93,4 Persen Pelanggan PLN NTT Pulih | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

93,4 Persen Pelanggan PLN NTT Pulih


KERJA CEPAT. Petugas PLN tengah merampungkan tower emergency bertegangan 70 kilovolt (kv) di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. (HUMAS PLN FOR TIMEX)

Advetorial

93,4 Persen Pelanggan PLN NTT Pulih


Pemprov Apresiasi Kerja Keras PLN

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Perjuangan gigih PLN Wilayah NTT bersama TNI/Polri memulihkan jaringan yang rusak parah membuahkan hasil. Hanya dalam waktu 14 hari pasca bencana badai Siklon Tropis Seroja, listrik di NTT pulih. 93,4 persen pelanggan sudah menikmati kembali layanan PLN.

Hal ini mendapat apresiasi pemerintah dan masyarakat NTT. Pasalnya kesulitan masyarakat untuk mendapat layanan listrik pasca bencana alam dua pekan lalu itu sejak Senin kemarin sudah teratasi. Terutama sistim Timor yang selama ini putus akibat tower yang rusak permanen akibat bencana itu.

“Secara umum sampai dengan hari ke-14 dan 15, total per jam 08.00 Wita tadi pagi (kemarin) sudah 93,4 persen pelanggan menyala. Sisanya kebanyakan ada di Pulau Sabu, Rote Ndao, Alor, Adonara, Lembata dan Sumba Timur. Sedangkan Kabupaten Kupang, TTS, TTU dan Belu sudah selesai. Kecuali Kota Kupang dimana jaringan listrik yang masih perlu perbaikan yaitu arah wilayah Tablolong dan Baun,” ungkap General Manager UIW PLN Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko saat press confrence di Aula PLN Wilayah NTT, Senin (19/4) pagi.

Mengenai sisa jaringan listrik yang belum pulih, Jatmiko berjanji akan secepatnya menyelesikan dalam waktu dekat. “Ini hari-hari kami kerahkan petugas di pulau-pulau yang belum selesai perbaikan jaringan listriknya termasuk Kota Kupang. Mudah-mudahan dengan kerja keras dan kebersamaan pagi, siang, malam kami bisa memulihkan secepatnya. Terima kasih kepada TNI dan Polri di NTT yang bersinergi dengan kami mempercepat pemulihan jaringan listrik di NTT,” kata Agustinus Jatmiko.

Jatmiko mengakui, jaringan listrik yang dibangun di NTT saat ini menggunakan tiang beton yang lebih kokoh. Walau demikian perlu antisipasi dari masyarakat yang bermukim di sepanjang jalur jaringan liatrik PLN. Berupa kerelaan untuk mengiklaskan jika ada perambasan pohon yang berpotensi mengenai kabel PLN.

Selain itu, masyarakat diminta agar tidak menanam pohon di bawah jaringan listrik. “Kami sekarang membangun yang baru pun sudah menggunakan tiang beton yang lebih kokoh. Antisipasi perlu peran masyarakat karena kejadian yang kami alami ini banyak infrastruktur baik tiang kabel roboh karena pohon tumbang,” jelas Jatmiko.

“Kami PLN juga sudah bekerja sama dengan dinas lingkungan hidup melakukan penghijauan di lokasi lokasi untuk mengimbangi pohon yang dipotong ditebas. Kami imbangi dengan menanam pohon yang baru untuk lingkungan yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD NTT, Isakh Nuka menilai pencapaian progres pemulihan jaringan listrik PLN NTT sebesar 93,4 persen merupakan wujud kerja keras GM PLN wilayah NTT dan jajarannya dengan dukungan TNI/ Polri.

” Awalnya PLN NTT sudah menunjukan keiklasan hati yang tulus untuk menyelamatkan masyarakat NTT dari bahaya listrik. Wujudnya PLN dengan cepat memutusan arus listrik setelah kejadian bencana badai siklon tropis seroja di NTT. Andaikata waktu arus listrik tetap jalan mungkin banyak masyarakat yang terkena sengatan listrik,” kata Isakh Nuka.

Menurut Plt. Kepala BPBD NTT, informasi awal PLN yang disampaikan melalui berbagai media bahwa pemulihan jaringan listrik PLN yang rusak parah pasca kejadian bencana hidrometeorologis awal April lalu akan memakan waktu satu bulan sampai Mei sempat menimbulkan kegelisahan. Karena masyarakat sudah terbiasa hidup dengan penerangan listrik PLN.

“Masyarakat sudah terbiasa dengan terang lalu tiba-tiba hidup dalam kegelapan tentu meresahkan. Sampai-sampai genset di Kota Kupang habis terjual. Harga genset melambung, pesanan genset di distributor di Surabaya pun tiba-tiba meningkat. Ini karena masyarakat tidak mau hidup tanpa listrik,” ujarnya.

Humas Posko tanggap darurat bencana Siklon Tropis Provinsi NTT, Marius Jelamu menilai pencapaian 93,4 persen listrik pelanggan menyala akan berpengaruh pada pelayanan sosial ekonomi masyarakat NTT. Sebab pelayanan rumah sakit, telekomunkasi dan pelayanan publik lainnya akan berjalan lebih lancar.

“Kami berharap kepada masyarakat NTT untuk menjaga instalasi listrik kita baik di rumah masing-masing maupun tiang-tiang listrik beserta kabel listrik kita harus jaga bersama. Karena semuannya adalah aset negara untuk kepentingan seluruh masyarakat Indonesia termasuk NTT,” kata Jelamu.

Keberbasilan PLN memulihkan listrik ini tidak lepas dari kesukseskan membangun tower emergency Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 70 kilovolt (kv) yang patah dan roboh akibat diterjang badai siklon tropis Seroja di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.

Dijelaskan, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko bahwa pembangunan menara darurat awalnya ditarget rampung selama 1 bulan. Namun, dapat selesaikan dalam waktu 10 hari. Saat ini, PLN tengah melakukan tahapan pengujian pembebanan untuk memastikan keandalan dan keamanannya. (ogi/ito)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top