Simak Penjelasan Ahli Soal Munculnya Pulau Baru di Rote dan Danau di Sikumana | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Simak Penjelasan Ahli Soal Munculnya Pulau Baru di Rote dan Danau di Sikumana


PULAU BARU. Pulau kecil-kecil yang yang baru terbentuk di obyek wisata Pantai Motadikin, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka yang terbentuk pasca Siklon Tropis Seroja pada Jumat (2/4) hingga Senin (5/4) lalu. Sepintas terlihat seperti pulau bentukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMMI) Jakarta. (FOTO: ISTIMEWA/RPROJECT)

PERISTIWA/CRIME

Simak Penjelasan Ahli Soal Munculnya Pulau Baru di Rote dan Danau di Sikumana


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Siklon Tropis Seroja yang melanda sebagian besar wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat angin kencang, hujan, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang/banjir rob tak cuma membawa korban jiwa dan harta benda. Namun bencana alam ini telah menimbulkan fenomena baru.

Di Kabupaten Rote Ndao misalnya, hujan dan angin kencang yang menyebabkan banjir dan gelombang pasang/banjir pesisir telah melahirkan sebuah bentangan daratan yang oleh warga setempat disebut pulau baru. Di Kota Kupang pun demikian. Hujan badai yang menerjang Ibu Kota Provinsi NTT tak cuma menyebabkan banjir, namun melahirkan danau baru di wilayah Kelurahan Sikumana dan danau yang muncul dengan mata air di bekas galian batu kapur di Kelurahan Naioni.

Selanjutnya di Kabupaten Malaka, Pantai Motadikin yang sebelum badai menampilkan keindahan pasir putih dan taman langitnya, kini berubah menjadi pulau-pulau kecil dan terbentuk teluk kecil di pantai itu.

Menyikapi fenomena alam ini, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Provinsi NTT, Dr. Herry Kota menjelaskan, terjadinya “pulau baru” di Rote kemungkinan besar karena ada barrier reef yang menghalangi material asal darat hasil proses eksogenik yang ditransportasi oleh sungai-sungai yang pendek.

Akibatnya, kata Dr. Herry, material yang tertransport masih berukuran bongkah atau boulder. Onggokan material asal darat ini belum terkonsolidasi atau masih inkoheren sehingga sewaktu-waktu bisa terkikis oleh abrasi air laut.

“Jadi yang dikatakan pulau baru itu hanya onggokan pasir. Sungai-sungai di Rote kan umumnya pendek karena pulaunya kecil,” ungkap Dr. Herry saat dihubungi TIMEX, Selasa (20/4) siang.

Selanjutnya mengenai kemunculan danau baru di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Dr. Herry menjelaskan bahwa Kota Kupang termasuk salah satu daerah dengan topografi karst.

Ahli geologi yang juga Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Argo Ekologi, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini mengurai, karst adalah bentang alam yang memiliki siklus hidrologi yang khas sebagai akibat dari perkembangan batuan karbonat atau batugamping yang mudah larut serta memiliki porositas sekunder yang dapat berkembang dengan baik.

Dengan kata lain, lanjut Dr. Herry, karst adalah suatu wilayah atau kawasan yang terdiri dari batugamping yang dicirikan dengan tingkat keterjalan yang tinggi. Selain itu adanya cekungan, tonjolan, bukit berbatu yang tidak beraturan, serta memiliki aliran bawah tanah dan adanya gua.

Dikatakan, kawasan karst secara umum berpotensi menyimpan sumber air dalam jumlah yang melimpah. Potensi air tanah karst dapat dijumpai di atas permukaan dan bawah permukaan. Air tanah atas permukaan berupa mata air dan telaga, sedangkan air tanah bawah permukaan berupa sungai bawah tanah.

“Menurut Tood (1980), air tanah merupakan air yang mengisi celah atau pori-pori/rongga antar batuan dan bersifat dinamis. Daerah karst memiliki sifat batuan gamping/karbonat yang mempunyai banyak rongga percelahan dan mudah larut oleh air, sehingga sistem drainase permukaan tidak berkembang dan lebih didominasi oleh sistem drainase bawah permukaan,” kutipnya.

Masih menurut Dr. Herry, proses pembentukan karst disebut karstifikasi yang dipengaruhi oleh dua faktor penentu, yaitu faktor pengontrol, terdiri dari batuan mudah larut, curah hujan, dan batuan terekspos di ketinggian sirkulasi air. Selanjutnya faktor pendorong, meliputi temperatur atau suhu dan penutupan lahan.

“Kedua faktor ini berpengaruh pada morfologi bentang alam karst dan batuan yang mengandung kadar CaCO3 tinggi akan mudah larut. Curah hujan yang tinggi akan membentuk morfologi endokarst dan eksokarst,” paparnya.

Disebutkan, penampakan pada eksokarst berupa doline (depresi tertutup hasil pelarutan dengan diameter mulai dari beberapa meter sampai beberapa kilometer, kedalaman bisa sampai ratusan meter dan mempunyai bentuk bundar, lonjong dan tak beraturan), uvala (cekungan tertutup memanjang di karst, umumnya kering atau dengan sungai berkala atau genangan yang masuk ke bawah tanah.

Umumnya panjangnya beberapa ratus meter dan dapat dianggap sebagai Polje kecil), polje (cekungan atau lembah tertutup yang luas dan memanjang di daerah topografi karst yang mempunyai dasar mendatar dan dinding sekelilingnya terjal. Polje adalah gabungan dari dua atau lebih Uvala), dan penampakan endokart berupa ponor atau luweng (tempat masuknya air hujan) dan adanya gua.

Lebih jauh Dr. Herry menguraikan bahwa sumber utama komponen air tanah karst dibagi menjadi empat. Pertama, aliran permukaan (sungai) yang masuk ke akuifer karst melalui ponor, dikenal sebagai imbuhan allogenic. Kedua, aliran permukaan dan hujan yang jatuh ke suatu cekungan karst tertutup dan kemudian masuk ke akuifer karst melalui ponor, dikenal sebagai internal runoff. Ketiga, air hujan yang jatuh ke permukaan tanah dan kemudian terinfiltrasi secara perlahan-lahan melalui pori-pori tanah, dikenal sebagai diffuse infiltration. Keempat, imbuhan dari akuifer di atas batuan gamping. Secara prinsip para ahli karst membagi sifat aliran pada akuifer karst menjadi tiga komponen, yaitu aliran saluran/lorong (conduit), celah (fissure), dan rembesan (diffuse).

Sifat komponen aliran di karst, sambung Dr. Herry, dibagi menjadi dua komponen aliran yang mempunyai perbedaan yang tegas, yaitu komponen aliran diffuse dan conduit. Komponen aliran diffuse adalah komponen aliran yang masuk ke aliran sungai bawah tanah melalui proses infiltrasi yang terjadi secara perlahan-lahan melewati zona permukaan bukit karst (epikarst), dan memberikan imbuhan ke sungai bawah tanah berupa tetesan ataupun rembesan-rembesan kecil. “Contoh yang paling sederhana berupa tetesan pada ornamen gua,” bebernya.

Sementara itu, katanya, conduit adalah komponen aliran yang memberikan imbuhan sungai bawah permukaan melalui ponor yang ada dipermukaan dan melewati rongga-rongga yang besar (gua) dengan kecepatan aliran yang cepat dan menghasilkan banjir pada sungai bawah tanah jika imbuhan hujan di permukaan besar.

“Berdasarkan pengertian mengenai karst tersebut di atas, maka danau yang muncul di Sikumana itu adalah danau termasuk danau karst. Danau ini terbentuk di daerah batugamping atau batukapur yang mendapat suplai air dari 7 mata air yang piezonetriknya terpotong oleh topografi di bagian timur danau yang lebih tinggi dan terjal. Debit ketujuh mata air tersebut diperkirakan lebih dari 40 liter/detik. Danau karst ini dilihat dari diamaternya termasuk dalam kategori danau doline,” ungkap Dr. Herry.

Karakteristik Danau Karts

Melihat fenomena danau di Sikumana itu dan mengacu pada karakteristik danau karst, dapat dikatakan bahwa air danau karst sering kali menyusut, lalu timbul lagi, dan tidak ada sama sekali. Ini tergantung pada musim.

“Oleh karena itu, danau karst sering disebut dengan danau musiman. Air dari danau karst dapat kering oleh lubang-lubang dangkal yang berada di bawah permukaan air danau selain oleh proses penguapan,” ucapnya.

Dr. Herry menyatakan, keberadaan danau karst di Sikumana itu dapat menjadi salah satu lokasi geowisata dan obyek wisata. Ini karena karakteristik danau karst berbed-beda dari danau-danau pada umumnya.

“Hal ini ditunjang dengan keberadaan danau karst yang berada pada kawasan karst sehingga relief atau penampakan dasar danau karst pada saat air menyusut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun peneliti untuk mengetahui dan mengamati kehidupan hayati yang ada di dalam danau karst tersebut,” pungkasnya. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top