Jalur Selatan Sumba Paling Parah, Yunus Takandewa: Masih Banyak Warga Terisolir | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jalur Selatan Sumba Paling Parah, Yunus Takandewa: Masih Banyak Warga Terisolir


BANTUAN. Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa (kanan) menyerahkan bantuan untuk warga terdampak bencana di salah satu desa di Kabupaten Sumba Timur. (FOTO: ISTIMEWA)

POLITIK

Jalur Selatan Sumba Paling Parah, Yunus Takandewa: Masih Banyak Warga Terisolir


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda bencana angin kencang, hujan deras, banjir bandang, gelombang pasang akibat Siklon Tropis Seroja pada Jumat (2/4) hingga Senin (5/4).

Kabupaten Sumba Timur merupakan salah satu kabupaten terdampak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor. Sejumlah sungai meluap, menyebabkan sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan rusak parah. Belum lagi lahan pertanian terkena imbas banjir.

Anggota DPRD Provinsi NTT, daerah pemilihan (Dapil) Sumba, Yunus Takandewa, S.Pd menjelaskan, akibat banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan sejumlah desa di wilayah itu terisolir.

Demikian juga sejumlah ruas jalan, jembatan serta lahan pertanian ikut terbawa banjir. “Saya sedang berada di Sumba Timur sejak beberapa hari lalu untuk melihat langsung dampak bencana. Khusus di jalur selatan sangat parah. Masih banyak warga yang terisolir,” kata Ketua Komisi V DPRD NTT yang mengaku masih berada di Sumba.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa memantau jalur selatan Sumba yang kondisinya parah, dan butuh penanganan serius. (FOTO: ISTIMEWA)

Yunus menuturkan, sepanjang perjalanan ke selatan, dari Waingapu, melewati Kecamatan Kambera, Kecamatan Padawai, Kecamatan Matawai La Pau, Kecamatan Karera hingga Kecamatan Pinupahar, ribuan rumah warga terendam lumpur. Bahkan ada rumah warga yang rata dengan tanah. Sama halnya juga dengan lahan pertanian. Sebagian besar tersapu banjir.

“Banyak rumah warga yang terendam endapan lumpur, rusak ringan, dan roboh. Bahkan berdasarkan laporan Posko Bencana, ada rumah yang hanyut terbawa banjir. Juga kerusakan lahan pertanian, infrastruktur jalan, jembatan, rumah ibadah dan fasilitas lainnya,” ungkap Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT ini. “Kesempatan ini saya gunakan untuk berbagi kasih, berdialog langsung dengan warga terdampak,” sambung dia.

Yunus menyebutkan, wilayah terdampak harus menjadi perhatian utama pemerintah, agar konsolidasi data korban berjalan baik dan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. “Juga menyasar daerah terisolasi agar akses segera dibuka untuk pergerakan barang dan jasa,” ujarnya.

Ia mencontohkan, di wilayah selatan, terdapat sebuah jembatan yang putus. Tepatnya di Desa Lailunggi dan kerusakan sejumlah ruas jalan ke beberapa desa sekitarnya sehingga menyebabkan pasokan logistik dan penyeberangan harus menggunakan tangga. “Saya pun termasuk menggunakan tangga untuk sampai ke desa sebelahnya,” imbuh Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT ini. (yl)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top