Jaksa Temukan Uang Dollar Amerika Saat Geledah Rumah Kades Naekake B | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Temukan Uang Dollar Amerika Saat Geledah Rumah Kades Naekake B


ADA DOLAR AS. Kajari TTU Roberth Jimmy Lambila (kanan), didampingi Kasi Intel, Benfrid C. Foeh, memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di aula kantor Kejari TTU, Kamis (15/4) malam terkait pengembangan hasil penyidikan kasus dugaan korupsi di Desa Naekake B, Kecamatan Mutis. Kajari TTU memperlihatkan barang bukti hasil sitaan dari rumah Kades Naekake B, dimana ditemukan juga lembaran uang Dollar AS. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Temukan Uang Dollar Amerika Saat Geledah Rumah Kades Naekake B


Juga Sita 2 Truk, Uang Ratusan Juta dan Sejumlah Mesin Bangunan

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) ternyata tak cuma menemukan bukti baru berupa cap sejumlah toko di Kota Kefamenany saat menggeledah rumah Kepala Desa (Kades) Naekake B, Kecamatan Mutis, Herminigildus Tob yang kini berstatus tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana desa. Dalam penggeledahan itu, penyidik juga menyita dua unit mobil truk, dua unit mesin cetak batako, satu unit mesin molen, dan uang tunai sebesar Rp 243.625.000. Barang-barang ini disita penyidik karena ada kaitannya dengan dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa di Desa Naekake B selama yang bersangkutan memimpin desa itu.

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, dalam konferensi pers, Kamis (15/4) malam mengatakan, tim penyidik Kejari TTU telah berhasil menyita sejumlah aset milik tersangka Herminigildus Tob. Penyitaan ini berlangsung dalam kegiatan penggeledahan di bawah pimpinan Kasi Intel Kejari TTU, Benfrid C. Feoh. Selain menyita sejumlah barang dan uang ratusan juta, penyidik juga menemukan 66 amplop berisi uang yang belum diketahui jumlahnya. Ada juga uang dalam bentuk dolar Amerika sebesar 300 dolar.

Penyidik juga menemukan dan menyita 6 buah cap sejumlah toko bangunan dan toko lainnya di rumah tersangka. Diduga kuat cap ini digunakan untuk memalsukan pertanggungjawaban anggaran pelaksanaan dana desa di Desa Naekake B. Selain itu, ada pula buku nota kontan yang dipakai untuk bukti-bukti pertanggungjawaban fisik.

“Ada dua unit mobil truk, dua unit mesin cetak batako, satu unit mesin molen, dan uang sebesar Rp 243.625.00. Ada juga uang Dolar Amerika Serikat sebanyak 300 Dolar dan uang tunai dalam amplop yang belum diketahui secara jelas jumlahnya,” beber Roberth.

Roberth menjelaskan, sebelum melakukan penggeledahan, tim penyidik Kejari TTU telah menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Naekake B. Kedua tersangka tersebut yakni Kdes Naekake B, Herminigildus Tob, dan Bendahara, Milikhior Tob.

BACA JUGA: Geledah Rumah Kades Naekake B, Jaksa Temukan Fakta Baru

Menurut Roberth, kedua tersangka tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi yang dijerat dengan pasal 2 ayat 1, Pasal 3, Pasal 8, Pasal 9, pasal 12 huruf i, Undang Undang nomor 20 Tahun 2001 perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Tentunya dengan penyitaan barang bukti ini, semakin memperkuat pembuktian di tingkat penyidikan. Kami penyidik akan terus mengembangkan penyidikan dan saksi saksi lain untuk mengumpulkan bukti dan menentukan tindak pidana untuk dapat tidaknya kami naikkan ke tahap selanjutnya yakni tahap penuntutan,” jelasnya.

Roberth menambahkan, fokus dari penyidikan kasus tersebut adalah pasal 12 huruf i undang-undang tindak pidana korupsi yang berbunyi pegawai negeri atau penyelenggara negara yang turut serta, perseroan, pengadaan, pemborongan padahal pada saat dilakukannya kegiatan tersebut, ia ditugasi untuk mengurus atau mengawasi, dengan ancaman hukumannya minimal 3 tahun penjara.

Untuk itu, Lanjut Roberth, dengan bukti-bukti yang berhasil dikantongi pihaknya, dapat disimpulkan pelaksanaan anggaran Dana Desa di Desa Naekake B sejak 2017 sampai dengan tahun 2020, dilaksanakan sendiri oleh kepala desa. Dua unit dump truck yang dibeli oleh kepala desa diduga dibeli menggunakan hasil kejahatan korupsi Dana Desa.

“Semua aset baik itu benda bergerak maupun tidak bergerak dan sejumlah uang tunai saat ini diamankan di Kantor Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top