MK Diskualifikasi IE-Rai, KPU NTT Siap Eksekusi Putusan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

MK Diskualifikasi IE-Rai, KPU NTT Siap Eksekusi Putusan


Ketua KPU NTT, Thomas Dohu. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

POLITIK

MK Diskualifikasi IE-Rai, KPU NTT Siap Eksekusi Putusan


Anulir Penetapan PaslonTerpilih oleh KPU, MK Perintahkan Pilkada Ulang

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan kemenangan pasangan bupati Orient Patriot Riwu Kore-Thobias Uly (Paket IE-Rai) pada Pilkada Sabu Raijua 2020. Keputusan pembatalan itu dibacakan Hakim MK Saldi Isra dalam sidang Pengucapan Putusan pilkada Sabu Raijua yang digelar di Gedung MK, Jakarta, Kamis (15/4).

Sesuai bukti-bukti yang disampaikan oleh MK, di antaranya Orient Riwu Kore adalah warga negara Amerika Serikat yang dibuktikan dengan kepemilikan paspor Amerika sejak 2007-2017 dan diperpanjang dari 2017-2027.

“Paspor nomor 57490486 yang berlaku 10 Juli 2017-9 Juli 2027, sebelumnya paspor nomor 430562714 yang dikeluarkan 11 Agusut 2007-10 Agusut 2017,” kata Saldi Isra.

Dengan dibatalkannya kemenenangan Orient, otomatis wakil bupati terpilih Thobis Uly juga gugur. MK menetapkan pilkada Sabu Raijua digelar ulang dalam tempo satu bulan dan hanya diikuti dua pasangan calon.

Dalam amar putusan majelis hakim MK, menyatakan mengabulkan permohonan penggugat untuk sebagian, membatalkan keputusan KPU Kabupaten Sabu Raijua Nomor: 342/HK.03.1-kpt/5320/KPU-Kab/XII/2020 tentang penetapan rakapitulasi hasil perhitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua tertanggal 16 Desember 2020.

Selain itu, memerintahkan kepada KPU untuk mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 2 dari kepesertaan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua dan membatalkan keputusan KPU.

“MK berpendapat harus diaksanakan pemungutan suara ulang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2020 dengan hanya menyertakan, dua pasangan calon, yaitu PasanganCalon Nomor Unut 1 (Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si. dan Yohanis Uly Kale) dan Pasangan Calon Nomor Unut 3 (Ir. Taken Radja Pono, M.Si dan Herman Hegi Radja,” sebutnya.

Terkait putusan tersebut, Ketua KPU NTT, Thomas Dahu mengatakan putusan MK tersebut bersifat final dan mengikat sehingga harus ditindaklanjuti isi putusan tersebut oleh penyelenggara.

“Terhadap putusan ini, kami berkoordinasi secara internal terkait persiapan dan membahas waktu pelaksanaan PSU-nya,” ujar Thomas.

Ditambahkan pelaksanaan ini juga tidak terlepas dari dukungan anggaran maka perlunya koordinasi internal serta pihak-pihak terkait seperti pemerintah daerah setempat.

“Rekan-rekan KPU Sabu Raijua tengah berada di Jakarta dan langsung berkoordinasi dengan KPU RI dan seperti apa putusan tersebut ditindaklanjuti KPU di tingkat kabupaten,” ungkapnya.

Terkait tahapan pelaksanaan, Thomas menambahkan akan disusun dari perencanaan hingga pelaksanaannya.

“Kita siap melaksanakan putusan sesuai ketentuan serta putusan yang dijatuhkan yakni 60 hari ke depan,” sebutnya.

Terpisah Ketua Bawaslu NTT, Thomas Djawa ketika dimintai tanggapanya soal putusan MK yang mengabulkan sebagian permohonan penggugat dan mendiskualifikasi pasangan yang diusung Partai PDIP, Demokrat itu mengatakan, putusan tersebut sudah dinantikan sejak disengketakan di MK.

Hasil yang diputuskan majelis hakim bersifat final dan harus ditindak lanjuti. Dari sisi pengawasan pihaknya juga sudah siap melangsungkan PSU.

“Mempersiapkan untuk pelaksanaan pengawasan PSU sesuai perintah MK dalam waktu 60 hari,” singkatnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top