Atasi Dampak Badai Seroja, Gerakan Pramuka Bersihkan Sampah di Kota Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Atasi Dampak Badai Seroja, Gerakan Pramuka Bersihkan Sampah di Kota Kupang


BERSIHKAN SAMPAH. Anggota Gerakan Pramuka NTT saat membersihkan sampah yang menumpuk di Jl. W. Z Johannes, samping RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Rabu (14/4). (FOTO: HUMAS KWARDA PRAMUKA NTT)

PENDIDIKAN

Atasi Dampak Badai Seroja, Gerakan Pramuka Bersihkan Sampah di Kota Kupang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTT melakukan kegiatan pembersihan sampah di sejumlah titik di Kota Kupang, Rabu (14/4).
Pembersihan tumpukan sampah dampak dari badai Siklon Seroja melibatkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Kupang, sejumlah Gugus Depan (Gudep) di Kota Kupang, dan didukung jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Dinas Kebersihan Kota Kupang.

Titik-titik sampah yang menjadi kegiatan Kwarda NTT, yakni Jalan El Tari depan Hotel Cendana, samping RS Prof. Dr. W. Z. Johanes, depan Gereja Katedral Kupang, belakang SMAN 2 Kupang, dan di depan Museum Negeri Kupang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P & K) Provinsi NTT, Linus Lusi yang dijumpai di sela-sela kegiatan pembersihan mengapresiasi keterlibatan Pramuka dalam penanganan pasca badai Seroja.

“Dalam situasi tanggap darurat seperti ini, membutuhkan keterlibatan seluruh komponen. Saya senang Pramuka terlibat membantu pembersihan sampah, dan ini sangat membantu,” ujar Linus
Linus dalam keterangan tertulis Humas Kwarda Pramuka NTT, Rabu (14/4).

Menurut Linus, kegiatan gotong-royong ini dapat membantu penguatan karakter dan nilai yang dimiliki oleh anggota Pramuka. “Nilai cinta lingkungan dan peduli kebersihan harus menjadi karakter dasar warga Kota ini, Gerakan Pramuka harus menjadi pelopor dan penggerak,” kata Linus.

Sementara, Ketua Kwarda Pramuka NTT, Sinun Petrus Manuk mengatakan, kegiatan pembersihan ini merupakan bagian dari gerakan Pramuka Peduli di NTT. Meski banyak anggota Pramuka yang terdampak bencana Seroja, gerakan Pramuka tetap ambil bagian dalam penanganan tanggap darurat.

“Kita bergotong-royong dalam penanganan darurat bencana, kami kerahkan semua komponen Pramuka untuk membantu, ini panggilan kemanusiaan,” kata Sinun.

Sinun menambahkan, respon Gerakan Pramuka di NTT melibatkan Kwartir Daerah, Dewan Kerja Daerah, Kwartir Cabang dan Dewan Kerja Cabang di seluruh NTT. Kegiatan yang dilakukan dalam tanggap darurat yaitu pembetukan Posko di Kantor Kwarda NTT dan di Kwarcab yang terdampak bencana, penggalangan donasi, terlibat dalam pencarian korban, dapur umum, penyaluran bantuan, trauma healing bagi anak-anak, dan pembersihan lingkungan.

“Trauma Healing sudah kami lakukan pekan lalu, dan sangat bermanfaat untuk anak-anak, kami akan lanjutkan lagi di sejumlah lokasi penampungan pengungsi,” tandas mantan Kadis Sosial Provinsi NTT ini.

Kegiatan pembersihan sampah akan dilanjutkan pada hari Jumat sebagai bagian dari Jumat Bersih Pramuka NTT. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top