Sejumlah Pengungsi di Belu Kembali ke Rumah, Pemerintah Bekali Sembako | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sejumlah Pengungsi di Belu Kembali ke Rumah, Pemerintah Bekali Sembako


DAPAT BANTUAN. Warga korban bencana banjir yang mengungsi di gedung GMIT Motamora bersiang kembali ke rumah masing-masing atau keluarganya, Rabu (14/4). Pemerintah membekali warga dengan paket bantuan sembako sebelum pulang. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sejumlah Pengungsi di Belu Kembali ke Rumah, Pemerintah Bekali Sembako


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 105 kepala keluarga (KK) korban banjir yang ditampung sementara di Gereja GMIT Motamora, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu akhirnya kembali ke rumah masing-masing, pada Rabu (14/4).

Para korban banjir ini dipulangkan bertahap sejak Selasa (13/4). Dari semua korban terdapat enam KK yang tidak memiliki rumah tinggal karena rumahnya hanyut terbawa banjir terpaksa menumpang sementara di rumah keluarga.

“Hari ini (14/4) sebanyak 49 KK dengan jumlah 181 jiwa baru dipulangkan. Yang lain sudah pulang kemarin (13/4). Warga yang rumahnya hanyut ditipkan sementara di rumah keluarga dan tetangga,” ungkap Kepala Desa Tasain, Amandus Koa Mesak saat ditemui di lokasi pengungsian Gereja GMIT Motamora, Rabu (14/4).

Menurut Amandus, para pengungsi yang dipulangkan itu dibekali dengan sejumlah bantuan kebutuhan pokok, seperti sembako. Pemerintah desa selalu mengawasi kebutuhan warga korban agar tidak kesulitan.

“Warga korban sudah kembali ke rumah, tapi kita tetap pantau. Kita siapkan anggaran di perubahan untuk ketersedian kebutuhan sembako.Termasuk pemulihan ekonomi, kita akan siapkan bantuan benih kacang hijau secukupnya,” tandasnya.

Menurut Kades Amandus, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kabupaten agar bisa membantu rumah tinggal yang layak. Terkait relokasi warga korban bencana, pemerintah desa sudah menyiapkan tanah seluas 70 are di dekat kantor desa.

“Lokasi lahan ini disiapkan untuk 50 KK yang masuk kategori rusak berat karena rumahnya rusak parah, dan ada yang hanyut,” ucapnya.

Dikatakan, Dinas PUPR sudah mendatang lokasi untuk survei relokasi tempat tinggal, tepatnya di Dusun Haumeni, RT 05, Desa Tasain.

Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk mengaku sudah mendapat laporan warga korban bencana yang mengungsi telah dipulangkan. Langkah selanjutnya, kata Zakarias adalah pemulihan dengan menyiapkan peralatan dapur lengkap kepada setiap KK dan memperhatikan kebutuhan sembako juga air bersih.

Menurut Zakarias, langkah penanganan terus didorong terutama untuk mengantisipasi penyakit ikutan pasca bencana, misalnya diare, DBD, ispa, dan lainnya. Pemerintah Kabupaten Belu, lanjutna, terus mendorong agar kehidupan masyarakat kembali normal.

“Kita berharap warga korban bencana bisa menjalani aktifitas kehidupan dengan baik. Kita terus mendorong agar tetap kuat karena ini adalah bencana. Pemerintah terus memberikan motivasi agar warga kembali pulih seperti sediakala,” tandasnya.

Zakarias menyebutkan, pasca bencana banjir, rumah warga yang terdampak cukup banyak dan butuh penanganan pemerintah. Pihaknya sudah mendata, ada rumah yang rusak berat, sedang, dan rusak ringan.

Untuk hal ini, demikian Zakarias, pemerintah melakukan upaya pemulihan sambil menunggu petunjuk Gubernur dan Kepala BNPB terkait langkah-langkah penanganan pasca bencana.

“Terkait anggaran relokasi akan diambil dari APBD dan kebijakan pusat. Kami terus koordinasi dengan BPBD Provinsi dan BNPB, arahannya apakah dananya dari DAU sehingga provinsi akan ambil dari dana BTT,” tandasnya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top