KRI Nanggala-402 Hilang di Laut Bali, TNI: Kontak Terakhir Saat Hendak Tembakan Torpedo | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KRI Nanggala-402 Hilang di Laut Bali, TNI: Kontak Terakhir Saat Hendak Tembakan Torpedo


HILANG KONTAK. Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat di pangkalan Ujung, Surabaya pada 2012. Pada Rabu (21/4), kapal selam buatan Jerman tahun 1979 yang dibeli Indonesia tahun 1981 itu dikabarkan menghilang di Utara Bali. (FOTO: Dite Surendra/Jawa Pos)

PERISTIWA/CRIME

KRI Nanggala-402 Hilang di Laut Bali, TNI: Kontak Terakhir Saat Hendak Tembakan Torpedo


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Achmad Riad menyebut, komunikasi terakhir dengan kapal selam KRI Nanggala-402 terjadi saat hendak penembakan torpedo. Saat itu, kapal berada kurang lebih 60 mil di Utara perairan Bali.

Riad mengatakan, KRI Nanggala-402 mulai menyelam pukul 03.46 WIB. 14 menit berselang KRI Nanggala-402 sudah meminta untuk peluncuran torpedo dalam rangka latihan penembakan.

“Jadi peluncuran torpedo nomor 8 yang merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25 WIB, saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otoritasi penembakan torpedo,” kata Riad di Lapangan Udara (Lanud) Ngurah Rai, Bali, Kamis (22/4).

Sebelum otorisasi penembakan diberikan, komunikasi dengan KRI Nanggala-402 terputus. Saat ini upaya pencarian masih berlangsung di lokasi penemuan tumpahan minyak. “Dan pihak TNI AL sudah mengerahkan berbagai KRI untuk membantu pencarian dan untuk memastikan keadaan yang sebenarnya dari KRI Nanggala,” jelas Riad.

Nasib 53 ABK

Sementara itu, upaya pencarian terhadap kapal selam KRI Nanggala-402 masih terus dilakukan. Sampai dengan saat ini, nasib para prajurit yang berada di kapal tersebut belum dapat dipastikan.

“Mengenai kondisi ABK tadi belum dapat dipastikan,” kata Kadispenal Laksamana Pertama Julius Widjojono kepada wartawan, Kamis (22/4).

Julius mengatakan, lokasi hilang kontaknya KRI Nanggala-402 memang sudah ditemukan. Namun, fisik kapal selam tersebut belum terdeteksi oleh kapal pencari. “Proses pencarian masih berlangsung. Areanya sudah ditemukan di tempat tumpahan minyak kemarin,” imbuhnya.

Di sisi lain, Julius memastikan KRI Nanggala-402 memiliki stok oksigen berikut cadangannya sebelum melakukan penyelaman. Dengan jumlah ABK 53 orang, oksigen yang tersebut tergolong memenuhi sarat. “Kami dari TNI AL mohon doa agar kami bisa temukan mereka dalam keadaan baik,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Bali pada Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala-402 merupakan satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia. TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.

KRI Nanggala-402 ini awalnya hendak mengikuti latihan penembakan di laut Bali, pada Kamis (22/4). Insiden hilang kontak ini diduga terjadi saat KRI Nanggala sedang melakukan gladi resik. Kapal ini diproduksi perushaan Jerman pada 1979. Dan dibeli oleh Indonesia pada 1981. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top