Tinjau Bendungan dan Jembatan Benenai, Wamen PUPR Sampaikan Hal Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tinjau Bendungan dan Jembatan Benenai, Wamen PUPR Sampaikan Hal Ini


TINJAU BENENAI. Wamen PUPR, John Wempi Wetipo (kanan) dan rombongan saat meninjau jembatan darurat yang dibangun untuk akses warga akibat rusaknya jembatan Benenai, Rabu (21/4). Jembatan ini rusak akibat terbawa banjir saat Siklon Tropis Seroja dua pekan lalu. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tinjau Bendungan dan Jembatan Benenai, Wamen PUPR Sampaikan Hal Ini


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Wamen PUPR, John Wempi Wetipo meninjau langsung jembatan dan bendungan Benenai yang rusak diterjang banjir bandang dua pekan silam. John dan rombongan tiba di Malaka, Rabu (21/4).

Wamen asal Papua ini juga melihat langsung jembatan alternatif yang dibuat guna membantu akses bagi warga setempat dan pemulihan aktifitas ekonomi masyarakat setempat.

John Wempi Wetipo saat diwawancarai awak media mengatakan, ia datang untuk melihat langsung kondisi ril di lapangan terkait rusaknya jembatan dan bendungan Benenai akibat dari dampak badai Seroja.

Selain itu, kata John, jembatan dan bendungan yang rusak akan dikerjakan secepatnya. Yang pertama adalah pekerjaan untuk siapkan jembatan darurat dan jembatan permanen. “Pekerjaan darurat bendungan Benenai itu tergantung pada Bupati dan warga karena kita mau pinjam lahannya untuk menormalkan kembali aliran air untuk lahan persawaahan. Ada lima keluarga yang meliki lahan tersebut, tergantung Bupati komunikasikan dengan pemilik lahan agar bisa dikerjakan penangan daruratnya sambil menunggu perkerjaan permanennya,” jelas Wamen John.

Menurut Wamen John, pekerjaan jembatan permanen membutuhkan waktu cukup panjang, yakni lebih kurang 18 bulan. “Jadi 18 bulan ini tidak mungkin kita tunggu baru alirakan air untuk lahan persawaan,” ungkapnya.

Dikatakan, untuk membantu aliran air ke lahan persawahan, tergantung warga pemilik lahan. Jika lahan warga diizinkan untuk penaganan daruruat, setelah pekerjaan permanen bendungan selesai berarti lahannya dikembalikan. “Jadi bukan diambil tapi dikembalikan seperti disewakan lahannya,” kata Wamen John.

Wamen John menjelaskan, terkait penanganan jembatan Benenai, rencana waktu penyelesaiannya adalah enam bulan. Jadi untuk sementara waktu akses jalan menggunakan jembatan darurat, dimana yang bisa lewat kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Wamen John menyebutkan, berdasarkan pendataan, infrastruktur bendungan yang rusak akibat badai Seroja di NTT ada tiga, yakni Bendungan Benenai di Malaka, Bendungan Mena di TTU, dam Bendungan Kambaniru di Sumba Timur. Infrastruktur seperti jembatan kecil-kecil juga banyak yang rusak.

Wamen John menambahkan, penanganan bencana di NTT dilakukan dengan koordinasi lintas kementerian/lembaga. Kementerian PUPR misalnya bertugas memulihkan infrastruktur yang rusak.

“Saya kira pasukan kita di lapangan sudah luar biasa, mereka kerja siang malam. Artinya negara hadir untuk memberikan, membagun trans kepada rakyat. Kita akan mengerjakan infrastruktur yang rusak supaya rakyat bisa secara normal beraktifitas seperti biasa,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait besaranya anggran untuk penanganan Jembatan dan Bendungan Benenai, Wamen John menyebutkan anggaran belum ditetapkan karena ini bencana. “Ini bukan kita merencanakan, tapi ini penaganan darurat bencana, jadi nanti terkait anggarannya sambil jalan kita akan hitung. Yang penting kita membagun akses buat rakyat,” pungkasnya. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top