Para Nakes Dilatih Cara Beri Vitamin yang Benar, Ini Kata Ketua TP PKK Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Para Nakes Dilatih Cara Beri Vitamin yang Benar, Ini Kata Ketua TP PKK Matim


PELATIHAN. Para nakes di Matim saat mengikuti pelatihan pemberian vitamin kepada balita di aula Rujab Bupati Matim, Rabu (21/4). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Para Nakes Dilatih Cara Beri Vitamin yang Benar, Ini Kata Ketua TP PKK Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Belasan tenaga kesehatan (Nakes), kader, dan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), diberi pengetahuan tentang cara yang benar dalam pemberian suplemen vitamin A dan obat cacing.

Kegiatan yang dilaksanakan memperingati Hari Kartini 2021 itu berlangsung di aula rumah jabatan (Rujab) Bupati Matim, Rabu (21/4), dan merupakan kerja sama Yayasan Ayo Indonesia, Vitamin Angels, Dinas Kesehatan, dan juga PKK Matim. Hadir saat itu Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang-Agas, Direktur Yayasan Ayo Indonesia, Tarsisius Hurmali, dan Vitamin Angel Jakarta, Herman.

“Di sini PPK Matim membangun kerjasama dengan Yayasan Ayo Indonesia, Vitamin Angels, dan Dinas Kesehatan dalam ranga memperingati Hari Kartini 2021. Kegiatannya berupa pelatihan cara pemberian suplemen vitamin A dan obat cacing kepada balita,” ujar Ketua PKK Matim, Theresia Wisang-Agas kepada TIMEXKUPANG.com di sela-sela kegiatan, kemarin (21/4).

Menurutnya, peserta yang hadir dalam kegiatan itu merupakan keterwakilan dari sejumlah Puskesmas di Matim. Theresia berharap peserta yang ada, pulang dan menjadi tenaga fasilitator bagi nakes lain di wilayah Puskesmas masing-masing, juga kader lain di desa masing-masing.
Theresia menyebutkan, kegiatan ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Matim. Dan pengakuan sejumlah peserta pelatihan, mereka mendapat pengetahuan yang baru. Artinya, peserta yang ada sudah memiliki pengetahuan dasar dalam pemberian suplemen vitamin A dan obat cacing selama ini. Tapi ada hal-hal tertentu yang mereka tidak lakukan. Misalnya saja, saat memberi suplemen vitamin A itu, tidak boleh menyentuh mulut atau hidung dari balita.

“Termasuk saat balita menangis, itu tidak boleh dilakukan pemberian vitamin A. Juga ada yang mereka lakukan, tapi salah. Sehingga dalam pelatihan ini, baik penyajian materi dan praktik, mereka mengakui ada perbedaan dengan yang mereka lakukan selama ini. Termasuk edukasi kepada orang tua setelah diberi vitamin A dan obat cacing,” jelas Theresia.

Dikatakan, pelatihan ini selain untuk meningkatkan pengetahuan bagi peserta, juga meningkatkan keterampilan dan perubahan sikap. Karena kalau dia tahu dan terampil sekarang, tapi tidak praktikkan, itu percuma. Kegiatan tepat di Hari Kartini, supaya nanti peserta selalu ingat setiap Hari Kartini, mereka pernah ikut pelatihan pemberian suplemen vitamin A dan obat cacing.

Direktur Yayasan Ayo Indonesia, Tarsisius Hurmali mengatakan, isu utama dalam pelatihan itu pemberian suplemen vitamin A dan obat cacing. Selama ini, yang dilakukan dalam cara pemberianya begitu saja dan tanpa ada satu protap. Tapi ternyata ada langkah-langkah standar. Termasuk dari aspek higienis dari pemberi. Tahun 2020 Pemkab Matim mendapat begitu banyak suplemen vitamin A dan obat cacing.

“Peserta pelatihan yang ada, kita harapkan bisa berinteraksi atau mengajarkan kader-kader di Posyandu dalam memberi vitamin dan obat yang sesuai standarnya. Pemberian vitamin dan obat cacing bagi balita itu sangat penting untuk kesehatan balita. Kita harap isu tentang pemberian vitamin A dan obat cacing dengan baik itu harus menjadi isu yang penting,” harapnya.

Vitamin Angel Jakarta, Herman, mengatakan dalam pelatihan itu lebih kepada tahapan-tahapan standar dalam pemberian suplemen vitamin A dan obat cacing. Ada sejumlah tahapan kritis, diantaranya anak itu harus memenuhi kriteria, sebelum pemberian vitamin A dan obat cacing harus cuci tangan, pastikan anaknya tenang, dosisnya harus diperhatikan sesuai usia, tidak boleh menyentuh mulut atau hidung dari anak, kapsul vitamin itu harus dibuka menggunakan gunting.

“Peserta yang hadir ini sangat luar biasa dan begitu semangat mengikuti pelatihan yang ada. Mereka mengakui bahwa selama ini langkah-langkah yang dilakukan belum sempurna. Pemberian vitamin A ini program pemerintah dan rutin dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu Februari dan Agustus. Pemberian obat cacing itu harus terintegrasi dengan vitamin A,” ujar Herman.

Dia juga menjelaskan, vitamin A itu sangat penting bagi kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi dan anak-anak. Diharapkan para ibu untuk memberikan vitamin A kepada anak atau balita. Sebab dengan asupan vitamin A yang terpenuhi, dapat meningkatkan kecerdasan dan pertumbuhana si kecil. Obat cacing juga sangat penting untuk si kecil dalam pencernaannya minimal 6 bulan sekali.

Salah satu nakes dari Puskesmas Peot, Tris De Robert, kepada TIMEX mengaku senang dengan mengikuti kegiatan yang ada. Dimana ada banyak hal dan pengetahuan baru yang diserap dari kegiatan tersebut. Salah satu contoh kebiasaan selama ini yang tidak sesuai standar dalam memberikan suplemen vitamin A dan obat cacing, yakni pemberianya dilakukan pada April dan Oktober.

“Padahal itu salah. Seharusnya sesuai standar, harus diberikan pada Februari dan Agustus. Juga pemberian vitamin A itu bersama dengan obat cacing. Tapi selama ini, kita berikan tidak bersamaan. Termasuk kalau anak menangis, itu tidak boleh diberikan dan tunggu dia aman. Juga tidak boleh pegang mulutnya. Artinya dalam pelatihan kami mendapat pengetahuan baru dan ini kami harus tenaga fasilitator untuk nakes lainya,” ungkap Tris. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top