Bappeda Kota Kupang Lakukan Penyesuaian APBD Pasca Bencana | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bappeda Kota Kupang Lakukan Penyesuaian APBD Pasca Bencana


Kepala Bappeda Kota Kupang, Jeffry Pelt (kiri) bersama dua pejabat Pemkot lainnya, Elvianus Waiirata dan Jos Rera Beka. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Bappeda Kota Kupang Lakukan Penyesuaian APBD Pasca Bencana


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang, Jeffry Pelt mengatakan, pihaknya tengah mengkaji untuk melakukan penyesuaian anggaran dalam APBD, pasca bencana alam dampak Siklon Tropis Seroja yang melanda NTT akhir pekan lalu, termasuk Kota Kupang.

Menurut Jeffry, kajian untuk penyesuaian ini dilakukan terhadap rencana penggunaan anggaran mendahului, karena badai Seroja ini merupakan bencana yang tidak terduga.

Jeffry menyebutkan, Bappeda Kota Kupang juga telah melakukan penelusuran disistem agar ke depannya tidak sulit melakukan peng-input-an terhadap perubahan-perubahan untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Untuk ke depan, baik di anggaran perubahan tahun 2021 maupun perencanaan anggaran tahun 2022, otomatis harus diselesaikan kerusakan-kerusakan, baik itu fasilitas umum maupun fasilitas sosial yang rusak akibat bencana,” katanya.

Jeffry mengatakan, kerusakan yang terjadi, bukan saja pada fasilitas umum dan fasilitas sosial saja, namun sejumlah kantor di Pemkot juga rusak. Baik itu kantor kelurahan, puskesmas, kantor wali kota, dan rumah jabatan.

“Kita prioritaskan untuk menjangkau dan memenuhi semua keluhan masyarakat dan fasilitas umum dan sosial, untuk membuka akses pelayanan publik,” kata Jeffry.

Bappeda, demikian Jeffry, sudah beberapa kali melakukan rapat agar ketika semua perhitungan selesai, maka sudah bisa diikuti dengan peng-input-an sistem. Untuk fasilitas umum yang didata, misalnya lampu penerangan jalan umum (LPJU), marka jalan, dan infrastruktur lainnya. Semua usulan ini akan ditindaklanjuti sampai pada APBD murni.

“Kita juga sudah selesai melakukan musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan, dan akan dilakukan penyesuaian terhadap kondisi terkini pada musyawarah pembangunan di tingkat kecamatan,” ucap Jeffry.

Terpisah, anggota DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat mengatakan, walaupun musrenbang tingkat kelurahan telah selesai, namun masih ada beberapa tahapan lainnya yaitu musrenbang tingkat kecamatan dan tingkat kota. Sehingga masih bisa dilakukan penyesuaian terhadap kondisi yang terjadi sekarang, di mana Kota Kupang merupakan salah satu daerah terdampak parah bencana Seroja.

“Karena SIPD itu di-input setelah selesai digelar musrenbang tingkat kota, sehingga masih bisa dilakukan penyesuaian. Jadi masih ada ruang untuk memberikan usulan terkait dengan pembangunan di Kota Kupang pasca bencana Seroja,” katanya.

Zeyto juga memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan Pemkot Kupang dengan tanggap membantu masyarakat. Dia juga meminta kepada semua masyarakat untuk turut membantu pemerintah dan bertanggung jawab terhadap wilayahnya masing-masing. Pemerintah bertugas menyiapkan armada atau truk pengangkut sampah sementara tenaga untuk mengangkut berasal dari masyarakat sendiri.

“Jadi upaya dengan mengerahkan ASN, merupakan ide yang sangat bagus, tetapi masyarakat sendiri harus terlibat secara aktif membersihkan wilayah masing-masing,” katanya.

Politikus Partai Golkar ini mengimbau kepada semua warga Kota Kupang bahwa masalah sampah akibat badai kemarin, merupakan tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat, sehingga marilah semua ikut terlibat. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top