BPBD Kota Usul BTT Rp 1,7 Miliar, Dinsos Rp 700 juta | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BPBD Kota Usul BTT Rp 1,7 Miliar, Dinsos Rp 700 juta


RAPAT. Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore rapat bersama tim penanganan pasca bencana tropis Seroja di Kota Kupang, di aula Rujab Sekda Kota Kupang, Kamis (9/4). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

BPBD Kota Usul BTT Rp 1,7 Miliar, Dinsos Rp 700 juta


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 1,7 miliar untuk membiayai operasional dan penanganan sampah serta pembersihan semua pohon maupun material dampak bencana Siklon Tropis Seroja dua pekan lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Jemmi Didok mengatakan, anggaran ini diusulkan berdasarkan Rencana Anggaran Bersama (RAB), termasuk pengangkutan sampah, sewa truk, operasional untuk dinas-dinas terkait misalnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

“Untuk penggunaan anggaran belanja tidak terduga ini tidak bisa membiayai yang namanya operasional, sehingga anggaran ini benar-benar digunakan untuk pembersihan kota dan penanganan lainnya akibat badai Seroja ini,” ungkap Jemmi saat diwawancarai Kamis (22/4).

Jemmi mengatakan, untuk upaya pemulihan Kota Kupang pasca bencana, ada juga bantuan dari pihak ketiga, baik swasta, perbankan, kantor vertikal, dan lainnya. Bantuan yang diberikan juga berupa sembako dan uang.

Dikatakan, BPBD mendapatkan anggaran sebesar Rp 500 juta yang merupakan Dana Siap Pakai (DSP) untuk keseluruhan operasional di BPD pada kegiatan pasca bencana.

“Kami juga merekrut tenaga tenaga untuk melakukan verifikasi kembali rumah-rumah masyarakat yang rusak akibat bencana di 6 kecamatan di kota Kupang,” kata Jemmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodowik Djungu Lape mengatakan, anggaran yang diberikan untuk Dinas Sosial dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), sebesar Rp 700 juta.

Dia mengatakan, anggaran ini digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana Seroja yang ada di Kota Kupang, dimana sesuai dengan data yang ada, yang terdampak sebanyak 2.000 lebih kepala keluarga (KK).

“Kami sudah memberikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak, baik yang ada di posko-posko pengungsian maupun di rumah masing-masing. Bantuan ini sudah diserahkan sejak awal pasca bencana,” katanya.

Menurut Lodowik, anggaran yang sudah terpakai untuk memberikan bantuan logistik kepada korban atau masyarakat yang terdampak sebesar Rp 100 hingga Rp 200 juta.

“Sisanya akan dikembalikan ke daerah, jika tidak terpakai semuanya. Prinsipnya, Dinas Sosial memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” kata dia.

Jadi, kata Lodowik, sesuai rencana anggaran bersama atau RAB anggaran yang diberikan kepada dinas sosial untuk pemenuhan kebutuhan per makanan sebesar Rp 700 juta. Bantuan yang diberikan berupa, beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, telur dan lainnya.

Dinas Sosial, kata Lodowik, tentunya tidak menggunakan anggaran ini sampai habis, karena saat ini bantuan bantuan dari pihak ketiga, baik swasta, organisasi dan lainnya sudah banyak dan Dinas Sosial membantu sesuai dengan kebutuhan. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top