Beredar Isu Badai Seroja Muncul Lagi Bulan Mei, Begini Penjelasan BMKG | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Beredar Isu Badai Seroja Muncul Lagi Bulan Mei, Begini Penjelasan BMKG


DAMPAK SEROJA. Seorang ibu di Kabupaten Sabu Raijua berdiri di atas batang kelapa yang tumbang menimpa rumahnya akibat terjangan angin kencang Siklon Tropis Seroja beberapa hari lalu. BMKG meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai isu-isu tentang badai susulan, dan tetap memonitor informasi resmi BMKG. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Beredar Isu Badai Seroja Muncul Lagi Bulan Mei, Begini Penjelasan BMKG


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kupang meminta masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tidak mudah mempercaya isu atau informasi yang berkembang bahwa badai Siklon Tropis Seroja akan kembali melanda NTT lagi pada Mei 2021.

BMKG Stasiun Meteorologi Kupang dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak dibuat atau disebarkan oleh BMKG. “Potensi terjadinya siklon tropis yang berdampak langsung di wilayah NTT pada bulan Mei sangat kecil,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Agung Sudiono Abadi, S.Si., dalam keterangan tertulis yang diterima TIMEX, Kamis (15/4).

Agung Sudiono menekankan bahwa jika terdapat potensi cuaca ekstrem, BMKG akan segera merilis peringatan dini secara resmi melalui akun resmi BMKG.

“Jadi masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu. Pastikan informasi yang berkaitan dengan fenomena cuaca, iklim, dan gempa bumi didapat dari lembaga resmi
pemerintah yakni BMKG,” ungkap Agung Sudiono.

Diberitakan sebelum, BMKG mendeteksi kemunculan bibit siklon tropis dengan kode 94W yang tumbuh di wilayah Samudra Pasifik sebelah utara Papua, Selasa (13/4). Dampak cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung sampai 19 April 2021.

BACA JUGA: Waspadai Bibit Siklon Tropis 94W, BNPB Kirim Peringatan ke 30 Gubernur

BACA JUGA: Badai Seroja Pergi, Muncul Siklon Tropis Odette, BMKG: Waspadai Dampak Tak Langsung

Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta melaporkan kondisi pada Selasa pagi (13/4), sistem 94W berada sekitar 1.010 kilometer sebelah utara timur laut Biak dengan arah gerak menuju barat laut dengan kecepatan 10 knot (18 km/jam). Kecepatan angin maksimum 30 knot atau 55 km/jam.

Prediksi 24 jam atau Jumat (14/4) pukul 07.00 WIB, 94W diperkirakan berada sekitar 1.070 km sebelah utara timur laut Biak menuju barat laut dengan kecepatan perlahan bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum 35 knot atau 65 km/jam.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan bahwa keberadaan bibit siklon tropis 94W dalam 24 jam ke depan itu memberikan dampak tidak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah di tanah air.

Terkait dengan itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan peringatan kepada 30 gubernur di Indonesia untuk mewaspadai potensi bibit siklon tropis 94W. Kewaspadaan tersebut disampaikan melalui surat bertanggal 13 April 2021. (mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top