Tim Buser Gagalkan Keberangkatan 17 Naker Tujuan Kalimantan, Polres TTU Tersangkakan Perekrut | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tim Buser Gagalkan Keberangkatan 17 Naker Tujuan Kalimantan, Polres TTU Tersangkakan Perekrut


AMANKAN. Tim Buser Polres TTU saat mengamankan sebanyak 17 tenaga kerja yang hendak diberangkatkan ke Kalimantan Utara. Mereka diamankan karena berangkat tanpa dokumen resmi. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Tim Buser Gagalkan Keberangkatan 17 Naker Tujuan Kalimantan, Polres TTU Tersangkakan Perekrut


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 17 warga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Belu yang berniat mengadukan nasib sebagai tenaga kerja (Naker) di Kalimantan gagal berangkat. Keberangkatan belasan naker ini digagalkan Tim Buru Sergap (Buser) Polres TTU saat melintasi jalur trans Timor dari Atambua menuju Kupang. Para naker ini diamankan aparat karena mereka berangkat tanpa dilengkapi dokumen.

Informasi yang dihimpun Timor Express, Rabu (21/4), 17 naker ini dibawa seorang perekrut berinisial FT yang saat itu menumpang bus antar kota dalam provinsi, Srikandi. Saat berada di KM 9 jurusan Kefamenanu-Kupang, tim Buser Polres TTU dipimpin Bripka Polikarpus Ikun Fahik mencegat keberangkatan para naker ini. Para naker dan bus langsung digiring menuju Polres TTU guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam kepada Timor Express, Rabu (21/4) membenarkan adanya penggagalan pengiriman belasan naker asal TTU dan Belu itu.

Menurut Sujud, para naker setelah diperiksa tidak mengantongi dokumen resmi, baik itu dari pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten. “Benar ada 17 tenaga kerja yang diamankan Tim Buser Polres TTU karena tidak dilengkapi dokumen ketenagakerjaan. 14 tenaga kerja dari Belu, dan 3 tenaga kerja dari TTU,” ungkap Sujud.

Sujud menambahkan, dari hasil interogasi, para naker tersebut saat direkrut rencananya akan dibawa ke Kalimantan Utara. Para tenaga kerja itu akan dipekerjakan di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Sayangnya, para naker tersebut saat diberangkatkan tidak dilengkapi dengan dokumen ketenagakerjaan yang lengkap sehingga langsung diamankan Tim Buser Polres TTU. “Barang bukti yang ikut diamankan diantaranya Bus Srikandi, KTP dari para tenaga kerja serta surat jalan,” jelasnya.

Sujud menyebutkan, dari hasil penyidikan awal, dan atas bukti-bukti yang ada, tim penyidik langsung menetapkan orang yang bertindak sebagai perekrut sebagai tersangka dan langsung diamankan di tahanan Mapolres TTU.

Terkait ancaman hukumannya, menurut Sujud, tersangka FT dijerat dengan UU Nomor 21 tahun 2007 pemberantasan tindak pidana perdagangan orang Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 10 dengan ancaman hukumannya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 7 (tujuh) tahun. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top