Usai Bertemu Saudara, Jasad Warga Lidor Ditemukan Tak Bernyawa di Persawahan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Usai Bertemu Saudara, Jasad Warga Lidor Ditemukan Tak Bernyawa di Persawahan


EVAKUASI. Tim identifikasi dari Polres Rote Ndao melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dari TKP, dan dibawa ke RSUD Ba'a, Selasa (20/4). (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Usai Bertemu Saudara, Jasad Warga Lidor Ditemukan Tak Bernyawa di Persawahan


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Matias Balla, 52, warga Dusun Nafioen, Desa Lidor, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kompleks persawahan Maleama, Selasa (20/4). Sehari sebelumnya, Senin (19/4), Matias sempat menemui seorang saudarinya, Selfiana Balla.

Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao, dalam keterangan tertulisnya yang diterima TIMEX, Rabu (21/4) menyebutkan, pada Senin (19/4) sekira pukul 12.00 Wita, korban berkunjung ke rumah saudarinya Selfiana Balla, yang hanya berjarak 50an meter dari rumahnya.

Kedatangan korban di rumah saudarinya tak berlangsung lama. Beberapa menit kemudian, korban beranjak pulang ke rumahnya. Korban juga sempat bercerita dengan keponakannya. Saat bertandang ke rumah saudarinya itu, korban mengenakan kain sarung berwarna biru kotak-kotak dan bertelanjang dada.

Hal yang tak disangka oleh Selfiana, bahwa itulah saat terakhir pertemuannya dengan saudaranya Matias. Selfiana sesuai keterangan ke aparat kepolisian menyebutkan kalau tak ada tanda-tanda aneh yang ditunjukkan saudaranya itu.

“Korban terakhir kali terlihat oleh saksi Selfiana Balla, mengenakan kain sarung kotak-kotak, berwarna biru. Kemudian berpamitan untuk kembali ke rumahnya,” kata Kapolres Rote Ndao melalui Kasubag Humas, AIPTU Anam Nurcahjo.

Korban Matias, kata Anam, sebelum ke rumah saudarinya, juga berpamitan dengan Ciko Balla, yang merupakan anak korban sekira pukul 12.00 Wita, pada Senin (19/4). Satu jam berselang, Ciko kemudian pergi ke rumah tetangganya Daniel Fanggi untuk menonton televisi. Di sana, Ciko bertemu dengan kakak kandungnya, Jekson Balla.

Karena belum pulang, keesokan harinya, Selasa (20/4) keluarga dan masyarakat sekitar, kemudian melakukan pencarian. Mayat Matias ditemukan Yuliolus Fandu, Menfrit Ello, dan Abraham Henukh, di kompleks persawahan Maleama, sekira pukul 12.00 Wita, Selasa (20/4).

“Pukul 16.00 Wita, Kepala Desa Lidor, melaporkan ke Polsek Rote Barat Laut,” kata Anam, dengan mengatakan, setelah menerima laporan, anggota Kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Anggota Polsek Rote Barat Laut, lanjut Anam, dipimpin Kapolsek Rote Barat Laut, IPDA Frits O. Matly bersama beberapa anggota Reskrim Polres Rote Ndao, diterjunkan ke lokasi. Tim Reskrim dipimpin KBO Sat Reskrim AIPTU Stefanus Palaka.

Setelah olah TKP dan identifikasi, sekira pukul 19.30 Wita, jenazah korban kemudian dibawa untuk dilakukan Visum et Repertum (VeR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a. Tindakan tersebut dilakukan untuk membantu mengungkap penyebab kematian Matias Balla. “Sementara untuk pelaku masih dilidik, dan akan dilakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Anam. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top