Siswa SMPN Fahiluka Terpaksa Ujian Sambil Berdiri di Tenda yang Becek | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Siswa SMPN Fahiluka Terpaksa Ujian Sambil Berdiri di Tenda yang Becek


TENDA DARURAT. Sejumlah siswa SMPN Fahiluka bersiap mengikuti ujian dari dalam tenda darurat, Senin (19/4). Tapi karena tendanya panas dan lantainya becek, pihak sekolah meminta penduduk yang rumahnya aman agar para siswa bisa ujian dari rumah penduduk. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

PENDIDIKAN

Siswa SMPN Fahiluka Terpaksa Ujian Sambil Berdiri di Tenda yang Becek


Tenda Panas, Peserta Ujian Dipindahkan ke Rumah Penduduk

BETUN, TIMEXKUPANG.com-Bencana alam banjir bandang akibat Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Malaka berimbas ke sektor pendidikan. Bangunan sekolah yang rusak dan terendam banjir luapan sungai Benenai memaksa siswa SMP Negeri Fahiluka Bolan, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah harus mengikuti ujian dari tenda darurat. Bahkan para siswa harus ujian sambil berdiri dengan menapakkan kaki mereka di lantai yang becek. Walau demikian, para siswa tetap menjalani ujian hari pertama itu sampai selesai.

Kepala SMP Negeri Fahiluka Bolan, Simon Klau, saat ditemui TIMEX di lokasi, Senin (19/4) menjelaskan, tendah atau kema sekolah darurat ini dibagun oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTT untuk mendukung proses belajar mengajar, khususnya ujian.

Simon menyebutkan, saat ujian dalam tenda, ternyata sangat panas sehingga demi kenyamanan siswa, pihaknya berusaha meminta izin ke beberapa penduduk yang rumahnya aman agar para siswa bisa mengikuti ujian dari rumah penduduk.

“Kita terpaksa harus meminta izin ke beberapa rumah yang dekat dengan lokasi sekolah agar anak-anak bisa ujian karena situasi dalam tenda tidak bisa digunakan karena air masuk juga panas,” kata Simon yang menyebutkan, siswanya yang mengikuti ujian hari pertama sebanyak 59 orang.

Simon berharap agar kedepannya pemerintah daerah bisa memperhatikan karena belum tentu sekolah kering dalam waktu dekat, selain itu kondisi sekolah juga rusak, sehingga perlu ada perhatian serius pemerintah.

Penjabat Bupati Malaka, Viktor Manek, saat dikonfirmasi TIMEX usai memantau sekolah tersebut mengatakan, dirinya sudah melihat kondisi sekolah, ada tenda juga tapi tidak bisa digunakan karena becek dan kondisinya panas. “Jadi kami sudah koordinasi dengan kepala sekolah sehingga akan pindahkan ke Betun untuk proses ujian di SMP Sabar Subur Betun dan akan digunakan tiga ruangan. Mobilisasi siswa dilakukan Dinas Pendidikan. Jadi itu tanggung jawab pemerintah,” kata Viktor.

Sementara itu, untuk siswa SD Motadikin yang memiliki siswa, proses ujiannya dilakukan di aula Objek Wisata Motadikin. SD Motadikin juga sekolahnya rusak sehingga untuk sementara direlokasi ke tempat aman.

“Saya sudah sampaikan kepada masyarakat untuk relokasi SD Motadikin ke tempat yang aman karena sekolah tersebut tidak bisa digunakan lagi. Abarasi sudah sampai di sekolah” kata Viktor. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top