTAU KOTA. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat didampinggi Walikota Kupang, Jefri Tiwu Kore ketika memantau warga terdampak bencana di kokasi pengungsian, Senin (12/4). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Relokasi Rumah Warga Korban Bencana di Kota, Ini Permintaan Gubernur ke Pemkot


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Badai Siklon Tropis Seroja yang melanda wilayah NTT beberapa waktu lalu menyisakan penderitaan bagi para korban, baik kehilangan anggota keluarga maupun harta benda. Di Kota Kupang misalnya, ratusan rumah warga luluh lantak akibat badai itu. Bahkan tak bisa ditinggali. Rumah-rumah yang dibangun di bantaran kali akan direlokasi pemerintah ke lokasi yang lebih aman.

Di Kota Kupang terdata 475 rumah yang bakal direlokasi karena mengalami kerusakan berat. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang telah menyiapkan lokasi, dan pembangunan didukung pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore saat mendampinggi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat (VBL) memantau korban bencana Seroja mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan kerusakan berat, sedang, dan ringan.

Berdasarkan data, terdapat 475 rumah mengalami rusak berat dan harus direlokasi. “Ada 475 rumah yang harus direlokasi. Semalam kami sudah rapat dan mengecek lokasi untuk relokasi. Peluang besar adalah di Manulai, tanah milik pemerintah kota. Mudah-mudahan SK-nya bisa kelar hari ini untuk segera dikirimkan ke pemerintah pusat,” kata Jefri Riwu Kore.

Lebih lanjut Jefri mengungkapkan, untuk menghindari terjadinya permasalahan di kemudian hari, Pemkot Kupang akan melakukan beberapa upaya secepatnya. “Langkah berikutnya, kita akan segera kumpulkan mereka untuk memastikan mereka mau pindah ke sana. Kemarin kita ketemu dengan mereka semuanya dan mereka sampaikan secara lisan oke. Sehingga kita juga akan minta mereka buat pernyataan tertulis sehingga tidak ada protes di kemudian hari,” ungkap mantan anggota DPR RI itu.

Disampaikan jumlah pengungsian juga masih sangat banyak dan ditampung di sejumlah titik pengungsian dan lokasi bencana yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kupang.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, Pemkot Kupang telah menyiapkan lahan seluas lima hektar dan paling lambat Rabu (14/4) semua data-data sudah rampung untuk dikirim ke pemerintah pusat.

BACA JUGA: Pemkot Kupang akan Relokasi 437 KK Terdampak Bencana Seroja ke Fatukoa

“Kita harus begerak cepat mendata dan memastikan warga pinda ke lahan yang direlokasi karena pembangunan rumah warga mendapat intervensi anggaran pemerintah pusat,” katanya.

Selain itu data rumah yang rusak ringan dan sedang sehingga segera dibantu anggaran untuk pengadaan paku, kayu, dan seng agar bisa memperbaiki rumahnya.

“Kecuali warga yang rumahnya direlokasi, kita bantu uang sebesar Rp 500.000 untuk bisa menyewa rumah untuk tinggal sementara. Tujuannya supaya tidak terjadi lagi kerumanan yang bisa menyebabkan penyebaran covid-19,” jelasnya.

Disampaikan, warga yang direlokasi termasuk mereka yang tinggal dibantaran kali, lokasi rawan longsor. “Kita mendorong hari rabu itu data sudah lengkap lalu diproses untuk membangun kembali rumah,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur VBL didampingi Walikota Kupang, Jefri Tiwu Kore serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup provinsi dan kota melakukan pemantaun kondisi warga pasca bencana.

Kunjungan ini dawali dari Posko IV, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Posko III, Kampung Amanuban Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo, Gereja GMIT Kaisarea BTN Kolhua Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa, SD Inpres Labat Kelurahan Bakunase 2 Kecamatan Kota Raja, dan Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen, dan memantau warga di Lorong Jati Kelurahan Manutapen dan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Air Nona, Kelurahan Naikoten 1 Kecamatan Kota Raja. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top