Pemkot Mulai Proses 2.492 Laporan Warga Terdampak Bencana | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkot Mulai Proses 2.492 Laporan Warga Terdampak Bencana


Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memantau rumah warga yang terbawa tanah longsor di Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, beberapa hari lalu. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Mulai Proses 2.492 Laporan Warga Terdampak Bencana


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pasca dibuka beberapa hari lalu, jumlah warga Kota Kupang yang melaporkan kerusakan akibat bencana dampak Siklon Tropis Seroja melalui website serojakotakupang.wordpress.com, hingga Rabu (14/4) pukul 15.00 Wita, sebanyak 2.492 laporan.

Kepala Bidang Layanan E-Goverment, Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Kupang, Andre Otta, mengatakan, pihaknya telah menutup akses untuk laporan warga terkait kerusakan dan kerugian yang dialami warga. “Jadi kami hari ini (14/4) jam 15.00, kita sudah close, dan akan ditindaklanjut dengan verifikasi dan validasi dan alur yang akan disampaikan kepada masyarakat,” kata Andre saat diwawancarai kemarin (14/4).

Andre katakan, masyarakat perlu mengetahui bahwa ketika mereka sudah memberikan laporan terkait kerusakan dan kerugian yang dialami, yang perlu diingat bahwa belum tentu mereka secara otomatis akan mendapatkan bantuan.

Pasalnya, kata Andre, ada alur yang harus dilakukan yaitu verifikasi dan validasi. Setelah itu ada review dan uji publik serta tahapan lainnya. Prinsipnya semua akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Masih menurut dia, ada ketentuan-ketentuan yang menjadi prinsip yang telah disebarkan atau diinformasikan kepada masyarakat. Bahwa yang namanya kerusakan akibat badai ini ada tiga kriteria, yakni kerusakan berat, kerusakan sedang, dan ringan.

“Kerusakan berat itu seperti apa, sedang seperti apa, dan ringan seperti apa. Masing-masing kerusakan tersebut akan dinilai dan diverifikasi lagi sesuai dengan standar yang ada. Misalnya harus rumah permanen ukurannya sekian meter persegi, dan semuanya harus di verifikasi faktual,” jelasnya.

“Jadi kami menggunakan basic foto kerusakan terhadap laporan yang masuk, karena ada beberapa warga yang sudah memperbaiki rumahnya secara mandiri, sehingga akan diverifikasi untuk mendapatkan bantuan walaupun sudah melakukan perbaikan secara mandiri,” terang Andre.

Andre menyatakan, untuk entry data dan proses verifikasi, Pemkot Kupang mendapatkan bantuan dari Stikom Uyelindo Kupang. “Jadi kami mendapatkan bantuan 10 tenaga dari mahasiswa Stikom Uyelindo. Karena sekarang masuk pada tahapan verifikasi dan validasi data, maka mereka datang untuk membantu,” ucapnya.

Menurut Andre, kehadiran mahasiswa Stikom Uyelindo ini sangat membantu, karena memudahkan proses verifikasi dan validasi sehingga tidak dilakukan secara manual, dan tidak terjadi pendobelan. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top