Kwarda Pramuka NTT Gelar Trauma Healing Bagi Anak Korban Badai Seroja | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kwarda Pramuka NTT Gelar Trauma Healing Bagi Anak Korban Badai Seroja


EDUKASI. Ketua Kwarda Pramuka NTT, Sinun Petrus Manuk memberikan edukasi mengenai trauma healing bagi 135 orang anak korban badai Seroja di Kelurahan Pasir Panjang, Kamis (22/4). (FOTO: HUMAS KWARDA PRAMUKA NTT)

PENDIDIKAN

Kwarda Pramuka NTT Gelar Trauma Healing Bagi Anak Korban Badai Seroja


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Provisi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan edukasi dalam rangka trauma healing bagi para korban bencana siklon tropis Seroja di NTT. Kali ini, trauma healing dilaksanakan di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Kamis (22/4). Kegiatan dengan sasaran anak-anak korban bencana ini dipimpin langsung Ketua Kwarda NTT, Sinun Petrus Manuk.

Sinun Petrus Manuk mengatakan, kegiatan trauma healing ini bekerjasama dengan Dewan Kerja Daerah (DKD) Pramuka NTT, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Provinsi NTT, dan diikuti sebanyak 135 orang anak.

Sinun Petrus Manuk menjelaskan, sejak kejadian bencana Seroja, banyak pihak telah memberikan respon tanggap darurat dari aspek fisik. Sementara, dilaporkan juga ada warga terdampak, khususnya anak-anak yang mengalami rasa takut dan trauma akibat bencana ini.
Mencermati kondisi ini, kata Sinun, Pramuka NTT berkoordinasi dengan DPPA untuk melakukan kegiatan trauma healing secara rutin bagi anak-anak yang terdampak bencana Seroja.

“Kegiatan kali ini, Pramuka NTT dan DPPPA NTT didukung oleh RRI Kupang dalam bentuk siaran langsung, sehingga ini menjadi ajang edukasi bagi publik,” ujar pria yang akrab disapa Kak Piet dalam keterangan tertulis Humas Kwarda Pramuka NTT, kemarin (22/4).

Menurut Kak Piet, Pramuka NTT memiliki keterbatasan jangkauan, sehingga model kegiatan yang dikombinasikan dengan edukasi publik diharapkan dapat menggerakan lebih banyak elemen untuk mau terlibat dalam layanan trauma healing bagi anak-anak korban bencana.

“Tugas kita adalah membantu anak-anak menemukan dunianya, dunia bermain, dunia sukacita dan dunia riang gembira. Jangan biarkan trauma bencana ada di pikiran dan hati anak,” ujar mantan Kepala Dinas P & K dan juga Kadis Sosial Provinsi NTT ini.

Kepala DPPPA Provinsi NTT, drg. Iien Adriany mengatakan, kemitraan dengan Gerakan Pramuka NTT merupakan wujud kehadiran negara, khususnya dalam membantu anak-anak di lokasi yang terdampak bencana.

“Bencana dapat memengaruhi mental anak, karena itu dibutuhkan trauma healing untuk para korban bencana, agar kondisi mental mereka kembali membaik,” kata drg. IIen

Kepala DPPPA menyebitkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan lintas sektor di Provinsi NTT dan kabupaten/kota untuk memastikan agar layanan tanggap bencana tetap memperhatikan kelompok khusus seperti perempuan dan anak.

Sementara Ketua RT 16/RW 08, Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang, Yohakim Nahak mengaku bangga karena ada perhatian dari Pramuka NTT terhadap warganya yang tertimpa bencana. “Hari ini, saya bahagia sekali karena anak-anak di RT saya yang sekolah di sini mendapat kunjungan dan hiburan dari Pramuka. Saya lihat anak-anak senang dan bahagia sekali,” kata Yohakim.

Hadir dalam kegiatan Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Maria Patricia Sumarni dan jajaran DPPA Provinsi NTT, Lurah Pasir Panjang Ferdinand Masae, Kepala SD Bertingkat Oeba 5 Adriana Nenobahan, guru, anggota Dewan Kerja Daerah (DKD) NTT dan sejumlah andalan daerah. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top