Istri Panen Kacang di Kebun, Ayah Bantu Perbaiki Rumah Kerabat, Anak Urus Ternak, Waktu Pulang Rumah Warga Napan Ini Sudah Ludes Terbakar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Istri Panen Kacang di Kebun, Ayah Bantu Perbaiki Rumah Kerabat, Anak Urus Ternak, Waktu Pulang Rumah Warga Napan Ini Sudah Ludes Terbakar


PADAMKAN API. Aparat TNI-Polri dan warga berusaha memadamkan api yang melalap rumah milik Ludofikus Kolo, warga RT 006/RW 003, Dusun III, Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, TTU, Rabu (21/4) siang. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Istri Panen Kacang di Kebun, Ayah Bantu Perbaiki Rumah Kerabat, Anak Urus Ternak, Waktu Pulang Rumah Warga Napan Ini Sudah Ludes Terbakar


Kerugian Ratusan Juta Rupiah, Tak Ada Korban Jiwa

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara. Kali ini, musibah itu menimpa Ludofikus Kolo, warga RT 006/RW 003, Dusun III, Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara. Rumah semi permanen yang selama ini ditempati Ludofikus bersama keluarganya ludes dilalap si jago merah, Rabu (21/04) siang.

Kapolsek Miomaffo Timur, Polres TTU, Iptu Fery Nur Alamsyah, ketika dikonfirmasi TIMEX, Kamis (22/4) membenarkan peristiwa kebakaran rumah tersebut.

Menurut Iptu Fery, berdasarkan keterangan pemilik rumah, pada saat kejadian, korban sedang mengerjakan bangunan rumah milik Rosina Neno di Desa Napan yang letaknya tak jauh dari rumah korban.

Sedangkan isterinya, Yudith Maria Timo sedang berada di kebun guna memanen kacang tanah. Suami-isteri tersebut, kata Iptu Fery, meninggalkan rumah mereka sekira pukul 08.00 Wita dan 10.00 Wita. Sementara, anggota keluarga yang berada di rumah hanyalah seorang anak laki-laki yang sementara duduk di bangku SD kelas 5, yakni Marianus. Pada saat kejadian, Marianus pun sedang mengurus ternak sapi di kebun dan baru mengetahui kejadian ini setelah ia pulang.

“Saat kejadian itu tidak ada salah satu anggota keluarga yang berada di rumah. Warga bahkan korban mengetahui peristiwa kebakaran itu dari anak-anak di desa tersebut yang berteriak setelah melihat kobaran api membesar,” ungkap Iptu Fery.

Iptu Fery menambahkan, rumah korban adalah bangunan rumah jenis semi permanen ukuran 7 x 5,5 meter, yang dibangun tahun 1996 silam. Rumah itu dipasangi listrik tahun 2010 dengan 5 titik lampu.

Atas peristiwa tersebut, kata Iptu Fery, korban secara ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak membuat laporan polisi sehingga penolakan ini dituangkan dalam bentuk berita acara. Kerugian materil secara keseluruhan diperkirakan kurang lebih mencapai Rp 150.000.000. Sementara tak ditemukan adanya korban jiwa dalam musibah itu.

“Keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak untuk ditangani secara hukum meski belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran,” jelasnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten TTU, Yosefina Lake, kepada Timor Express Kamis (22/4) menuturkan, pihaknya telah menerima laporan dari pemerintah desa setempat terkait musibah kebakaran itu.

“Saya dengan tim dari BPBD sudah turun monitoring ke lokasi bencana. Kami sudah mendapat kerusakan yang dialami warga dan kita akan berikan bantuan darurat,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top