Badai Seroja, Dinas PUPR Kota Kupang Beber Jumlah Fasilitas Publik yang Rusak | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Badai Seroja, Dinas PUPR Kota Kupang Beber Jumlah Fasilitas Publik yang Rusak


AKIBAT SEROJA. Bagian dari gedung Gereja Batel Maulafa yang roboh akibat hantaman angin badai Seroja di Kota Kupang, Senin (5/4) dinihari. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Badai Seroja, Dinas PUPR Kota Kupang Beber Jumlah Fasilitas Publik yang Rusak


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Hengki Ndapamerang mengatakan, pihaknya telah mendata kerusakan fasilitas publik di wilayah ini yang rusak akibat diterjang angin kencang, hujan deras, banjir dan tanah longsor efek dari Siklon Tropis Seroja yang menghantam sebagian besar wilayah NTT akhir pekan lalu.

Fasilitas publik yang dimaksudkan Hengki adalah sarana pendidikan, kesehatan, gedung peribadatan, fasilitas perdagangan, sarana perkantoran pemerintah, infrastruktur jalan dan drainase, taman-taman, serta lampu penerangan jalan umum (LPJU).

“Untuk fasilitas umum yang mengalami kerusakan sementara dilakukan pendataan, baik itu taman, drainase, jalan umum, dan lampu penerangan jalan umum atau LPJU. Juga fasilitas pemerintah, rumah ibadah, dan lainnya,” ungkap Hengki saat diwawancarai di rumah jabatan Sekda Kota Kupang, Senin (12/4).

Hengki menyebutkan, berdasarkan data sementara, fasilitas publik yang mengalami kerusakan diantaranya 39 gedung/sarana pendidikan, 13 fasilitas kesehatan, 67 fasilitas peribadatan, 2 infrastruktur ruas jalan, 11 fasilitas perdagangan, dan 18 fasilitas pemerintah.

Hengki menjelaskan, untuk LPJU, kejadian ini merupakan bencana alam, bencana yang tidak diinginkan, dan bukan dibuat, sehingga tidak bisa serta-merta meminta tanggung jawab dari pihak ketiga.

“Kerusakan yang ditimbulkan ini bukan disengaja. Kejadian ini merupakan force majeure, sehingga tentu akibat yang ditimbulkan ini terjadi kerusakan dan tidak bisa langsung membebankan kepada pihak ketiga atau rekanan,” katanya.

Yang bisa dilakukan, demikian Hengki, adalah membangun koordinasikan dengan pihak ketiga yang terkait dengan harapan mereka bersedia memberikan bantuan. “Misalnya menanggung setengah perbaikan. Sampai saat ini kita belum memastikan jumlah kerusakan LPJU secara pasti karena masih terus dilakukan pendataan di lapangan. Data sementara jumlahnya mencapai puluhan,” terangnya.

Hengki mengaku, sebenarnya tiang lampu itu sangat kuat, tetapi karena banyak pohon yang roboh menimpa tiang listrik sehingga terjadi kerusakan.

Hengki menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak ketiga atau rekanan untuk memberikan bantuan armada truk guna membantu mengangkut sampah atau material sisa badai yang berserakan di jalanan.

“Kita sudah koordinasi dan sudah ada respon, sudah ada bantuan belasan truk sampah dari beberapa pihak ketiga. Kami tentu sangat berterima kasih atas kerja sama semua pihak, untuk membantu memulihkan Kota Kupang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan E-Goverment, Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Kupang, Andre Otta mengatakan, pihaknya telah membuat sebuah aplikasi untuk update data bencana di Kota Kupang. Aplikasi ini akan menerbitkan data bencana dari Posko Penanganan Bencana Badai Seroja di Kota Kupang setiap pukul 18.00 Wita. “Jadi kita juga imbau masyarakat untuk mengirimkan data bencana, di serojakotakupang.wordpress.com,” kata Andre Otta. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top