Tangis Pilu Warga Malaka Temukan Ribuan Sapi Mati Akibat Bencana Banjir Bandang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tangis Pilu Warga Malaka Temukan Ribuan Sapi Mati Akibat Bencana Banjir Bandang


TAK TERSELAMATKAN. Sejumlah ternak sapi di Kabupaten Malaka yang ditemukan mati akibat terseret banjir bandang. Camat Malaka Tengah, Eduardus Bere Atok memimpin penguburan menggunakan alat berat. Gambar diabadikan Selasa (6/4). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Tangis Pilu Warga Malaka Temukan Ribuan Sapi Mati Akibat Bencana Banjir Bandang


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Malaka akibat meluapnya sungai Benenai tak cuma menelan korban jiwa manusia. Selain harta benda dan rumah warga, ribuan ternak, baik sapi, babi, kambing, dan lainnya ditemukan mati.

Peristiwa ini telah membawa luka mendalam bagi warga setempat. Lala Boko, warga Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka, hanya meneteskan air mata saat menemukan puluhan sapi peliharaannya mati, dan hanya menyisakan satu ekor. Puluhan ekor sapi ditemukan mati, bahkan ada yang belum ditemukan hingga saat ini.

Lala Boko mengisahkan bahwa puluhan ekor sapinya tak bisa diselamatkan saat air sudah mencapai leher orang dewasa. Saat itu dirinya sempat berusaha menyelamatkan, namun derasnya arus air sehingga ia harus memilih mundur demi menyelamatkan dirinya dan pasrah melihat sapi peliharaanya terseret banjir.

Ketika banjir surut, kata Lala, ia bersama istri menyusuri setiap sudut perkebunan dan hutan untuk melihat sapi miliknya dengan harapan masih bisa diselamatkan, tetapi ternyata sebagian besar sapinya tergeletak tak bernyawa dan hanya menyisakan satu ekor sapi.

Lala berharap Pemerintah dapat meringankan bebannya demi keberlangsungan hidupnya besama istri dan anak-anaknya.

Matinya ternak peliharaan bukan hanya milik Lala Boko. Banyak hewan peliharaan warga Malaka yang hanyut terbawa arus banjir, bahkan hingga kini belum terdata secara keseluruhan.
Banyaknya hewan peliharaan warga yang mati tak cuma membawa duka bagi pemiliknya. Penyebab lainnya adalah bau menyengat yang muncul karena sebagian sapi yang mati mulai membusuk.

Guna mengantisipasi hal ini, Pemkab Malaka, khususnya Camat Malaka Tengah, Eduardus Bere Atok memimpin upaya untuk menguburkan hewan-hewan peliharaan yang sudah ditemukan sehingga tidak menimbulkan penyakit ikutan. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top