Kejari TTU Limpahkan Kasus Korupsi Alkes ke Pengadilan Tipikor Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kejari TTU Limpahkan Kasus Korupsi Alkes ke Pengadilan Tipikor Kupang


Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH, MH. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kejari TTU Limpahkan Kasus Korupsi Alkes ke Pengadilan Tipikor Kupang


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melimpahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Kefamenanu tahun anggaran 2015 ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Dalam pelimpahan itu, penyidik Kejari TTU juga ikut melipahkan ketiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni Yoksan M. D. E. Bureni selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Miquel E. Selan selaku Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHK), dan Direktur CV. Berkat Mandiri, Ongky J. Manafe (OJM).

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, kepada TIMEX, di Kefamenanuu, Minggu (18/4) mengatakan, pihaknya telah melimpahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes di RSUD Kefamenanu untuk diproses sidang di Pengadilan Tipikor Kupang.

Dikatakan, sesuai jadwal, kasus tersebut mulai disidangkan pada Kamis (22/4) mendatang dengan agenda sidang, pmbacaan dakwaan.

“Kasus Alkes, hari ini sudah dilimpahkan ke Kupang. Saya sudah tandatangan surat pelimpahan dan kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor. Para tersangka yang dianggap paling bertanggungjawab terhadap dugaan kasus Alkes adalah tiga orang itu. Kita lihat perkembangan di persidangan nanti,” ungkap Roberth.

Roberth menyebutkan, penyidik Kejari TTU sebelumnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka pada 15 Maret 2021 lalu. Ketiganya diduga kuat terlibat tindak pidana korupsi pengadaan alat blood bank refrigerator secara fiktif.

Dijelaskan, pada 2015, RSUD Kefamenanu melaksanakan kegiatan pengadaan Alkes. Tujuh paket yang dilelang dalam pengadaan tersebut dimenangkan oleh tiga perusahaan/kontraktor. Salah satu paketnya adalah pengadaan alat-alat kesehatan non e-katalog dengan nilai kontrak Rp 1.462.000.000, dan dimenangkan oleh CV Berkat Mandiri, milik OJM .

Dari nilai paket kontrak tersebut, lanjut Roberth, ada item kegiatan yang tidak dilaksanakan, yaitu pengadaan dua unit blood bank refrigerator dengan total nilai kontrak untuk 2 item barang tersebut sebesar Rp 425.000.000. Akibat hal tersebut, pelayanan kesehatan di RSUD Kefamenanu terganggu sejak tahun 2015.

Ketiga tersangka yang ditetapkan itu disangka melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 dan 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman untuk pasal 2 minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan untuk pasal 3 minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

“Berdasarkan bukti-bukti dari hasil penyidikan baik pemeriksaan saksi maupun barang bukti yang diperoleh, penyidik berkesimpulan bahwa ketiga tersangka tersebut yang patut dimintai pertanggungjawaban tindak pidana atas dugaan korupsi dana Alkes di TTU. Sehingga berkas perkara dan ketiga tersangka dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top