Gedung Roboh Dihantam Badai Seroja, INTI NTT Bantu GPDI El-Shadai Bakunase | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gedung Roboh Dihantam Badai Seroja, INTI NTT Bantu GPDI El-Shadai Bakunase


BANTU GEREJA. Tim lapangan INTI NTT bersama Gembala Jemaat GPdI Bakunase, Pdt. Meidy Mokolomban, S.Th pose bersama di bawah reruntuhan atap gereja yang roboh akibat terjangan badai Seroja. Bantuan ini diserahkan Ketua INTI NTT, Theo Widodo, Jumat (16/4). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Gedung Roboh Dihantam Badai Seroja, INTI NTT Bantu GPDI El-Shadai Bakunase


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melanjutkan aksi kemanusiaannya dengan membantu masyarakat yang terdampak Siklon Tropis Seroja pada Jumat (2/4) hingga Senin (5/4) lalu.

Sejak 9 April 2021, INTI NTT terus bergerak menyerahkan bantuan setiap harinya, termasuk jug membantu rumah ibadah yang ikut terdampak langsung amukan cuaca ekstrem dalam wujud angin kencang, hujan deras, banjir, tanah longsor dan gelombang pasang.

Jumat (16/4) lalu, INTI NTT membantu Gereja Pentekosta di Indonesia (GPdI) El-Shaddai di Kelurahan Bakunase, Kota Kupang, dimana bangunan gereja tersebut roboh tak berbentuk. Yang tersisa hanya reruntuhan tiang dan gelagar baja WF yang semuanya bengkok serta dinding bangunan hancur.

Guna membantu memulihkan kondisi tersebut, INTI NTT menyalurkan bantuan besi beton yang diserahkan Ketua INTI NTT, Theodorus Widodo dan diterima Gembala Jemaat GPdI Bakunase, Pdt. Meidy Mokolomban, S.Th.

Hadir pada saat penyerahan bantuan ini tim INTI NTT, Daniel Para dan Melkior Radja.
Terpantau TIMEX, bangunan gereja yang runtuh total ini sangat mengenaskan. Semua struktur bangunan yang terdiri dari kolom dan kuda-kuda baja WF tampak melengkung. Atap seng gelombang panjang hampir semuanya sobek. Dinding batanya rebah ke tanah. Terlihat juga ada beberapa benda rohani di bagian depan gereja yang masih utuh.

Pdt. Meidy mengatakan, barang-barang rohani yang digunakan pada setiap kali ibadah yang selamat ini menunjukkan bahwa kuasa Tuhan sungguh maha besar. Bangunan boleh roboh total tapi benda benda yang dipakai menyembah Dia, sang pencipta dan penyelenggara kehidupan ini tetap tidak bisa dihancurkan. “Tuhan merobohkan bangunan gereja saat ini, tapi Tuhan pula yang nanti akan menggantinya dengan yang lebih baik,” katanya.

Setelah menyerahkan sumbangan, tim lapangan INTI NTT melanjutkan perjalanan ke rumah-rumah di sekitar gereja untuk survei kerusakan sekaligus berjanji segera kembali intuk menyerahkan bantuan. Nampak dua rumah di dekat gereja yang rusak berat. Kedua rumah ini sangat sederhana, hanya berdinding bebak dan beratap seng. Sisa-sisa seng gelombang yang sudah karatan masih terlihat di sekitar rumah.

“Kita semua terdampak. Ada tim kami yang bahkan sampai hari ini belum sempat perbaiki rumahnya yang atapnya copot. Tapi kami sadar bahwa untuk memperbaikinya kami memiliki sumber daya yang cukup. Kami mampu memperbaiki sendiri kerusakan akibat badai ini. Tapi warga yang bangunannya mengalami kerusakan parah nyaris sudah tidak berdaya. Dengan kemampuan sendiri mereka pasti alami kesulitan. Untuk itu mereka butuh bantuan,” ungkap Theo Widodo.

Pada kesempatan tersebut, sebagai Ketua Perhimpunan INTI NTT sekaligus Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT, Theo mengajak semua kelompok masyarakat untuk bersama bergandengan tangan membantu saudara-saudara yang sedang mengalami kesusahan ini.

“Dengan semangat gotong royong, beban buat kita semua dalam menolong saudara-saudara kita jadi lebih ringan,” ucap Theo Widodo.

Usai survei rumah-rumah di sekitar gereja, tim lapangan INTI NTT terus melanjutkan perjalanan ke tempat lain dalam kota Kupang untuk menyerahkan bantuan dalam bentuk seng gelombamg 0,30mm dan sembako. (rum)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top