Peringati Hari Kartini 2021, Emy Nomleni Buat KartiniChallenge | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Peringati Hari Kartini 2021, Emy Nomleni Buat KartiniChallenge


Ketua DPRD NTT, Emelia Nomleni. (FOTO: ISTIMEWA)

POLITIK

Peringati Hari Kartini 2021, Emy Nomleni Buat KartiniChallenge


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Ketua DPRD Provinsi NTT yang juga Ketua DPD 1 PDI Perjuangan NTT, Ir. Emelia Nomleni menyambut momen peringatan Hari Kartini tahun ini dengan cara yang berbeda.

Politikus perempuan yang akrab disapa Mama Emy Nomleni kali ini membuat suatu even memeriahkan peringatan Hari Kartini dengan membuat KartiniChallenge. Ide ini diungkapkan Mama Emy setelah mengikuti sebuah talk show terkait bencana Siklon Tropis Seroja melanda NTT disalah satu media di Kupang pekan lalu.

Menjawab media ini mengapa ia tertarik membuat KartiniChallenge dan bukan lomba membuat nasi goreng atau kegiatan lainnya, menurut perempuan bersuara berat ini, masing-masing orang dan pihak bisa membuat perayaan dalam bentuk dan model apa saja untuk menghormati Kartini. Tetapi bagi perempuan yang sering tampil dengan memakai sarung tradisional NTT ini menegaskan sedapat mungkin kebiasaan merayakan Hari Kartini mengurangi kegiatan kegiatan yg menguatkan domestiksasi atau stereotipe bahwa perempuan hanya mengurus hal hal domestik.

Dikatakannya, tanggal 21 April setiap tahun dirayakan sebagai Hari Kartini. Raden Ajeng Kartini, yang merupakan seorang tokoh emansipasi perempuan di Indonesia merupakan perempuan hebat yang menginspirasi Indonesia.

Kehebatannya sudah dibaca melalui berbagai buku dan kumpulan surat suratnya, belajar sejak sekolah dasar. Pada tahun ini kata pemilik rambut putih ini, dirinya ingin membuat yang lain melalui media sosial. Semua orang mempunyai tokoh Kartini versinya. “Saya sendiri tokoh Kartini versi saya yang pertama, tentu mendiang mama saya,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Mengapa mamanya? Mama Emy menjelaskan mamanya seorang perempuan yang luar biasa. Mendiang mamanya, Mama Welly adalah perempuan modern saat itu, tetapi dengan mendiang bapaknya berkomitmen menjadi ibu rumah tangga saja. Ia melahirkan, merawat anak-anaknya, mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang sering dianggap sepele.

“Waktu senggang kita di rumah, beres-beres sedikit, masak, setelah itu lelahnya minta ampun. Saya bayangkan mama saya dengan anak yang banyak, mengurus, memasak, mencuci, mengatur rumah, memastikan anak-anaknya semua mendapat makan, sehat, berseķolah, dilakukan bertahun tahun saya sungguh kagum,” ujarnya sembari menambahkan energi mamanya serta mama-mama yang lain seperti turùn dari langit.

Ditegaskan, sangat pantas ia menjadikan mamanya Kartini dalam hidupnya yang menjadi inspirasi perjuangan hidup. Kedua, Kartini versinya adalah Ibu Megawati. Mengapa Ibu Mega? Karena ia melihat perjuangan Ibu Mega melawan hegemoni negara saat rezim orde baru, ia berjuang gigih, tidak takut, ia yakin akan apa yang diperjuangkannya. Perjuangan Ibu Mega menjadi spirit baginya dalam berjuang. Ibu Mega sangat pantas menjadi Kartini versinya.
Lebih lanjut penyuka bubur ini mengemukakan, setiap orang mempunyai tokoh Kartini versinya. Apakah itu ibunya, bibinya, para feminis di luar negeri, Indonesia atau NTT, atau mama-mama petani, pedagang asongan, penjual sayur, pemulung, asisten rumah tangga atau siapa saja. Setiap orang bebas membuat Kartini versinya.

“Saya mencoba mengeksplor KartiniChallenge pada Perayaan Hari Kartini 21 April 2021,” ucapnya.

Tujuan peringatan perayaan Hari Kartini untuk merawat dan menjaga semangat Kartini dan menginterpretasi perjuangannya dalam perjuangan perjuangan penegakkan hak-hak perempuan.

Jadi tahun 2021 ia membuat KartiniChallenge dimana setiap orang bisa menceritakan tokoh Kartini versi mereka, mengapa menjadikannya tokoh Kartini versi mereka. Yang berminat bisa mengikutinya dan membaca informasi yang diposting di akun facebook dan instagramnya. (non/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top