Sepakat Relokasi, Pedagang Pasar Borong Minta Hal Ini ke Pemkab Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sepakat Relokasi, Pedagang Pasar Borong Minta Hal Ini ke Pemkab Matim


LAMA NGANGGUR. Bangunan Pasar Rakyat Borong di Kabupaten Matim yang sudah lama tidak ditempati pedagang. Pemkab Matim kini berupaya agar gedung ini bisa dimanfaatkan pedagang. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

BISNIS

Sepakat Relokasi, Pedagang Pasar Borong Minta Hal Ini ke Pemkab Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menyatakan akan menertibkan sejumlah pedagang di Pasar Borong, Kelurahan Rana Loba, yang selama ini berjualan di pinggir jalan. Atas ketegasan itu, para pedagang akhirnya menyepakati untuk direlokasi ke bangunan pasar rakyat yang telah dibangun pemerintah sebelumnya.

Kesepakatan itu terjadi dalam kegiatan sosialisasi relokasi oleh Pemkab Matim dan dihadiri para pedagang setempat beretempat di aula kantor Lurah Rana Loba, Kecamatan Borong, Selasa (20/4) pagi. Pihak TNI, Polisi, Pol PP, dan Pemerintah Kelurahan hadir sebagai saksi dalam pertemuan sosialisasi yang berakhir dengan penandatanganan kesepakatan relokasi itu.

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, UKM, dan Perdagangan Matim, Frans P. Sinta hadir langsung dalam sosialisasi itu. Hadir Lurah Rana Loba, Yos Kapang dan puluhan pedagang sayur, ikan, ayam pedaging, sembako, dan lainnya.

“Sosialisasi hari ini (20/4) untuk pedagang yang selama ini tidak menempati bangunan Pasar Rakyat Borong yang sudah disipakan pemerintah. Intinya kita minta mereka untuk tempati dalam bangunan pasar yang ada,” ujar Kadis Frans P. Sinta, kepada TIMEXKUPANG.com usai kegiatan sosialiasi.

Menurut Frans, bangunan pasar yang ada itu dibangun oleh pemerintah pusat sejak lima tahun lalu. Sekarang sudah diserahkan ke Pemkab Matim. Setelah selesai dibangun, para pedagang sudah pernah manfaatkan untuk berjualan. Namun pedagang merasa kurang nyaman, karena udara dalam gedung itu terasa panas, sehingga memilih pindah berjualan di luar gedung.

“Karena pedagang mengeluh panas dan minta pemerintah untuk bangun plafon, maka permintaan pedagang itu sudah dikerjakan pemerintah. Sehingga sekarang kita minta pedagang untuk kembali berjualan di dalam gedung pasar rakyat yang ada,” kata Frans.

Frans mengatakan, tidak semua pedagang yang berjualan di pinggir jalan dalam pasar Borong, bisa menempati gedung pasar tersebut. Hanya pedagang yang namanya sudah terdaftar. Sementara pedagang lain, tetap diatur namun tak diperkenankan berjualan di pinggir jalan. Kegiatan penertiban yang dilakukan Pemkab Matim ini bertujuan agar menata Pasar Borong menjadi lebih baik, dan tak terlihat kumuh.

“Prinsipnya tidak ada lapak pedagang di pinggir jalan yang dalam Pasar Borong. Termasuk pedagang di pinggir jalan nasional trans Flores. Kita akan tertibkan dan arahkan untuk terpusat. Hasil dalam sosialiasi tadi, para pedagang sepakat untuk mau direlokasi dan manfaatkan tempat yang sudah ada dalam gedung pasar rakyat. Terkait keluhan lain dari pedagang, kami pasti dengar untuk ditindaklanjuti,” tegas Frans.

Perwakilan pedagang Pasar Borong, Budi Abdul Syukur, kepada TIMEXKUPANG.com mengatakan, pada prinsipnya pedagang tidak keberatan untuk kembali manfataakan tempat di dalam gedung pasar rakyat yang telah dibangun pemerintah. Hanya saja, kata Budi, pemerintah harus menata agar pasar itu menjadi lebih baik. Para pedagang yang berjualan di tempat yang tak ditentukan, supaya diterbitkan.

“Kami tidak keberatan untuk berjualan di dalam gedung pasar rakyat itu. Tapi permintaan kami ke pemerintah, kalau kami direlokasi, maka seluruh padagang ditertibkan. Artinya tidak boleh lagi ada pedagang yang jual sembarangan. Semua harus diatur dengan baik. Jangan kami jual dalam gedung, yang lain dibiarkan jual di luar gedung,” pinta Budi. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top